Indikasi dan Dosis Kalsium Folinat
Indikasi kalsium folinat adalah sebagai rescue therapy pada terapi antagonis folat, terutama methotrexate. Selain itu, kalsium folinat diindikasikan pada terapi anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi asam folat. Namun, obat ini tidak direkomendasikan pada anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B12.[1]
Lebih lanjut, penggunaan obat ini juga telah diteliti efikasinya bersama bikarbonat untuk rescue therapy pada pasien anak dengan leukemia limfoblastik akut. Meski demikian, studi yang tersedia masih sangat terbatas dan masih perlu uji klinis lebih lanjut.[12]
Indikasi
Kalsium folinat digunakan terutama sebagai antidot dan terapi penyelamatan (rescue therapy) pada toksisitas akibat antagonis asam folat, terutama methotrexate. Pada overdosis methotrexate atau ketika eliminasi methotrexate terhambat sehingga obat terakumulasi, kalsium folinat diberikan untuk mengurangi efek toksik methotrexate terhadap sel normal.
Kalsium folinat juga diberikan setelah kemoterapi methotrexate dosis tinggi, misalnya pada osteosarkoma, untuk membatasi lama paparan jaringan normal terhadap methotrexate. Selain itu, secara off-label, kalsium folinat dapat digunakan untuk mencegah toksisitas hematologis akibat antagonis asam folat lain, seperti pyrimethamine dan trimetreksat.
Kalsium folinat juga memiliki indikasi pada anemia megaloblastik akibat defisiensi folat, terutama pada bayi, kehamilan, sprue, atau defisiensi nutrisi ketika pemberian asam folat secara oral tidak memungkinkan. Namun, pada kondisi tersebut kalsium folinat tidak memberikan keuntungan khusus dibandingkan asam folat karena kemampuan tubuh mengubah asam folat menjadi bentuk aktifnya tidak terganggu.
Kalsium folinat dapat efektif pada anemia megaloblastik akibat defisiensi dihidrofolat reduktase bawaan. Namun, obat ini tidak efektif untuk anemia pernisiosa atau anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12.
Dalam bidang onkologi, kalsium folinat juga digunakan sebagai adjuvan fluorouracil (5-FU) pada terapi paliatif kanker kolorektal, karena dapat meningkatkan efek antikanker fluorouracil dan digunakan dalam berbagai regimen kombinasi, termasuk dengan irinotekan atau oksaliplatin.[1]
Rescue Therapy Methotrexate
Penggunaan kalsium folinat sebagai rescue therapy methotrexate dimulai dalam 24 jam post administrasi dengan kriteria sebagai berikut:
- Dosis penggunaan secara umum adalah 15 mg (10 mg/m2) setiap 6 jam dalam 10 dosis. Dalam bentuk oral, intravena dan intramuskular. Terapi per oral sebaiknya baru mulai diberikan setelah dosis yang pertama
- Pemberian kalsium folinat diperlukan pada terapi methotrexate di atas 500 mg/m2, dan dipertimbangkan pada dosis 100-500 mg/m2
- Pemberian terapi dilanjutkan hingga kadar methotrexate serum <0,05 mikromolar
Delayed excretion dari methotrexate akibat renal insufisiensi, akumulasi pada ruang ketiga (asites, efusi pleura), pH urin yang rendah, dan hidrasi yang tidak adekuat memungkinkan diperlukan dosis kalsium folinat yang lebih tinggi dan durasi yang lebih panjang.
Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pemberian kalsium folinat, seperti:
- Monitoring kadar plasma methotrexate dan serum kreatinin dalam 24, 48, dan 72 jam setelah administrasi methotrexate
- Monitoring produksi urine dengan target 2500 mL/24 jam pada 12 jam sebelum dan dalam 36 jam setelah administrasi methotrexate
- Alkalinisasi urin (pH >7.0) sebelum administrasi methotrexate.[1,3,8,9,11]
Tabel 1. Cara Pemberian Terapi Kalsium Folinat untuk Rescue Therapy
| Situasi klinis | Temuan laboratorium | Rekomendasi terapi kalsium folinat |
| Normal methotrexate elimination | Kadar methotrexate serum ≤10µM dalam 24 jam post administrasi, ≤1µM dalam 48 jam, dan <0.2µM dalam 72 jam | 15 mg PO, IM, atau IV setiap 6 jam selama 60 jam (10 dosis dimulai 24 jam setelah administrasi methotrexate) |
| Delayed late methotrexate elimination | Kadar methotrexate serum >0,2µM dalam 72 jam, dan tetap >0,05µM dalam 96 jam post administrasi | Lanjutkan pemberian 15 mg PO, IM, atau IV setiap 6 jam hingga kadar methotrexate <0,05µM |
Delayed early methotrexate elimination atau adanya gagal ginjal akut |
Kadar methotrexate serum >50µM dalam 24 jam, atau >5µM dalam 48 jam post administrasi atau terdapat peningkatan serum kreatinin ≥100% dalam 24 jam post administrasi methotrexate | 150 mg IV setiap 3 jam hingga kadar methotrexate <1µM; selanjutnya 15 mg IV setiap 3 jam hingga kadar methotrexate <0,05µM |
Sumber: dr. Vania, Alomedika, 2020.[11]
Overdosis Methotrexate
Dalam kasus overdosis methotrexate, dianjurkan dosis 15 mg (sekitar 10 mg/m²) setiap 6 jam. Pemberian harus dimulai sesegera mungkin setelah terjadi overdosis, terutama jika ditemukan adanya keterlambatan eliminasi methotrexate, dan dilakukan dalam 24 jam setelah pemberian methotrexate.
