Patofisiologi Leukorrhea
Secara patofisiologi, leukorrhea atau keputihan terjadi akibat peningkatan produksi sekret vagina yang berasal dari kelenjar serviks, transudasi dinding vagina, dan deskuamasi epitel, yang dipengaruhi oleh hormon dan keseimbangan flora normal vagina. Pada kondisi inflamasi atau infeksi, ekosistem vagina dan integritas mukosa terganggu, sehingga meningkatkan permeabilitas vaskular, produksi eksudat, serta perubahan karakter sekret vagina.[1-12]
Kondisi Fisiologis (Leukorrhea Fisiologis)
Leukorrhea fisiologis pada wanita usia produktif ditandai dengan keluarnya discar vagina sebanyak kurang lebih 1–4 ml dalam 24 jam. Pada umumnya, leukorrhea ini bening (transparan) atau putih hingga kekuningan, serta tidak berbau. Pada kondisi tinggi estrogen, seperti pada ibu hamil atau saat terjadi ovulasi, leukorrhea fisiologis dapat keluar lebih banyak.[1,3]
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)