Anti nyeri untuk pasien HT, CAD, ACS dan atau CHF - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, ijin bertanya....anti nyeri yg direkomendasikan utk kasus diatas, apa saja ya? Krn kesulitan d faskes 1 : opioid tdk tersedia (resiko jd...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Anti nyeri untuk pasien HT, CAD, ACS dan atau CHF

    Dibalas 1 jam yang lalu
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter, ijin bertanya....anti nyeri yg direkomendasikan utk kasus diatas, apa saja ya? Krn kesulitan d faskes 1 : opioid tdk tersedia (resiko jd ketergantungan jg kan kl ndak salah?), PCT nampaknya bkn analgetik kuat jd pd balik lg krn merasa masih nyeri, kortikosteroid pn kontra (setau saya)...
    Dan apa saja indikasi pemberian aspilet dan atau CPG ya?
    Mhn pencerahannya, TS..  terimakasih

1 jam yang lalu
dr.Nurh Syada
dr.Nurh Syada
Dokter Umum

ALO Dokter
Pilihan analgesik bergantung pada sumber nyeri, pasien dengan riwayat HT, CAD, ACS dan atau CHF perlu dipisahkan dahulu nyeri jantung atau nonjantung.

  • Tanyakan lokasi, onset, penjalaran, hubungan dengan aktivitas, sesak, keringat dingin, dan sinkop. Periksa tanda vital, saturasi, perfusi, serta tanda kongesti; lakukan elektrokardiogram bila tersedia. jika ACS tidak dapat di singkirkan rujuk emergensi untuk evaluasi SKA dan penyebab serius lain.
  • Untuk nyeri nonkardiak pada pasien stabil terapi yang disarankan parasetamol 500–1.000 mg oral tiap 6–8 jam bila perlu, maksimal 3 g/hari pada dewasa, apabila nyeri otot/sendi terlokalisasi dan kondisi jantung stabil, dapat pertimbangkan kompres , modifikasi aktivitas, fisioterapi, dan diklofenak gel 1% pada area kecil, misalnya 2–4 g per aplikasi hingga 4 kali sehari selama beberapa hari, lalu evaluasi.
  • Pada pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK) atau sindrom koroner akut (SKA), OAINS sistemik bukan pilihan rutin ketika parasetamol tidak mempan. Hindari diklofenak oral/suntik pada PJK/riwayat SKA karena dapat meningkatkan risiko kejadian trombotik. Ibuprofen dapat mengganggu efek antiplatelet aspirin. Tidak ada OAINS sistemik yang sepenuhnya aman setelah SKA.
  • Satu pilihan OAINS oral untuk pasien dengan riwayat PJK/SKA yang stabil, naproksen dapat dipertimbangkan sebagai pilihan pengecualian.  Profil risiko kardiovaskularnya relatif lebih baik daripada diklofenak sistemik, tetapi naproksen tetap tidak aman secara mutlak, terutama setelah SKA.
1 jam yang lalu
dr.Nurh Syada
dr.Nurh Syada
Dokter Umum

Indikasi pemberian Aspilet  80 mg dan clopidogrel adalah pencegahan kejadian pembuluh darah akibat aterosklerosis. Pilihan satu obat atau keduanya bergantung pada diagnosis dan waktu kejadian:

  • Penyakit jantung koroner (PJK) stabil: umumnya satu antiplatelet, misalnya aspirin 80 mg sekali sehari. Clopidogrel 75 mg sekali sehari dapat dipertimbangkan sebagai alternatif bila aspirin tidak dapat digunakan.
  • Sindrom koroner akut (SKA) atau setelah pemasangan stent koroner: umumnya memerlukan dua antiplatelet untuk periode tertentu, kemudian beralih ke satu obat. Pada SKA, durasi lazimnya hingga 12 bulan, tetapi dapat dipersingkat atau diubah sesuai risiko perdarahan dan rencana penanganan, terapi diberikan oleh dokter spesialis jantung atau konsultan intervensi 
  • Riwayat stroke iskemik tertentu atau penyakit arteri perifer bergejala: dapat menjadi indikasi satu antiplatelet; pilihan obat mengikuti jenis kejadian dan evaluasi pasien.

Di puskesmas, sebelum memulai atau melanjutkan obat, pastikan diagnosis oleh dokter spesialis jantung atau konsultan intervensi, tanggal SKA/pemasangan stent, instruksi saat pulang dari rumah sakit, serta riwayat perdarahan. Jangan menghentikan salah satu obat pada pasien dengan stent yang masih dalam masa terapi dua antiplatelet tanpa meninjau rencana tersebut.