Dampak Malnutrisi pada Ibu dan Janin

Oleh :
dr. William Alexander Setiawan, SpOG

Kehamilan adalah fase fisiologis yang meningkatan kebutuhan gizi, terutama mikronutrien yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu. Perubahan metabolisme, peningkatan volume plasma, dan kebutuhan pembentukan jaringan baru menyebabkan ibu hamil rentan mengalami defisiensi mikronutrien bila asupan tidak mencukupi. Kondisi ini membawa dampak malnutrisi ibu dan janin yang serius.[1]

Malnutrisi mikronutrien sering dijumpai di negara berkembang seperti Indonesia. Zat besi, asam folat, vitamin D, vitamin A, zinc, dan kalsium merupakan beberapa mikronutrien yang paling sering mengalami defisiensi selama kehamilan. Defisiensi ini dikaitkan dengan risiko komplikasi seperti anemia, preeklamsia, kelahiran prematur, serta berat badan lahir rendah.[2]

Data Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 mencatat prevalensi anemia pada ibu hamil mencapai hampir 49%, dengan defisiensi zat besi dan folat sebagai penyebab utama. Sementara itu, studi global memperkirakan lebih dari 60% ibu hamil di Asia Tenggara mengalami defisiensi vitamin D, yang juga berdampak pada luaran kehamilan.[3,4]

Referensi