Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Melioidosis annisa-meidina 2025-08-26T09:53:08+07:00 2025-08-26T09:53:08+07:00
Melioidosis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Melioidosis

Oleh :
dr. Putri Kumala Sari
Share To Social Media:

Etiologi melioidosis adalah Burkholderia pseudomallei, yaitu basil gram-negatif motil dan oksidase-positif, yang bersifat saprofitik. Bakteri ini terutama ditemukan di tanah basah atau lembap, tetapi bisa bertahan hidup di kondisi lingkungan ekstrem.[1,2]

Burkholderia pseudomallei tetap hidup dalam kondisi kekurangan nutrisi, lingkungan asam (pH <4,5), suhu bervariasi 24-32°C, dan bahkan tanah dengan kadar air rendah. Kemampuan bertahan hidup yang tinggi ini memungkinkan B. pseudomallei untuk menetap di lingkungan selama berbulan-bulan, terutama setelah hujan.[1,2]

Bakteri B. pseudomallei memiliki komponen lipopolisakarida, polisakarida kapsular, dan flagela di permukaan selnya, yang berperan sebagai faktor virulensi. Struktur bakteri memungkinkannya masuk ke dalam sel host, bertahan hidup, dan bereplikasi secara intraseluler.[4,5]

Faktor Risiko

Meskipun melioidosis dapat terjadi pada individu tanpa komorbiditas, sebagian besar kasus klinis berkaitan dengan kondisi medis tertentu (faktor host) atau faktor lingkungan yang meningkatkan risiko paparan Burkholderia pseudomallei.[1,3,4]

Faktor risiko host meliputi:

  • Diabetes mellitus (diabetes tidak terkontrol meningkatkan risiko hingga 12 kali)

  • Alkoholisme
  • Penyakit ginjal kronis dan batu ginjal

  • Penyakit paru kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), fibrosis kistik, dan bronkiektasis
  • Penyakit jantung kronis, termasuk gagal jantung

  • Penyakit hati kronis
  • Talasemia
  • Kanker, terutama pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi
  • Penggunaan kortikosteroid jangka panjang atau terapi imunosupresif lainnya
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Kebiasaan merokok[1-3]

Faktor risiko yang berkaitan dengan aktivitas dan lingkungan, antara lain:

  • Paparan langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi, seperti aktivitas berkebun, bertani, bekerja konstruksi, berjalan di genangan air, berenang di danau atau sungai, dan kondisi banjir
  • Perjalanan ke wilayah endemik
  • Konsumsi air yang tidak terjamin kebersihannya[1-3]

Referensi

1. Centers for Disease Control and Prevention. Melioidosis. 2024. https://www.cdc.gov/melioidosis/hcp/clinical-overview/index.html
2. Karunanayake P. Melioidosis: clinical aspects. Clin Med (Lond). 2022 Jan;22(1):6-8. doi: 10.7861/clinmed.2022-0014
3. Northern Territory Government. NT Melioidosis Guideline. 2024.

Patofisiologi Melioidosis
Epidemiologi Melioidosis
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 12 jam yang lalu
Diet yang tepat untuk hiperurisemia? - Temukan jawabannya di e-course berSKP "Hiperurisemia: Dari Diagnosis hingga Terapi Medik Gizi"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Asam urat tinggi, langsung suruh pasien pantang makanan tinggi purin? Apakah sesederhana itu?Hiperurisemia sering tidak bergejala, tetapi dapat...
Anonymous
Dibalas 15 Oktober 2026, 16:25
Konsul wanita umur 47 th keluhan menstruasi sudah lebih 1 bulan dan deras
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Siang dokterIzin konsul wanita umur 47th keluhan menstruasi sudah lebih 1bln sudah minum obat regumen , haid berenti tetapi abis obat 5hr haid nya deras...
dr.Nurh Syada
Dibalas 13 jam yang lalu
Peresepan 10 Obat untuk Pasien Penyakit Jantung yang Terserang ISPA: Bisakah AI Bantu Cek Keamanannya?
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter.Seorang pasien dengan penyakit jantung rutin mengonsumsi 5 obat setiap hari. Suatu hari, pasien datang dengan keluhan batuk, pilek, dan demam,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.