Selamat sore dokter, izin bertanya pada pasien asthma intermiten serangan ringan selain menggunakan obat-obatan reliefer dengan nebulizer, ketika pasien...
Berapa lama SABA harus diberikan setelah serangan asthma akut teratasi? - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Berapa lama SABA harus diberikan setelah serangan asthma akut teratasi?
Dibalas 13 Juni 2019, 07:55
Anonymous
Dokter Umum
Selamat sore dokter,
izin bertanya pada pasien asthma intermiten serangan ringan selain menggunakan obat-obatan reliefer dengan nebulizer, ketika pasien telah stabil kita berikan Saba. Idealnya berapa lama obat ini diberikan? Kapan harus dievaluasi kembali?
BTK coll
Dibuat 10 Juni 2019, 14:33
12 Juni 2019, 19:38
dr. Samuel, Sp.P, FPCP
Dokter Spesialis Paru
Alo dokter,
Berdasarkan GINA 2019 saat ini penanganan asma lebih ditekankan pd penggunaan terapi kombinasi formoterol-ICS bahkan sejak terapi awal sudah bisa diberikan krn bila hanya diberikan SABA saja sbg reliever, banyak pasien asma yg akhirnya sulit mencapai kondisi terkontrol. Sedangkan guideline sblmnya menyatakan pada pasien asma setelah serangan asma akut maka disamping reliever spt SABA yg dipakai bila sesak tetapi jg hrs diberikan controller dg kombinasi LABA-ICS. Evaluasi asma dilakukan setiap 3 bulan shg terapi bisa disesuaikan dg kondisi pasien. Bisa ditingkatkan, bisa jg diturunkan sesuai dg step terapi di GINA. Terima kasih.
Berdasarkan GINA 2019 saat ini penanganan asma lebih ditekankan pd penggunaan terapi kombinasi formoterol-ICS bahkan sejak terapi awal sudah bisa diberikan krn bila hanya diberikan SABA saja sbg reliever, banyak pasien asma yg akhirnya sulit mencapai kondisi terkontrol. Sedangkan guideline sblmnya menyatakan pada pasien asma setelah serangan asma akut maka disamping reliever spt SABA yg dipakai bila sesak tetapi jg hrs diberikan controller dg kombinasi LABA-ICS. Evaluasi asma dilakukan setiap 3 bulan shg terapi bisa disesuaikan dg kondisi pasien. Bisa ditingkatkan, bisa jg diturunkan sesuai dg step terapi di GINA. Terima kasih.
10 Juni 2019, 14:58
dr. Andre
Dokter Umum
Alo dokter Anon!
Alomedika punya artikel terkait pertanyaan dokter lho. Silahkan dibaca di link berikut ini:
https://www.alomedika.com/yang-baru-dari-gina-2018
Nah, dari pedoman terbaru tersebut, Short-acting beta agonists (SABA) justru hanya disarankan sebagai reliever saja, bukan untuk digunakan secara rutin. Untuk controllernya sendiri menggunakan step-wise approach, mulai dari inhaled corticosteroid dosis rendah hingga tiotroprium dan kortikosteroid oral.