Tata laksana kejang refrakter pada anak 4 bulan dengan BB 5 kg - Diskusi Dokter

general_alomedika

Pasien anak 5kg 4 bulan dengan kejang >30 menit riwayat diare karena minum sufor. diberikan phenobarbital di igd, hasil wbc 46 hb 8 plt 400 mulai syok dan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Tata laksana kejang refrakter pada anak 4 bulan dengan BB 5 kg

    Dibalas 1 jam yang lalu
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Pasien anak 5kg 4 bulan dengan kejang >30 menit riwayat diare karena minum sufor. diberikan phenobarbital di igd, hasil wbc 46 hb 8 plt 400 mulai syok dan diintubasi dan sudah diberikan meropenem, midazolam maintenance, ne dan dobutamin. di icu Pasien kejang kembali >20 kali dan demam tinggi.

    cek dr kontrol wbc 25 plt 190, mulai ada hematin pasang kateter urin ada darah 10 cc, hari ini sudah tidak ada perdarahan.

    hasil kalium 1.1 kalium kontrol 2.1

    penyebab kejang pasien karena apa ya?

1 jam yang lalu

Bayinya kecil sekali, ya, Dok. Apakah ada penyakit bawaan atau kormobiditas? 

Ini jawaban dari Alomedika AI yang menurut saya sudah tepat:

Yang paling perlu dipikirkan pada bayi ini adalah status epileptikus refrakter dalam konteks sepsis/meningoensefalitis sampai terbukti sebaliknya, dengan hipokalemia berat dan kemungkinan koagulopati terkait sepsis.

  1. Prioritas klinis yang bisa dipertimbangkan sekarang:

  • ABC + monitor EKG kontinu

  • Koreksi kalium segera dan cek magnesium, kalsium, natrium, glukosa, gas darah

  • Optimalkan tata laksana status epileptikus refrakter

  • Evaluasi sepsis/infeksi SSP

  • Skrining DIC/koagulopati karena ada hematin dan hematuria

  1. Diagnosis yang paling perlu disingkirkan:

  • Meningitis/ensefalitis

  • Sepsis dengan ensefalopati

  • Gangguan metabolik: hipoglikemia, hiponatremia/hipernatremia, hipokalsemia, hipomagnesemia

  • Dehidrasi berat akibat diare dengan gangguan elektrolit

  • Bila diare tampak dominan, tetap jangan mengasumsikan “karena sufor” tanpa menyingkirkan infeksi berat

  1. Pemeriksaan prioritas - bedside segera:

  • Gula darah sewaktu

  • EKG kontinu

  • Urine output per jam

  1. Laboratorium serial:

  • Elektrolit lengkap: K, Mg, Ca ion, Na, fosfat

  • AGD dan laktat

  • Ureum, kreatinin

  • PT, aPTT, fibrinogen, D-dimer

  • Fungsi hati

  • Darah lengkap serial

  1. Cari tahu sumber/penyebab infeksi:

  • Kultur darah

  • Kultur urin

  • Pungsi lumbal hanya bila hemodinamik dan koagulasi cukup aman, serta tidak ada kecurigaan peningkatan tekanan intrakranial

  • Pertimbangkan CT kepala bila ada tanda fokal, ubun-ubun menonjol, curiga perdarahan, atau sebelum LP bila ada kontraindikasi

  1. Koreksi hipokalemia! Pada bayi 5 kg dengan K 1,1–2,1, ini termasuk gawat. Yang umumnya dipertimbangkan:

  • KCl intravena, bukan bolus IV push

  • Monitor EKG kontinu

  • Cek dan koreksi magnesium bila rendah

  • Ulang kalium tiap 2–4 jam pada fase awal sampai lebih stabil

  • Evaluasi pencetus kehilangan kalium: diare, alkalosis, asupan rendah, obat

  • Hati-hati cairan tinggi glukosa karena dapat mendorong kalium masuk ke intrasel

  1. Tata laksana kejang refrakter - karena kejang masih berulang >20 kali:

  • Pastikan midazolam infusion sudah dititrasi adekuat

  • Bila belum diberikan, opsi yang dapat dipertimbangkan: levetiracetam loading atau phenytoin/fosphenytoin loading

  • Bila tetap kejang, pertimbangkan sedasi kontinu tingkat lanjut sesuai protokol PICU setempat

  • Bila tersedia, EEG/cEEG bermanfaat untuk mendeteksi non-convulsive status epilepticus

  1. Penanganan infeksi/sepsis:

  • Meropenem sudah merupakan cakupan luas

  • Pada bayi kecil dengan curiga infeksi SSP, pertimbangkan apakah perlu tambahan antiviral bila ada kecurigaan ensefalitis herpes

  • Reasses sumber infeksi: SSP, gastrointestinal, urin, paru

  1. Perdarahan dan hematologi sangat perlu ditangani, karena: 

  • Hb 8 g/dL pada kondisi syok dapat memperburuk delivery oksigen:

  • Trombosit 190 masih belum trombositopenia berat, tetapi penurunan cepat + perdarahan membuat DIC perlu dinilai

  • Bila perdarahan berlanjut, pertimbangkan evaluasi dan koreksi komponen darah sesuai hasil koagulasi dan kondisi klinis

  1. Red flags yang menandakan perburukan

  • Aritmia, bradikardia, perubahan EKG

  • Oliguria/anuria

  • Perdarahan baru

  • Kejang menetap meski sedasi

  • Laktat meningkat, perfusi memburuk

  • Asidosis berat

 

Ringkasnya
Kasus ini lebih cocok diperlakukan sebagai sepsis/meningoensefalitis dengan status epileptikus refrakter dan hipokalemia berat, bukan sekadar diare karena susu formula. Kalium serendah ini perlu koreksi segera dengan monitoring ketat, sambil tetap mengejar penyebab infeksi dan gangguan metabolik lain. Ini sebaiknya diinterpretasikan sesuai data klinis lengkap dan protokol ICU setempat.