Indikasi dan Dosis Kalsium Glukonat
Indikasi kalsium glukonat adalah untuk tata laksana hipokalsemia simptomatik. Obat ini juga bisa digunakan untuk overdosis calcium channel blocker, hipermagnesemia, dan luka bakar akibat asam hidrofluorik.[1-3,12]
Hipokalsemia Akut
Dosis kalsium glukonat untuk pasien hipokalsemia akut simptomatik berbeda antara dewasa dan pediatrik.
Dosis Dewasa
Pada hipokalsemia ringan dengan gejala yang tidak mengancam jiwa, terapi dapat diberikan secara oral maupun intravena. Pemberian oral dilakukan dengan dosis 1–3 g/hari dalam dosis terbagi, dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi rawat jalan. Bila diperlukan koreksi yang lebih cepat, kalsium glukonat dapat diberikan secara intravena dengan dosis 1–2 g selama 2 jam.
Pada hipokalsemia berat tanpa kejang atau tetani, kalsium glukonat diberikan melalui infus intravena kontinu dengan kecepatan awal 0,5 mg/kg/jam (kalsium elemental), yang dapat ditingkatkan hingga 2 mg/kg/jam sesuai respons klinis dan kadar kalsium serum. Total dosis yang diberikan tidak boleh melebihi 3–4 g kalsium glukonat intravena dalam 4 jam.
Pada pasien dengan tetani hipokalsemik, diperlukan koreksi yang lebih cepat karena kondisi ini merupakan manifestasi akut dan berpotensi mengancam jiwa. Terapi diawali dengan pemberian 100–300 mg kalsium elemental (setara dengan sekitar 3 g kalsium glukonat) secara intravena perlahan selama 5–10 menit. Setelah bolus awal, terapi dilanjutkan dengan infus kontinu 0,5 mg/kg/jam, dapat ditingkatkan hingga 2 mg/kg/jam berdasarkan respons klinis.
Selama pemberian kalsium glukonat intravena, kadar kalsium serum dianjurkan untuk dipantau setiap 4–6 jam guna mempertahankan kadar kalsium dalam rentang target dan menyesuaikan kecepatan infus bila diperlukan. Selain itu, terapi penyebab yang mendasari, seperti defisiensi vitamin D atau hipoparatiroidisme, perlu dilakukan secara bersamaan untuk mencapai koreksi optimal.[13]
Dosis Pediatrik
Pada hipokalsemia ringan, terapi umumnya diberikan secara oral. Pada neonatus, dosis yang dianjurkan adalah 500–1500 mg/kgBB/hari per oral, dibagi dalam beberapa kali pemberian setiap 4–6 jam. Sementara itu, pada bayi dan anak, dosis oral yang direkomendasikan adalah 500–725 mg/kgBB/hari, yang diberikan dalam dosis terbagi setiap 6–8 jam.
Pada hipokalsemia berat, diperlukan pemberian kalsium glukonat secara intravena untuk meningkatkan kadar kalsium serum dengan lebih cepat.
- Pada neonatus, dosis yang direkomendasikan adalah 200–800 mg/kgBB/hari intravena, yang dapat diberikan sebagai infus kontinu atau dibagi setiap 6 jam dalam bentuk infus intermiten.
- Pada bayi dan anak, dosis intravena yang digunakan adalah 200–500 mg/kgBB/hari, juga dapat diberikan sebagai infus kontinu atau infus intermiten setiap 6 jam.
Pada keadaan tetani hipokalsemik, yang merupakan manifestasi akut hipokalsemia dengan gejala seperti spasme otot, kejang, atau peningkatan iritabilitas neuromuskular, diperlukan terapi yang lebih cepat dan agresif. Kalsium glukonat diberikan dengan dosis 100–200 mg/kgBB secara intravena selama 10 menit. Jika respons klinis belum memadai, dosis dapat diulang setelah 6 jam.[13]
Luka Bakar Asam Hidrofluorik (Off Label)
Pada kasus luka bakar akibat paparan asam hidrofluorik (hydrofluoric acid burn), kalsium glukonat digunakan sebagai terapi spesifik untuk menetralkan ion fluorida yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan progresif dan hipokalsemia lokal maupun sistemik.
Penatalaksanaan awal harus dimulai dengan irigasi segera menggunakan air mengalir pada area yang terpapar selama 15–30 menit untuk menghilangkan sisa bahan kimia dari permukaan kulit. Setelah proses dekontaminasi selesai, terapi kalsium glukonat diberikan untuk mengikat ion fluorida yang masih tersisa di jaringan dan mengurangi nyeri serta kerusakan jaringan lebih lanjut.
Dosis
Untuk luka bakar ringan hingga sedang, kalsium glukonat diberikan secara topikal dalam bentuk gel 2,5–5% yang dioleskan pada area yang terkena. Pada fase awal, gel dioleskan setiap 30 menit, kemudian frekuensi pemberian dapat dikurangi menjadi setiap 4 jam dan dilanjutkan selama sekitar 3–4 hari atau hingga gejala membaik.
Jika sediaan gel komersial tidak tersedia, gel dapat dibuat secara extemporaneous dengan mencampurkan 75 mL pelumas larut air (misalnya K-Y Jelly) dengan 25 mL larutan kalsium glukonat 10%, atau 100 mL pelumas larut air dengan 2,5 g serbuk kalsium glukonat.
Pada kasus yang lebih dalam atau ketika terapi topikal tidak memberikan respons yang memadai, kalsium glukonat dapat diberikan melalui injeksi subkutan menggunakan larutan kalsium glukonat 10%. Dosis yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 0,5 mL per cm² area kulit yang terkena. Namun, injeksi subkutan tidak dianjurkan pada jari tangan atau kaki karena dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan jaringan dan gangguan vaskular lokal.
Apabila terapi topikal dan subkutan gagal mengendalikan nyeri atau kerusakan jaringan terus berlanjut, terutama pada luka bakar sedang hingga berat, dapat dipertimbangkan infus kalsium glukonat intra-arterial. Regimen yang direkomendasikan adalah 10 mL larutan kalsium glukonat 10% yang dicampurkan dengan 40–50 mL dekstrosa 5% (D5W), kemudian diinfuskan selama 4 jam melalui kateter arteri menggunakan pompa infus bertekanan.
Infus dapat diulang sesuai kebutuhan berdasarkan respons klinis pasien. Metode ini umumnya digunakan pada luka bakar hidrofluorik berat, terutama yang mengenai ekstremitas, karena mampu memberikan konsentrasi kalsium yang tinggi langsung ke jaringan yang terdampak dan membantu menetralkan ion fluorida secara lebih efektif.[13]
Overdosis Calcium Channel Blocker (Off Label)
Pada overdosis calcium channel blocker (CCB), kalsium glukonat digunakan sebagai terapi penunjang untuk mengatasi depresi miokard, hipotensi, dan gangguan konduksi jantung akibat blokade kanal kalsium.
Pemberian dilakukan secara intravena dengan dosis 60 mg/kgBB selama 5 menit, yang dapat diulang setiap 10–20 menit sesuai kebutuhan hingga 3–4 kali pemberian, dengan dosis maksimum 3–4 g per dosis.
Alternatifnya, kalsium glukonat dapat diberikan sebagai infus kontinu intravena dengan kecepatan 60–120 mg/kgBB/jam.
Selama pemberian, diperlukan pemantauan tekanan darah, denyut jantung, elektrokardiogram (EKG), dan kadar kalsium serum untuk menilai respons terapi serta mencegah terjadinya hiperkalsemia atau komplikasi kardiovaskular lainnya.[13]
Hiperkalemia dan Hipermagnesemia (Off Label)
Kalsium glukonat dapat digunakan untuk hiperkalemia dan hipermagnesemia dengan dosis 1,5-3 gram intravena diberikan dalam infus selama 2-5 menit.[13]
Penyesuaian Dosis
Pada pasien dengan gangguan hepar tidak perlu dilakukan penyesuaian dosis.
Pada pasien dengan gangguan ginjal yang memiliki klirens kreatinin di bawah 25 ml/menit diberikan kalsium glukonat sesuai dengan kadar kalsium dalam serum, sambil dilakukan pemantauan kalsium setiap 4 jam.[3]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha