Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Leukorrhea general_alomedika 2025-12-26T08:48:55+07:00 2025-12-26T08:48:55+07:00
Leukorrhea
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan e-Prescription

Patofisiologi Leukorrhea

Oleh :
dr. Nathania S. Sutisna
Share To Social Media:

Secara patofisiologi, leukorrhea atau keputihan terjadi akibat peningkatan produksi sekret vagina yang berasal dari kelenjar serviks, transudasi dinding vagina, dan deskuamasi epitel, yang dipengaruhi oleh hormon dan keseimbangan flora normal vagina. Pada kondisi inflamasi atau infeksi, ekosistem vagina dan integritas mukosa terganggu, sehingga meningkatkan permeabilitas vaskular, produksi eksudat, serta perubahan karakter sekret vagina.[1-12]

Kondisi Fisiologis (Leukorrhea Fisiologis)

Leukorrhea fisiologis pada wanita usia produktif ditandai dengan keluarnya discar vagina sebanyak kurang lebih 1–4 ml dalam 24 jam. Pada umumnya, leukorrhea ini bening (transparan) atau putih hingga kekuningan, serta tidak berbau. Pada kondisi tinggi estrogen, seperti pada ibu hamil atau saat terjadi ovulasi, leukorrhea fisiologis dapat keluar lebih banyak.[1,3]

Referensi

1. Spence D, Melville C. Vaginal discharge. BMJ, 2007;335(7630):1147-1151.
2. Geer K MD, MPH, Klega A MD. Vaginitis: Diagnosis and Treatment. Am Fam Physician. 2025 Nov;112(5):504-512.
3. Gomez-lobo V. Assessment of vaginal discharge. BMJ Best Practice. 2025. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/510
4. Bagnall P, Rizzolo D. Bacterial vaginosis: a practical review. Journal of American Academy of Physician Assistants, 2017;30(12):15-21.
5. Dovnik A, Golle A, Novak D, et al. Treatment of vulvovaginal candidiasis: a review of the literature. Acta Dermatovenerologica, 2015;24:5 – 7.
6. Jeanmonod R, Jeanmonod D. Candidiasis, Vaginal (Vulvovaginal Candidiasis). In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459317/
7. Malthora M, Sood S, Mukherjee A, et al. Genital chlamydia trachomatis: an update. Indian J Med Res, 2013;138(3):303-316
8. Darville T, Hilke TJ. Pathogenesis of genital tract disease due to chlamydia trachomatis. J of Infectious Dis, 2010;201(S2):S114-S125
9. Hill SA, Masters TL, Wachter J. Gonorrhea – an evolving disease of the new millennium. Microb cell, 2016;3(9):371-389
10. Walker CK, Sweet RL. Gonorrhea infection in women: prevalence, effects, screening and management. Int J Womens Health, 2011;3:197-206
11. Kissinger P. Trichomonas vaginalis: a review of epidemiologic, clinical and treatment issues. BMC Infect Dis, 2015;15:307
12. Mercer F, Johnson PJ. Trichomonas vaginalis: pathogenesis, symbiont interactions, and host cell immune responses. Trends in parasitology, 2018;34(8):683-693

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Pendahuluan Leukorrhea
Etiologi Leukorrhea

Artikel Terkait

  • Pemberian Probiotik pada Bacterial Vaginosis
    Pemberian Probiotik pada Bacterial Vaginosis
  • Bahaya Penggunaan Douche Vagina
    Bahaya Penggunaan Douche Vagina
  • Perbandingan Efikasi Antifungal Peroral dan Intravaginal pada Kandidiasis Vulvovaginal Nonkomplikata
    Perbandingan Efikasi Antifungal Peroral dan Intravaginal pada Kandidiasis Vulvovaginal Nonkomplikata
  • Pendekatan Diagnosis pada Kasus Pruritus Vulva
    Pendekatan Diagnosis pada Kasus Pruritus Vulva
  • Peran Povidone Iodine sebagai Antiseptik untuk Menjaga Kesehatan Area Kewanitaan
    Peran Povidone Iodine sebagai Antiseptik untuk Menjaga Kesehatan Area Kewanitaan

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 05 Januari 2026, 11:51
Apakah ada terapi lain untuk candidiasis vulva?
Oleh: Anonymous
4 Balasan
ALO Dokter. selamat pagi dokter ijin berdiskusi pasien perempuan 30 tahun keluhan gatal pada kemaluan dekat area klitoris sejak agustus 2025 tidak tampak...
Anonymous
Dibalas 06 Juni 2025, 19:27
Candidosis Vulvovaginalis dari PERDOSKI
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Maaf saya izin buka diskusi saja, Saya Melihat dari PERDOSKI terbaru bahwa candidosis Vulvovaginalis masuk dalam kategori Infeksi menular seksual dan terapi...
Anonymous
Dibalas 07 Maret 2025, 11:11
Efektivitas tatalaksana candidiasis oral pasien HIV
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter mau tanya. Pasien hiv dgn candidiasis oral lebih efektif mana pake obat nistatin tab atau nistatin suspensi yaa ts ? Mohon pencerahannya

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.