Prognosis Ileus Paralitik
Prognosis ileus paralitik umumnya baik, di mana sejumlah besar pasien dapat mengalami resolusi gejala dengan sendirinya. Namun, ileus paralitik juga dapat berkembang hingga menjadi penyakit yang fatal, dengan komplikasi terberat berupa sindroma kompartemen abdomen yang memerlukan operasi segera.[1,3,7,19]
Komplikasi
Komplikasi ileus paralitik terutama berkaitan dengan stasis dan distensi gastrointestinal yang berkepanjangan. Akumulasi gas dan cairan dapat menyebabkan distensi abdomen, mual, muntah, gangguan asupan nutrisi, serta dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, terutama hipokalemia.
Stasis usus yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebih dan translokasi bakteri, yang berpotensi memperburuk respons inflamasi dan meningkatkan risiko infeksi. Pada kondisi yang berat, distensi lambung akut dapat menyebabkan aspirasi isi lambung dan komplikasi pulmoner, sedangkan distensi kolon yang berat pada sindrom Ogilvie dapat menyebabkan iskemia atau perforasi kolon.
Ileus paralitik pascaoperasi yang menetap juga dapat menyebabkan peningkatan lama rawat inap, imobilisasi, peningkatan katabolisme akibat gangguan nutrisi, serta peningkatan risiko komplikasi paru dan infeksi nosokomial.[1,3,7,19]
Tabel 1. Spektrum Komplikasi Sistemik pada Pasien dengan Ileus dan Hipertensi Intra Abdomen.
| Gangguan Fungsi Organ | Gejala |
| Traktus Gastrointestinal | Refluks gaster, sekuestrasi cairan, pertumbuhan bakteri, translokasi bakteri, distensi abdomen, penurunan aliran darah mesenterik |
| Sistem Kardiovaskular | Penurunan curah jantung, penurunan kontraktilitas, peningkatan resistensi vaskuler sistemik, peningkatan tekanan vena sentral, peningkatan pulmonary capillary wedge pressure |
| Sistem Pernafasan | Peningkatan tekanan intratoraks, peningkatan tekanan alveolus, penurunan komplians paru, penurunan rasio paO2/FiO2, peningkatan respiratory effort |
| Hepar | Menurunkan perfusi hepar, penurunan aliran darah vena portal, penurunan fungsi hepar |
| Sistem Ginjal | Penurunan aliran darah renal, penurunan glomerular filtration rate, penurunan output urin |
| Sistem Saraf Pusat | Peningkatan tekanan intrakranial, penurunan perfusi serebral, penurunan curah vena serebral, penurunan fungsi serebral |
Prognosis
Prognosis ileus paralitik umumnya baik. Fungsi ileum dapat kembali normal dalam 0-24 jam, diikuti oleh gaster dalam 24-48 jam, dan kolon dalam 48-72 jam.
Mortalitas akibat penyakit ini jarang ditemukan. Meski begitu, pernah dilaporkan adanya kematian pada pasien berusia 60 tahun yang mengalami ileus paralitik akibat konsumsi antipsikotik seperti quetiapine dan clozapine.[1-3,7,25]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha