Penggunaan dental floss atau benang gigi secara rutin dapat mencegah periodontitis dan karies gigi dengan menghilangkan plak serta sisa makanan dari area interdental yang tidak dapat dijangkau secara efektif oleh sikat gigi. Akumulasi plak di sela-sela gigi menjadi tempat berkembangnya bakteri patogen yang memicu inflamasi gingiva. Apabila tidak dibersihkan, kondisi ini dapat berkembang dari gingivitis menjadi periodontitis.
Selain itu, plak yang mengandung bakteri kariogenik akan memfermentasi karbohidrat menjadi asam yang menyebabkan demineralisasi email, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya karies, terutama pada permukaan proksimal gigi. Dengan mengurangi akumulasi biofilm interdental, dental floss membantu menurunkan beban bakteri, terutama bila penggunaannya dikombinasikan dengan penyikatan gigi menggunakan pasta gigi berfluorida.[1-4]
Sikat gigi merupakan salah satu upaya untuk membersihkan plak gigi. Namun, sikat gigi hanya dapat menghilangkan plak supragingiva atau pada permukaan superfisial gigi, sehingga diperlukan alat pembersih tambahan untuk menjangkau semua permukaan gigi, seperti sikat interdental, irrigator oral, serta yang paling umum digunakan adalah dental floss. Alat- alat tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pembersihan gigi.[4]
Dental Floss (Benang Gigi)
Flossing dengan dental floss adalah upaya yang paling dianjurkan untuk memaksimalkan proses pembersihan gigi dan gusi. Dental floss bermanfaat untuk membersihkan plak interdental. Dental floss yang beredar di pasaran memiliki beberapa tipe, yaitu waxed atau unwaxed, aromatik atau non-aromatik, serta dengan pegangan atau tanpa pegangan.
Dental floss yang mengandung wax, direkomendasikan untuk orang dengan kondisi kontak interproksimal yang sangat rapat. Sementara itu, untuk gigi dengan kondisi kontak yang normal direkomendasikan memakai floss tanpa wax agar memudahkan gerak benang ke area interdental. Ada juga dental floss yang memungkinkan untuk membersihkan area gigi yang memakai kawat gigi atau menggunakan gigi palsu.[5-8]
Pembersihan interdental dengan dental floss paling efektif dilakukan 2 kali/hari, yaitu setelah sikat gigi pagi hari atau setelah makan siang, serta malam hari sebelum tidur. Cara melakukan pembersihan area interdental dengan menggunakan dental floss adalah:
- Arahkan benang dental floss ke celah gigi atau interdental.
- Kemudian, gerakkan benang ke atas dan ke bawah permukaan interdental sambil mengangkat plak di interdental.
- Perlu diperhatikan agar gerakan tersebut dilakukan secara perlahan agar tidak melukai area gusi di interdental, dan gerakan dilakukan beberapa kali.
- Penggunaan dental floss oleh anak-anak sebaiknya dipandu orangtua atau orang dewasa.[5-8]
Sebuah uji klinis mengindikasikan bahwa melakukan flossing sebelum menyikat gigi dapat menghilangkan plak gigi lebih baik dibandingkan jika melakukan flossing setelah menyikat gigi. Walau demikian, perlu dicatat bahwa studi tersebut memiliki jumlah sampel yang kecil dan masih perlu dikonfirmasi dengan penelitian lebih lanjut.[1]
Pengaruh Flossing Terhadap Risiko Penyakit Periodontal
Plak merupakan lapisan biofilm bakteri yang menjadi penyebab penyakit kronis gingiva maupun periodontal. Periodontitis merupakan kondisi penyakit kronis yang ditandai dengan inflamasi pada gingiva serta jaringan penyangga gigi. Pada sekitar 45% orang dewasa, penyakit periodontall menjadi penyebab utama kegoyangan pada gigi.[9]
Faktor risiko periodontitis adalah usia di atas 30 tahun, kebiasaan merokok, diabetes yang tidak terkontrol, dan tingkat sosioekonomi yang rendah. Selain itu, kebiasaan dan kebersihan rongga mulut, termasuk frekuensi kunjungan ke dokter gigi untuk melakukan dental check-up, juga berpengaruh.[6,9]
Suatu studi cross-sectional menggunakan National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) menunjukkan bahwa untuk mencapai kebersihan gigi dan mulut yang optimal, tidak hanya dengan menyikat gigi melainkan juga harus ditambah membersihkan interdental, salah satunya adalah dengan flossing. Rutin melakukan flossing 2-4 hari/minggu dapat menjaga kesehatan jaringan periodontal dan mencegah periodontitis.[9]
Penambahan kebiasaan flossing selain menyikat gigi diketahui dapat menurunkan risiko periodontitis dan gingivitis dibandingkan hanya membersihkan rongga mulut dengan menyikat gigi saja. Pada suatu studi dengan 582 partisipan yang dibagi menjadi 2 kelompok yang hanya menyikat gigi dan kelompok yang menyikat gigi dan menambahkan flossing, terbukti kelompok yang menambahkan flossing mengalami penurunan Loe-Silness gingivitis index sebesar 3 kali lipat.[10]
Pengaruh Flossing Terhadap Risiko Karies Gigi
Karies gigi merupakan penyakit yang diinisiasi oleh bakteri dari plak gigi. Pencegahan karies gigi adalah dengan menjaga kebersihan rongga mulut melalui kontrol plak. Rutin membersihkan gigi dengan sikat gigi hanya dapat membersihkan plak pada supragingiva. Meski begitu, sikat gigi tidak dapat menjangkau area interdental, terutama pada kondisi pit dan fissure yang dalam serta ruang interdental yang sempit.
Selain itu, diketahui bahwa plak pada permukaan interdental gigi bersifat lebih acidogenic dibandingkan area permukaan gigi lain. Oleh karena itu, pembersihan area interdental sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko karies gigi.[11]
Suatu penelitian dengan 808 partisipan usia 4-13 tahun memaparkan bahwa pada kasus gigi anak dengan risiko karies yang tinggi, pembersihan dengan sikat gigi ditambah flossing akan mengurangi risiko karies proksimal gigi. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan merawat rongga mulut dengan sikat gigi dan dental floss harus ditanamkan sejak dari masa kanak-kanak.[3]
Dalam sebuah studi pada orang dewasa, dilaporkan bahwa pasien yang melakukan flossing memiliki karies gigi yang lebih sedikit. Selain itu, pasien lansia yang melakukan flossing juga memiliki kehilangan gigi yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak melakukan flossing rutin.[12]
Kesimpulan
Kebersihan rongga mulut dapat lebih optimal dengan mengombinasikan kebiasaan menyikat gigi rutin dengan membersihkan area interdental menggunakan dental floss. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kebiasaan melakukan flossing efektif menurunkan plak gigi, sehingga akan menurunkan risiko terbentuknya karies gigi dan penyakit periodontal.
Flossing dianjurkan untuk dilakukan 2-4 hari/minggu, atau semakin sering semakin baik. Penambahan kebiasaan melakukan dental flossing terhadap menyikat gigi untuk merawat rongga mulut harus ditanamkan dari masa anak-anak hingga dewasa.
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha
