Meskipun sering dianggap sebagai kontrasepsi definitif, kehamilan tetap dapat terjadi pada pasien yang sudah menjalani ligasi tuba. Ligasi tuba adalah salah satu jenis kontrasepsi permanen yang dilaporkan bisa mencegah kehamilan sampai 99%. Tindakan ini juga dikenal sebagai pengikatan tuba atau sterilisasi. Pada prosedur ini, tuba falopi dipotong dan diikat untuk mencegah kehamilan seumur hidup.
Ligasi tuba mencegah sel telur bergerak dari ovarium dan turun ke rahim melalui tuba falopi. Tindakan ini juga menghalangi sperma untuk naik ke tuba falopi menuju sel telur. Prosedur ini tidak memengaruhi siklus menstruasi, dapat dilakukan kapan saja, serta sering dianggap sebagai kontrasepsi yang paling manjur. Meski begitu, data menunjukkan bahwa kehamilan tetap kerap terjadi pada pasien yang sudah menjalani ligasi tuba.[1,2]
Kemungkinan Kehamilan Setelah Ligasi Tuba
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)