Peresepan obat tetes telinga? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin diskusi untuk obat tetes telinga seperti erlamycetin Ear Drop / Ofloxacin Ear Drop/ Polymyxin B Sulfate + Neomycin Sulfate + Fludrocortisone...

Diskusi Dokter

06 Februari 2026, 22:41
Izin menanggapi, dok 🙏
Pada prinsipnya, pemilihan obat tetes telinga sangat bergantung pada diagnosis klinis, kondisi liang telinga, dan status membran timpani (MT). Masing-masing preparat memang punya indikasi yang berbeda.
– Ofloxacin topikal (fluoroquinolone) sering dipilih bila status MT kurang jelas atau perforasi mungkin ada, karena tidak bersifat ototoksik.
- Kombinasi Polymyxin B + Neomycin + Fludrocortisone + Lidokain untuk otitis eksterna dengan inflamasi dan nyeri cukup berat, dan dengan MT utuh, karena aminoglikosida (neomycin) berpotensi ototoksik.
- Erlamycetin ear drop (chloramphenicol) dapat digunakan pada otitis eksterna ringan–sedang dengan membran timpani utuh, dan tanpa nyeri berat karena tidak memiliki efek antiinflamasi atau analgesik.
06 Februari 2026, 22:48
Terima kasih dr. I Gusti Putu Wahyu Widiantari, Sp. THTBKL sudah menjelaskan secara lengkap. Sangat informatif agar teman2 dokter umum Alodok dan sejawat di faskes tingkat 1 bisa lebih selektif dalam pemilihan obat tetes telinga yang tepat.
07 Februari 2026, 02:36
Alo dokter,
Mohon izin ikut menjawab dan mohon koreksinya juga bila ternyata ada pemahaman yang selama ini salah.Pada praktik klinis, Sejauh yang saya ingat prinsip pemilihan obat tetes telinga bisa ditentukan oleh diagnosis (OMA vs OMSK vs otitis eksterna), status membran timpani, dan fase penyakit. Erlamycetin ear drop (chloramphenicol) dapat digunakan pada otitis eksterna atau OMA dengan perforasi kecil yang sudah terjadi, karena chloramphenicol relatif aman terhadap telinga tengah dan tidak bersifat ototoksik, serta efektif terhadap kuman gram positif dan beberapa gram negatif penyebab infeksi telinga. Namun, karena tidak memiliki efek anti-pseudomonas yang kuat, penggunaannya kurang ideal pada OMSK aktif dengan sekret purulen banyak. Tp bisa jadi pilihan ketika memang ketersediaan fluoroquinolone tidak tersedia.Nb. Perforasi kecil yang saya maksud adalah perforasi sentral kecil pada pars tensa, bukan perforasi marginal atau atik, dan terjadi sebagai bagian dari OMA supuratif fase perforasi akut. Perforasi kecil itu : Sentral (dikelilingi annulus membran timpani utuh), Ukuran kecil–sedang atau umumnya <25% luas membran timpani, Terletak di pars tensa, paling sering anteroinferior atau posteroinferior, sesuai jalur drainase alami sekret, kemudian tepi perforasi halus, tidak nekrotik, dan bukan perforasi kronik.Ofloxacin ear drop (fluoroquinolone) merupakan pilihan utama dan paling direkomendasikan pada OMSK fase aktif  (otorrhea), OMA dengan perforasi membran timpani, telinga pasca grommet, maupun telinga pasca operasi, karena aman pada perforasi (non-ototoksik) dan memiliki aktivitas kuat terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus.Kemudian kombinasi Polymyxin B + Neomycin + kortikosteroid ± lidokain  dianjurkan pada otitis eksterna akut tanpa perforasi membran timpani, karena neomycin yg sudah dijelaskan oleh dokter I Gusti di atas yang termasuk aminoglikosida berisiko ototoksik bila masuk ke telinga tengah. Preparat ini bermanfaat bila inflamasi dan nyeri dominan, tetapi kontraindikasi pada OMSK dan OMA perforasi.Kalau dinilai berdasarkan stadium penyakit, pada OMA tanpa perforasi, tetes telinga tidak rutin direkomendasikan dan terapi utama tetap sistemik kan ya dok? Dan tetes telinga dipertimbangkan setelah perforasi terjadi untuk membantu eradikasi kuman lokal. Seperti Pada OMSK fase tenang (kering), tidak dianjurkan pemberian antibiotik topikal, sedangkan pada OMSK fase aktif, fluoroquinolone ear drop menjadi terapi lini pertama disertai toilet telinga yang adekuat.Sehingga Ringkasnya sejauh ini yg saya jalankan (sekali lagi mohon dibantu koreksi dokter bila salah)- Otitis eksterna, MT utuh → Polymyxin B + Neomycin + steroid
- OMA perforasi → Ofloxacin / Erlamycetin
- OMSK aktif (basah) → Ofloxacin
- OMSK tenang (kering) → Tidak perlu tetes telinga
- Perforasi MT / grommet / post-op → Hindari aminoglikosidaMohon koreksi dan arahannya dokter sekalian
Terima kasih
09 Februari 2026, 03:20
Untuk OMA perforasi boleh digunakan Ofloxacin Ear Drop. Sedangkan Erlamycetin boleh digunakan untuk kasus Otitis Eksterna, baiknya dihindari pada kondisi membran timpani yang perforasi karena beberapa studi menunjukkan memiliki potensi ototoksik, walaupun umumnya tidak dianggap sangat ototoksik seperti golongan aminoglikosida.