Alo dokter, izin bertanya ada pasien bayi usia 1 bulan 8 hari. Keluhan 3 hari ini sering meneran sampai menangis tampak seperti kesakitan dan gumoh. Bab yang...
Konstipasi pada bayi berusia 5 minggu atau 1 bulan 8 hari - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Konstipasi pada bayi berusia 5 minggu atau 1 bulan 8 hari
Alo dokter, izin bertanya ada pasien bayi usia 1 bulan 8 hari. Keluhan 3 hari ini sering meneran sampai menangis tampak seperti kesakitan dan gumoh. Bab yang keluar sedikit konsistensi padat dan agak kering, frekuensi jarang dari biasanya. Mohon saran terapi yang bisa diberikan untuk bayi tersebut dok
Terima kasih sebelumnya
ALO Dokter.
Sembelit pada bayi usia 5 minggu bukanlah hal yang umum. Untuk bayi usia 5 minggu, perlu mempertimbangkan beberapa kondisi dan juga menilai kondisi keseluruhan bayi termasuk
- status hidrasi (jumlah popok basah per hari dan pergantian popok terbaru )
- pertumbuhan sejak lahir (klarifikasi berat lahir dan bandingkan dengan berat badan saat ini),
- durasi dan frekuensi pemberian ASI
- kesulitan dalam pemberian makan.
Pertama, bedakan diskezia bayi dari sembelit. Diskezia bayi adalah kondisi perkembangan jinak dengan ciri-ciri berikut: usia < 6 bulan, pemberian ASI eksklusif, mengejan/menangis/menggerutu atau memerah selama 10-30 menit sebelum buang air besar, tinja lunak atau encer saat akhirnya keluar.
Sembelit adalah tinja keras dan seperti pelet, atau fisura anal berdarah dengan tinja keras. Ingat, frekuensi buang air besar normal pada bayi yang disusui dapat bervariasi dari beberapa kali sehari hingga setiap beberapa hari, jadi frekuensi yang rendah bukanlah diagnosis pasti.
Jika tinja keras, maka perlu mengevaluasi hal-hal berikut:
1. Kapan bayi mengeluarkan mekonium <48 jam (normal) atau >48 jam?
2. Apakah ada distensi abdomen?
3. Apakah ada muntah, terutama muntah berwarna hijau (empedu)?
4. Apakah pertambahan berat badan normal?
Jika salah satu dari hal-hal berikut abnormal pada bayi usia 5 minggu dengan feses keras, maka perlu mempertimbangkan diagnosis banding: Penyakit Hirschsprung. Penyakit ini lebih mengkhawatirkan karena:
- Gejala dimulai sangat dini
- Terdapat konstipasi sejati
- Pemberian ASI eksklusif biasanya menghasilkan feses lunak
Petunjuk klasik:
- Mekonium tertunda >48 jam
- Perut kembung progresif
- Buang air besar jarang
- Feses eksplosif setelah pemeriksaan rektal
Hipotiroidisme kongenital, pertimbangkan jika terdapat:
- Ikterus berkepanjangan
- Lesu
- Lidah besar
- Susu makan buruk
- Hipotonia
Dehidrasi / asupan tidak adekuat dapat menyebabkan feses keras:
- Popok basah lebih sedikit
- Penurunan berat badan atau pertumbuhan yang buruk
- Pemberian ASI yang tidak efektif
- Penilaian pemberian makan mungkin bermanfaat
Penyebab anatomis yang kurang umum:
- Stenosis anus
- Kelainan anorektal lainnya
Apa yang akan saya lakukan secara klinis?
Bayi berusia 1 bulan yang hanya diberi ASI eksklusif dan mengalami feses padat berbentuk pelet harus diperiksa oleh dokter anak.
Evaluasi biasanya meliputi:
- Riwayat lengkap (terutama waktu keluarnya mekonium)
- Tinjauan grafik pertumbuhan
- Penilaian pemberian makan
- Pemeriksaan perut
- Inspeksi anus
- Tinjauan skrining bayi baru lahir
Jika kekhawatiran tetap ada, investigasi lebih lanjut mungkin meliputi:
- Enema kontras
- Tes tiroid
- Rujukan ke dokter anak atau bedah anak jika diduga Hirschsprung\Penanganan sambil menunggu penilaian
- Lanjutkan pemberian ASI eksklusif
- Jangan menggunakan stimulasi rektal, supositoria, atau enema secara rutin tanpa saran medis.
- Pastikan pemberian makan efektif dan sering.
Perlu dicatat juga: ASI tidak mengandung serat, jadi serat dalam makanan ibu tidak dapat berpengaruh langsung.
ASI manusia terutama terdiri dari:
- Air
- Laktosa (gula susu)
- Lemak
- Protein
- Oligosakarida ASI/ Human Milk Oligosaccharides (HMO)
- Vitamin dan mineral
Saran diet untuk ibu menyusui: minumlah sesuai kebutuhan (tidak ada bukti bahwa asupan air berlebihan meningkatkan produksi ASI). Konsumsi makanan seimbang dengan:
- Buah-buahan
- Sayuran
- Biji-bijian utuh
- Sumber protein (ikan, telur, daging, tahu, tempe, kacang-kacangan)
- Lemak sehat
- Lanjutkan mengonsumsi vitamin prenatal/postnatal jika dianjurkan
Pada dasarnya untuk anak bayi apalagi masih tahap usia ASI Eksklusif , apa yang dikonsumsi bayi itu pada dasarnya sama dengan apa yang dikonsumsi oleh Ibu nyaJika konsistensi feses pada bayi tersebut keras bahkan harus mengejan sampai kesakitan. Boleh dibantu modifikasi diet pada ibunya, seperti membatasi makan makanan yang tinggi akan serat, dan cenderung disarankan untuk mengonsumsi buah buahan tinggi akan air seperti semangka, jeruk, dan lainnya serta mengonsumsi sayur-sayuran, dan intake air yang cukup.Apabila dengan modifikasi tersebut tidak berhasil, dan perut anak semakin membesar atau bahkan muncul tanda tanda bahaya seperti perut kembung, demam tinggi, muntah hebat disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.Semoga membantu 🙏