Pengeditan genetik, baik berupa pengeditan gen maupun genom, mempunyai potensi yang menjanjikan dalam dunia kesehatan tetapi juga mempunyai isu etik yang harus dipertimbangkan. Pengeditan genetik berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena munculnya teknologi CRISPR-Cas9 atau Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats through CRISPR-associated protein 9.[1-3]
Keunggulan CRISPR-Cas9 dibandingkan dengan teknologi pengeditan genetik yang sebelumnya adalah akurasi yang tinggi, teknik yang lebih mudah, dan biaya yang relatif lebih rendah. Hal-hal ini membuat CRISPR-Cas9 banyak digunakan untuk pengeditan genetik, baik berupa pengeditan gen maupun genom.[1-3]
Dalam pengeditan gen yang hanya mempengaruhi sel-sel somatik tanpa mengubah genom, perubahan yang dihasilkan tidak diwariskan kepada keturunan. Sementara itu, dalam pengeditan genom pada sel germline dan embrio, perubahan akan diwariskan kepada keturunan. Isu etik yang serius terjadi pada pengeditan genom.[1-3]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)