Apakah autoimun bisa kembali seperti semula? - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO Dokter. Saya ada pasien (bukan pasien saya tp pasien dokter spesialis lain) dia bilang dia terkena autoimun sejak 1 tahun dari hasil lab Lumbal Pungsi...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apakah autoimun bisa kembali seperti semula?

    Dibalas 05 Juli 2026, 09:07

    ALO Dokter. Saya ada pasien (bukan pasien saya tp pasien dokter spesialis lain) dia bilang dia terkena autoimun sejak 1 tahun dari hasil lab Lumbal Pungsi (ga tau apa namanya tp kata dokter lain dia lebih ke ataksia, dokter neurologis lain bilang Miller Fisher Syndrome). Hasil lab darah yg tidak normal hanya HB katanya 11 gitu, sisanya normal (HIV negatif, Hbsag negatif, dll). Hasil MRI otak dgn kontras ditemukan pengecilan pd cerebellum. Penampilan umumnya seperti orang muda normal, katanya usia 27 tahun, perempuan. Gejalanya pandangan kedua mata goyang saat duduk, berdiri dan jalan. Omongannya lebih lambat, berdiri dgn 1 kaki tdk bisa, romberg test positif. Berjalan masih bisa tapi harus ditemani, BAB dan BAK tidak ada keluhan. Menteruasinya rutin setiap bulan selama 6-7 hari. Saat itu dia datang ke saya karna susah tidur tidak tau sejak kapan. Dia nangis2 ke saya karna tiba2 kena autoimun ini. Dia tidak bisa kerja, tidak bisa menulis dan mewarnai kayak orang normal pada umumnya, tidak bisa lari pagi lagi, dan tidak bisa curhat ke siapa2. Ke saya saja dia harus cerita 2x. Dia juga dokter dan baru selesai Internship. Dia tidak berani tanya ke dokter yg merawatnya karna setiap kali dia cari di google, alodokter, alomedika, dll apakah autoimun bisa sembuh, hasilnya selalu tidak bisa 100% sembuh, hanya bisa dikontrol dgn latihan, obat, dan makan gluten free. Dalam arti dia dia akan selamanya seperti itu walau ada satu gejalanya yang hilang. Saya dokter umum, bukan spesialis. Saya tidak tau harus bilang apa selain kasih resep obat untuk gejalanya dan saran ke psikolog atau psikiater. Katanya sebentar lagi usianya mau 28. Selama hidupnya dia ga pernah kena penyakit parah. Saya kepikiran sama pasien ini karena dia masih muda, belum menikah sama kayak saya. Dia juga cantik. Dia merasa sedih sejak kena penyakit ini. Dia bilang dia pernah mau bunuh diri dengan mengiris lehernya dengan pisau tapi dihentikan sama keluarganya. Dia cerita dia kena autoimun ini sejak makan daging yg ternyata masih mentah dan makan es krim di pinggir jalan. Dia juga belum menikah, dia juga bertanya apakah autoimun bisa diturunkan jika dia punya anak nanti. Tapi dia tidak yakin ada yg mau menikah dengan orang berpenyakit kayak dia. Jika saya ketemu sama dia lagi, saya harus bilang apa sama dia? Terima kasih sebelumnya.

05 Juli 2026, 09:07
Dok, saya membaca cerita dokter ini jadi ikut sedih ☹️
Saya rasa, dengan dokter mau mendengarkan cerita sejawat tsb saja pasti sudah melipur lara beliau.
Mengenai apakah autoimun bisa sembuh, memang sepengetahuan saya masih belum tetapi penyakit bisa dikendalikan sehingga kualitas hidup pun akan membaik.
Mengenai apa yang bisa dikatakan kepada sejawat tersebut menurut saya ada beberapa hal yang bisa disampaikan:
- Yang paling penting mungkin adalah menekankan bahwa penyakit yang beliau alami tidak mengurangi nilai dirinya sebagai pribadi maupun sebagai dokter.
- Walaupun mungkin bisa terdengar sebagai omongan kosong, menurut saya kita bisa berusaha meyakinkan beliau bahwa banyak orang dengan penyakit kronis/autoimun yang tetap bisa berkontribusi dan dicintai. Banyak orang dengan penyakit autoimun tetap bisa menjalani hidup bermakna, bahkan menemukan pasangan yang menerima mereka apa adanya (mungkin kalo punya kenalan, dokter bisa berikan contoh nyata pada beliau)
- Lalu, beliau bisa disarankan untuk mencari komunitas pasien autoimun agar  merasa tidak sendirian. Bagaimanapun, kadang sharing dengan teman seperjuangan lebih bisa memberi semangat.
Semoga membantu ya, dok. Doa saya bersama teman dokter tsb, semoga beliau bisa merasa lebih baik.
04 Juli 2026, 11:39
Saya lupa menambahkan, dia punya gejala kedua tangan suka gemetar setiap kali digerakkan, tangan kanan gemetar lebih parah daripada kiri. Tapi tidak ada kelemahan otot di keempat ekstremitas. Kedua kaki tidak ada keluhan gemetar. Jika ada pertanyaan, silahkan tanyakan saja, saya usahakan jawab sebisa saya ingat. Terima kasih sebelumnya.