Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Pyridoxine general_alomedika 2026-09-10T13:27:10+07:00 2026-09-10T13:27:10+07:00
Pyridoxine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Pyridoxine

Oleh :
dr. DrRiawati MMedPH
Share To Social Media:

Farmakologi pyridoxine atau vitamin B6 adalah sebagai kofaktor atau koenzim dalam metabolisme asam amino, glukosa, dan lipid.[1,3]

Farmakodinamik

Pyridoxine merupakan salah satu bentuk vitamin B6 yang setelah diserap akan diubah menjadi bentuk aktifnya, yaitu pyridoxal-5′-phosphate (PLP). Sebagai koenzim, PLP berperan dalam berbagai reaksi metabolik penting, terutama metabolisme asam amino melalui proses transaminasi, dekarboksilasi, dan deaminasi.

Selain itu, PLP berperan dalam sintesis hemoglobin, asam nukleat, glikogen, sfingolipid, serta berbagai neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, norepinefrin, dan gamma-aminobutyric acid (GABA). Oleh karena itu, vitamin B6 sangat penting untuk fungsi sistem saraf, pembentukan sel darah merah, dan metabolisme energi.

Pada pasien yang mendapat isoniazid, suplementasi pyridoxine diberikan untuk mencegah atau mengatasi neuropati perifer karena isoniazid dapat mengganggu metabolisme vitamin B6.

Lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pyridoxine dapat membantu menurunkan tekanan darah, menghambat agregasi trombosit yang dipicu oleh ADP atau epinefrin, menurunkan kadar kolesterol total, serta meningkatkan kadar HDL-kolesterol. Dalam bentuk PLP, vitamin B6 juga melindungi sel endotel vaskular dari kerusakan akibat trombosit yang teraktivasi, sehingga berpotensi menghambat proses awal aterosklerosis.

Selain itu, vitamin B6 berperan dalam fungsi imun. Defisiensi vitamin B6 dapat menyebabkan gangguan diferensiasi dan maturasi limfosit, penurunan produksi antibodi, berkurangnya proliferasi limfosit, serta penurunan produksi interleukin-2 (IL-2), yang pada akhirnya menurunkan respons imun seluler maupun humoral.[1,14]

Farmakokinetik

Pyridoxine diabsorpsi di saluran pencernaan, kemudian menjalani proses katalisis oleh enzim pyridoxal kinase di enterosit. Setelah itu, pyridoxine masuk ke peredaran darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh, dan dieliminasi di ginjal.[1,3,4]

Absorpsi

Absorpsi pyridoxine adalah melalui difusi pasif yang terutama terjadi di jejunum dan ileum. Bioavailabilitas pyridoxine adalah sekitar 70‒ 80%. Konsentrasi puncak vitamin ini tercapai sekitar 5,5 jam.[1,3,4]

Distribusi

Sekitar lebih dari 90% pyridoxine yang masuk ke dalam tubuh akan menjadi pyridoxal phosphate dalam plasma darah dan terikat dengan albumin. Ikatan protein ini adalah sebagai proteksi terhadap hidrolisis sehingga vitamin ini akan terhindar dari proses hidrolisis dan dapat disimpan oleh tubuh.[3]

Dalam kadar yang sedikit, pyridoxine disimpan dalam jaringan tubuh, terutama dalam bentuk pyridoxal phosphate dan pyridoxamine phosphate. Penyimpanan ini terkonsentrasi dalam hati, otak, ginjal, limpa, dan otot.

Otot skeletal menyimpan sekitar 70‒80% dari total vitamin B6 yang disimpan dalam tubuh dalam bentuk pyridoxal phosphate, terikat terutama pada glikogen fosforilase. Total penyimpanan vitamin B6 dalam tubuh manusia dewasa diperkirakan sekitar 40‒150 mg. Jumlah ini mampu untuk mencukupi kebutuhan tubuh secara adekuat sekitar 20‒75 hari.[3,4]

Metabolisme

Setelah absorpsi, pyridoxine didistribusikan ke sirkulasi dan dimetabolisme terutama di hati menjadi bentuk aktifnya, yaitu pyridoxal-5′-phosphate (PLP), yang mencakup lebih dari 60% vitamin B6 yang beredar dan berikatan kuat dengan protein plasma, terutama albumin.

Pyridoxine merupakan prodrug yang mengalami metabolisme hepatik kompleks dengan pembentukan berbagai metabolit, di mana metabolit utama yang dihasilkan adalah 4-pyridoxic acid yang bersifat tidak aktif.[1]

Eliminasi

Eliminasi vitamin B6 terjadi terutama melalui ekskresi ginjal dalam bentuk 4-pyridoxic acid melalui urin. Total cadangan pyridoxine dalam tubuh orang dewasa berkisar antara 16–25 mg, dengan waktu paruh biologis yang relatif panjang, yaitu sekitar 15–20 hari, sehingga memungkinkan pemeliharaan kadar vitamin B6 dalam tubuh meskipun asupan harian berfluktuasi.[1]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 1054, Pyridoxine. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Pyridoxine.
3. Combs, G.F., The Vitamins: Fundamental Aspects in Nutrition and Health. 2008, Elsevier Academic Press: USA
4. Erdman, J.W., I.A. MacDonald, and S.H. Zeisel, Present Knowledge in Nutrition, 10th Edition. 2012, Wiley-Blackwell
14. Mikkelsen K, Dargahi N, Fraser S, Apostolopoulos V. High-Dose Vitamin B6 (Pyridoxine) Displays Strong Anti-Inflammatory Properties in Lipopolysaccharide-Stimulated Monocytes. Biomedicines. 2023 Sep 19;11(9):2578. doi: 10.3390/biomedicines11092578.

Pendahuluan Pyridoxine
Formulasi Pyridoxine

Artikel Terkait

  • Rasionalisasi Pemberian Antiemetik pada Hiperemesis Gravidarum
    Rasionalisasi Pemberian Antiemetik pada Hiperemesis Gravidarum
  • Multivitamin Prenatal dan Risiko Emesis Gravidarum
    Multivitamin Prenatal dan Risiko Emesis Gravidarum
  • Red Flag Mual Muntah pada Ibu Hamil
    Red Flag Mual Muntah pada Ibu Hamil
Diskusi Terkait
dr.Rahayu Mentari
Dibalas 14 Maret 2025, 09:52
Apa terapi dispepsia yang tepat pada ibu hamil usia kehamilan 9-10 minggu?
Oleh: dr.Rahayu Mentari
6 Balasan
Alo Dokter. Px usia 26 th G1A0P0 usia khamilan 9-10 minggu..Mengeluhakan peruh terasa penuh, nyeri uluhati, menyesak, kmbung, mual,susah tuk sndawa dan buang...
Anonymous
Dibalas 11 Desember 2024, 15:41
Penanganan ibu hamil mual muntah, usia kehamilan 3 bulan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Di PKM hanya ada ranitidine, omeprazoleMuntah: ada domperidoneApakah ibu hamil 3 bulan boleh minum domperidone?
dr.I Kadek Jaya Santika, S.Ked.
Dibalas 27 Juni 2023, 02:53
Kombinasi ondansetron dan metoclopramide untuk penanganan hiperemesis gravidarum
Oleh: dr.I Kadek Jaya Santika, S.Ked.
4 Balasan
Alo dokter. Izin bertanya. Saya ada pasien perempuan 29 tahun dengan hipermesis gravidarum. Sudah minum ondansetron 3x8 mg io, lansoprazole 2x1 tab io,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.