Diagnosis Vulvodinia
Diagnosis vulvodinia ditegakkan secara eksklusi, dimulai dengan anamnesis mengenai durasi nyeri, riwayat seksual, alergi, infeksi berulang, penggunaan kontrasepsi oral, serta gejala terkait seperti disfungsi dasar panggul atau nyeri punggung bawah. Pemeriksaan fisik meliputi inspeksi vulva, uji cotton swab untuk menilai alodinia dan memetakan distribusi nyeri, serta pemeriksaan dasar panggul untuk menilai hipertonisitas atau tender point.
Infeksi vulvovaginal, dermatosis, dan sumber nyeri lain harus disingkirkan. Biopsi atau evaluasi muskuloskeletal dapat dipertimbangkan pada kasus refrakter untuk menyingkirkan penyebab lain sebelum menegakkan diagnosis vulvodinia.[2,9]
Anamnesis
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)