Muncul bercak merah setelah imunisasi DPT - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter. Izin bertanya mengenai pasien anak. Anak usia 18 bln, Muncul ruam seperti pada gambar di lengannya sehari setelah imunisasi DPT dan Campak....

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Muncul bercak merah setelah imunisasi DPT

    Dibalas 03 Juli 2026, 20:11
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter. Izin bertanya mengenai pasien anak. Anak usia 18 bln, Muncul ruam seperti pada gambar di lengannya sehari setelah imunisasi DPT dan Campak. Lengan yg ada ruam itu tempat suntikan DPT. Anak saat ini KUnya baik, tidak demam dan tidak sesak.

    Izin bertanya mengenai tatalaksananya seperti apa dok? Dan apakah ini termasuk KIPI? 🙏🏼 terima kasih dok

25 Juni 2026, 11:05

ALO Dokter.

Jawaban Singkat:  

Ruam kemerahan dan bengkak lokal seperti pada gambar yang muncul di lokasi suntikan DPT sehari setelah imunisasi adalah reaksi lokal yang sering terjadi dan termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan. Tatalaksana umumnya suportif, cukup dengan kompres dingin dan observasi di rumah jika tidak ada gejala berat lain.

 

---

 

Penjelasan Detail:

 

1. Apakah Ini Termasuk KIPI?

Ya, ini termasuk KIPI lokal ringan. Reaksi lokal seperti kemerahan, bengkak, dan nyeri di tempat suntikan cukup sering terjadi setelah imunisasi DPT, terutama pada anak-anak. Biasanya muncul dalam 24-48 jam setelah suntikan dan akan membaik dalam beberapa hari.

 

2. Tatalaksana KIPI Lokal Ringan

• Kompres dingin di area yang bengkak/kemerahan selama 10-15 menit, 3-4 kali sehari.

• Pantau gejala: Jika anak tampak nyaman, makan/minum baik, tidak demam, dan tidak ada tanda infeksi berat, cukup observasi di rumah.

• Analgesik: Bila anak tampak nyeri atau rewel, bisa diberikan paracetamol sesuai dosis berat badan (15 mg/kg/dosis, maksimal 4 kali sehari).

• Jangan diurut atau dipijat area bekas suntikan.

• Edukasi orang tua: Ruam dan bengkak biasanya akan membaik sendiri dalam 2-3 hari.

 

3. Kapan Harus Dirujuk atau Konsultasi Ulang?

Segera rujuk atau konsultasi ulang jika muncul:

• Demam tinggi >39°C

• Bengkak bertambah luas, nyeri hebat, atau keluar nanah (tanda infeksi sekunder/abses)

• Anak tampak lemas, tidak mau makan/minum, atau sesak napas

• Tanda reaksi alergi berat (bengkak di wajah, bibir, sesak, gatal seluruh tubuh, muntah hebat)

 

4. Penjelasan ke Orang Tua

• Reaksi seperti ini umum dan tidak berbahaya.

• Tidak ada kontraindikasi untuk imunisasi selanjutnya jika hanya reaksi lokal ringan seperti ini.

• Pantau kondisi anak di rumah, dan segera ke fasilitas kesehatan jika ada tanda bahaya.

 

---

 

Referensi Klinis:  

• WHO. Immunization Safety Surveillance.

• CDC. Vaccine Side Effects and Adverse Events.

• Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) – Pedoman Imunisasi.

 

Jika ada perkembangan gejala atau orang tua khawatir, silakan konsultasi ulang.


Ingin bertanya lebih lanjut, silakan klik link ini melalui HP untuk tersambung langsung dengan ALOMEDIKA AI - https://alomedika.onelink.me/qZen/2gltas91

03 Juli 2026, 20:11
dr. Dedi Arif
dr. Dedi Arif
Dokter Umum
Apabila menghadapi pasien dengan keluhan ini di fasilitas kesehatan, langkah sistematis yang dapat diambil:​Anamnesis Komprehensif: ​Kapan tepatnya bercak muncul (onset)?

​Bagaimana penyebarannya (lokal atau seluruh tubuh)?

​Apakah ruamnya gatal (mengarahkan ke urtikaria) atau tidak?

​Vaksin DPT apa yang digunakan? (Vaksin program pemerintah umumnya wP yang lebih reaktogenik, sedangkan vaksin mandiri umumnya acellular / aP yang efek samping lokalnya lebih minimal).

Pemeriksaan Fisik: Evaluasi keadaan umum anak (apakah anak tampak aktif atau toksik/lemas), tanda vital, dan karakteristik lesi kulit (makula, papula, urtika, atau purpura/petekie untuk menyingkirkan kemungkinan trombositopenia pasca-vaksinasi yang sangat jarang terjadi).

Tatalaksana: ​Jika berupa reaksi lokal atau koinsidensi viral exanthem ringan: Suportif (hidrasi adekuat, parasetamol bila demam/nyeri, kompres).

​Jika berupa urtikaria alergi: Berikan antihistamin oral. Jika ada indikasi alergi berat terhadap komponen pertusis, pertimbangkan penggantian ke jenis vaksin acellular (aP) untuk dosis berikutnya.

Pelaporan KIPI: Jangan lupa untuk mendokumentasikan dan melaporkan kasus tersebut ke Komite Daerah/Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI (Komda/Komnas KIPI) setempat demi pemantauan keamanan vaksin berkelanjutan.