Farmakologi Kalsium Glukonat
Farmakologi kalsium glukonat adalah sebagai tambahan kalsium pada keadaan hipokalsemia. Kalsium berperan penting pada berbagai sistem organ dan merupakan salah satu aktivator reaksi enzimatik.[1-3]
Farmakodinamik
Kalsium glukonat merupakan garam glukonat dari kalsium yang berfungsi sebagai sumber ion kalsium. Secara farmakodinamik, kalsium berperan dalam menjaga fungsi normal sistem saraf, otot, dan jantung, sehingga pemberian kalsium glukonat dapat mengoreksi defisiensi kalsium dan memulihkan berbagai proses fisiologis yang bergantung pada kalsium.
Suplementasi kalsium membantu mempertahankan massa dan mineralisasi tulang dengan menyediakan kalsium yang diperlukan untuk pembentukan jaringan tulang, sekaligus mencegah kehilangan massa tulang akibat ketidakseimbangan metabolisme kalsium. Kebutuhan kalsium meningkat pada periode pertumbuhan, kehamilan, dan menyusui karena tingginya kebutuhan untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh serta produksi ASI.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kalsium mungkin memiliki efek kemopreventif terhadap kanker kolorektal dan beberapa jenis kanker lainnya, meskipun mekanisme dan manfaat klinisnya masih terus diteliti.
Kalsium juga mengatur pelepasan dan penyimpanan neurotransmiter dan hormon, memfasilitasi pengikatan serta transport asam amino, membantu absorpsi vitamin B12, dan merangsang sekresi gastrin. Sekitar 99% kalsium tubuh tersimpan dalam tulang sebagai kristal hidroksiapatit, yang berada dalam keadaan pertukaran dinamis dengan kalsium plasma.[1-3]
Farmakokinetik
Kalsium glukonat didistribusikan berikatan dengan protein plasma. Eliminasi terjadi melalui urin dan feses.
Absorpsi
Setelah pemberian oral, sekitar 20–33% kalsium dari kalsium glukonat diserap di usus halus. Tingkat absorpsi dipengaruhi oleh keberadaan metabolit vitamin D, pH lumen usus, serta faktor diet seperti serat dan fitat yang dapat mengikat kalsium dan mengurangi penyerapannya.
Absorpsi kalsium akan meningkat pada kondisi defisiensi kalsium atau saat asupan kalsium rendah. Pada pasien dengan aklorhidria atau hipoklorhidria, absorpsi kalsium dapat menurun karena berkurangnya keasaman lambung yang diperlukan untuk melarutkan garam kalsium.[1]
Distribusi
Setelah diserap, sekitar 45% kalsium dalam plasma berikatan dengan protein, terutama albumin, sedangkan sisanya berada dalam bentuk ion bebas yang aktif secara fisiologis atau berikatan dengan anion lain.
Sebagian besar kalsium tubuh (sekitar 99%) tersimpan di tulang dan gigi dalam bentuk hidroksiapatit, sementara sebagian kecil berada di cairan ekstraseluler dan jaringan lunak untuk mendukung berbagai fungsi fisiologis.[1]
Metabolisme
Kalsium glukonat tidak memerlukan metabolisme hepatik untuk melepaskan ion kalsium aktif (Ca²⁺). Setelah masuk ke dalam tubuh, senyawa ini langsung terdisosiasi menjadi ion kalsium dan glukonat, sehingga efek terapinya tidak bergantung pada fungsi hati.[1]
Eliminasi
Eliminasi kalsium terjadi terutama melalui feses dan sebagian melalui ginjal. Sekitar 80% kalsium diekskresikan melalui feses, yang sebagian besar terdiri atas kalsium yang tidak terserap di saluran cerna. Sisanya, sekitar 20%, dieliminasi melalui urin.
Jumlah kalsium yang diekskresikan oleh ginjal bervariasi tergantung pada tingkat absorpsi kalsium, keseimbangan metabolisme tulang, serta kemampuan ginjal mempertahankan kalsium melalui proses reabsorpsi tubular.[1]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha