ALO DokterAsam lambung yang diproduksi oleh sel parietal berfungsi untuk mencerna makanan, terutama protein, dan menjaga pertahanan tubuh terhadap...
Peran Protein sebagai Buffer Asam Lambung dan Pelindung Mukosa Lambung - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Peran Protein sebagai Buffer Asam Lambung dan Pelindung Mukosa Lambung
ALO Dokter
Asam lambung yang diproduksi oleh sel parietal berfungsi untuk mencerna makanan, terutama protein, dan menjaga pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. Meskipun sangat asam, lambung jarang mengalami kerusakan karena adanya lapisan mukus, bikarbonat, aliran darah mukosa, dan kemampuan regenerasi epitel. Keseimbangan antara faktor agresif seperti HCl dan pepsin dengan faktor protektif inilah yang menjaga integritas mukosa lambung (South & East Metropolitan Health Service Library, 2012).
Protein berperan penting dalam menjaga keseimbangan ini, dengan beberapa mekanisme utama:
• Sebagai buffer alami:
Protein yang masuk ke lambung mengalami denaturasi dan berinteraksi dengan ion H+, sehingga menstabilkan pH intragastrik. Hal ini membuat asam lebih terfokus pada pencernaan protein daripada merusak mukosa. Penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi protein memiliki kapasitas buffering lebih tinggi dibanding karbohidrat atau lemak (Akritidou et al., 2023; Mennah‑Govela et al., 2019).
• Melindungi lapisan mukosa:
Asam amino dari protein menjadi bahan baku pembentukan mukus dan protein struktural epitel. Protein sekresi seperti trefoil peptides (TFF) membantu stabilisasi mukus dan mempercepat regenerasi epitel yang rusak, sehingga memperkuat pertahanan mukosa (Allen & Flemström, 2005).
• Peran biomolekuler:
Peptida dari protein makanan dapat mengatur jalur antioksidan dan antiinflamasi, melindungi mukosa dari kerusakan akibat iritan seperti alkohol atau NSAID. Protein juga mendukung produksi mediator protektif yang mempertahankan aliran darah mukosa dan mempercepat perbaikan jaringan (Yang et al., 2020; He et al., 2024).
• Implikasi klinis:
Asupan protein yang cukup membantu menstabilkan pH lambung setelah makan, sehingga keluhan gastritis atau refluks lebih jarang terjadi dibanding saat lambung kosong. Gangguan mukosa lebih sering terjadi akibat melemahnya mekanisme proteksi atau pola makan tidak teratur, bukan sekadar produksi asam berlebih (South & East Metropolitan Health Service Library, 2012).
Kesimpulan:
Protein memiliki peran ganda bagi lambung: sebagai buffer alami yang menstabilkan asam lambung dan sebagai pendukung pelindungan serta regenerasi mukosa. Dengan konsumsi protein yang cukup dan teratur, sistem pertahanan lambung tetap seimbang, mengurangi risiko iritasi, dan mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan (Akritidou et al., 2023; Yang et al., 2020; He et al., 2024).
Medical content by :
dr. Romzan Alfiriza Robby