Etiologi Sindrom Zollinger-Ellison
Etiologi utama terjadinya sindrom Zollinger-Ellison adalah akibat gastrinoma atau tumor yang mensekresi gastrin pada duodenum atau pankreas. Sebagian besar gastrinoma yang mengakibatkan sindrom Zollinger-Ellison bersifat sporadis, sedangkan sisanya terkait dengan MEN-1.[3]
Gastrinoma pada Sindrom Zollinger-Ellison
Pada gastrinoma sporadis, pertumbuhan tumor disebabkan oleh mutasi somatik (didapat). Gen yang paling sering terlibat meliputi:
- Gen MEN-1 (30-44% kasus): Mutasi inaktivasi pada gen MEN-1 atau hilangnya heterozigositas (LOH) pada lokus 11q13 merupakan kelainan yang paling sering ditemukan. Protein MENIN yang terganggu memengaruhi berbagai jalur, termasuk perbaikan DNA, modifikasi kromatin, dan regulasi siklus sel.
- Gen DAXX/ATRX (25-40%): Mutasi pada gen yang mengkode kompleks remodeling kromatin ini sering terjadi dan berkorelasi dengan prognosis yang lebih buruk serta pola garis keturunan sel alfa.
- Jalur mTOR (15-54%): Mutasi pada gen jalur ini (misalnya PTEN, TSC1/2) mengaktifkan sinyal proliferasi dan pertumbuhan sel.
- Alterasi Kromosom: Sering terjadi kehilangan alel (1p, 3p, 11q) dan perolehan kromosom (17q, 7q) yang terakumulasi seiring progresi tumor.
- Mutasi Lain: Gen penekan tumor klasik seperti p53 dan Rb jarang mengalami mutasi, namun jalurnya sering terganggu secara fungsional.[5]
Di lain pihak, sindrom Zollinger-Ellison terkait MEN-1 disebabkan oleh mutasi germline (diturunkan) pada:
- Gen MEN-1: Semua pasien membawa satu salinan gen MEN-1 yang bermutasi sejak lahir. Perkembangan tumor terjadi ketika salinan normal (wild-type) kedua hilang (LOH) atau mengalami mutasi, sehingga fungsi MENIN sebagai penekan tumor hilang total.
- Asal-usul Sel Spesifik (Duodenum): Pada MEN-1/ZES, gastrinoma duodenum muncul melalui proses hiperplasia sel G yang progresif, berbeda dengan gastrinoma duodenum sporadis yang tidak melalui jalur ini.
- Gen Lain: Mutasi pada DAXX/ATRX dan jalur mTOR juga dapat terjadi dan berkontribusi pada progresi tumor, serupa dengan kasus sporadis.[5,8,9]
Faktor Risiko
Faktor risiko tersering untuk sindrom Zollinger-Ellison adalah mutasi genetik, karena sebagian besar kasus (75%) bersifat sporadis tanpa penyebab genetik yang jelas, faktor lingkungan atau somatik berperan. Sekitar 20-30% pasien memiliki MEN-1 (autosomal dominan), sehingga faktor risiko terkait riwayat keluarga dengan MEN-1, hiperparatiroidisme, nefrolitiasis, atau gastrinoma meningkatkan risiko sindrom Zollinger-Ellison.[8]
Sindrom Zollinger-Ellison sporadis biasanya didiagnosis pada usia 50-70 tahun, MEN-1/ZES muncul satu dekade lebih awal (rata-rata usia 43 tahun). Terdapat sedikit predominansi pria, dengan rasio pria:wanita sekitar 1,3:1.[7]