Terapi dilanjutkan hingga konsentrasi methotrexate dalam serum turun menjadi <0,01 µM. Pemantauan kadar methotrexate serum diperlukan untuk menentukan durasi terapi, karena tujuan pemberian kalsium folinat adalah memberikan folat dalam bentuk yang dapat digunakan sel untuk membantu menyelamatkan jaringan normal dari efek antagonis methotrexate.
Apabila terjadi eliminasi methotrexate yang sangat terlambat, dosis kalsium folinat harus segera ditingkatkan. Hal ini ditandai dengan misalnya:
- Peningkatan kreatinin serum 24 jam sebesar ≥50% dari nilai awal
- Kadar methotrexate 24 jam >5 µM
- Kadar methotrexate 48 jam >0,9 µM.
Dalam kondisi tersebut, dosis dinaikkan menjadi 150 mg (sekitar 100 mg/m²) secara IV setiap 3 jam, dan pemberian dilanjutkan sampai kadar methotrexate serum turun <0,01 µM.[1]
Anemia Megaloblastik akibat Defisiensi Asam Folat
Kalsium folinat dapat diberikan sebagai terapi untuk anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi asam folat.
Kalsium folinat diberikan dengan dosis hingga 1 mg IM sekali sehari. Pemberian dosis lebih dari 1 mg per hari tidak terbukti memberikan efektivitas yang lebih baik, sehingga peningkatan dosis tidak dianjurkan secara rutin.
Lama terapi disesuaikan dengan respons hematologis pasien. Secara umum, perbaikan kondisi dapat mulai dirasakan dalam 24 jam pertama, sumsum tulang mulai menunjukkan perubahan menuju gambaran normoblastik dalam sekitar 48 jam, sedangkan retikulositosis biasanya mulai terlihat dalam 2–5 hari setelah terapi dimulai.[1]
Terapi Sitotoksik Kombinasi dengan 5-Fluorouracil
Sebagai terapi adjuvan fluorouracil (5-FU) pada pasien kanker kolorektal stadium lanjut dalam terapi paliatif, kalsium folinat diberikan secara intravena (IV) dan digunakan untuk meningkatkan efektivitas fluorouracil. Terdapat dua regimen dosis yang dapat digunakan, yaitu:
- Kalsium folinat 20 mg/m² IV, kemudian dilanjutkan dengan fluorouracil 425 mg/m² IV setiap hari selama 5 hari, atau
- Kalsium folinat 200 mg/m² IV yang diberikan secara perlahan selama minimal 3 menit, kemudian fluorouracil 370 mg/m² IV setiap hari selama 5 hari.
Kedua regimen tersebut tidak menunjukkan bukti bahwa salah satunya lebih unggul. Dengan demikian, pemilihan regimen dapat disesuaikan dengan protokol terapi dan kondisi pasien.
Regimen yang dipilih dapat diulang setiap 4 minggu untuk 2 siklus tambahan, kemudian setiap 4–5 minggu dengan syarat toksisitas dari siklus sebelumnya telah mereda.
Siklus berikutnya tidak diberikan sampai jumlah leukosit >4.000/mm³ dan trombosit >130.000/mm³. Apabila nilai tersebut belum tercapai dalam 2 minggu, terapi harus dihentikan.
Dosis kalsium folinat umumnya tidak disesuaikan berdasarkan toksisitas, sedangkan dosis fluorouracil dapat dimodifikasi berdasarkan toksisitas gastrointestinal dan hematologis pada siklus sebelumnya.
Jika tidak terjadi toksisitas, dosis fluorouracil dapat dinaikkan 10%. apabila terjadi diare atau stomatitis sedang, atau penurunan leukosit/trombosit hingga tingkat tertentu, dosis fluorouracil dikurangi 20%. Sementara itu, pada toksisitas berat dosis dikurangi 30%. Terapi juga dihentikan apabila terdapat bukti yang jelas mengenai progresi tumor.[1]
Terapi dan Pencegahan Toksisitas Akibat Trimetrexate, Trimethoprim, dan Pyrimethamine
Kalsium folinat digunakan sebagai antidotum pada terapi antagonis asam folat dengan penjelasannya sebagai berikut.[1]
Pencegahan Toksisitas Hematologi Akibat Trimetrexate
Untuk pencegahan toksisitas trimetrexate, kalsium folinat dapat diberikan secara oral atau intravena. Pada dosis trimetrexate 45 mg/m², kalsium folinat diberikan 20 mg/m² setiap 6 jam, sehingga total dosis hariannya adalah 80 mg/m².
Terapi kalsium folinat dilanjutkan setidaknya 72 jam setelah dosis trimetrexate terakhir, dengan durasi yang umumnya sekitar 24 hari. Jika terjadi toksisitas hematologis, dosis disesuaikan berdasarkan jumlah neutrofil atau trombosit.[1]
Table 2. Penyesuaian Dosis Sesuai Jumlah Neutrofil dan Trombosit
| Derajat Toksisitas | Neutrofil (sel/mm3) | Trombosit (sel/mm3) | Penyesuaian Dosis |
| 1 | >1000 | >75,000 | Tidak perlu penyesuaian dosis |
| 2 | 750–1000 | 50,000–75,000 | Tidak perlu penyesuaian dosis trimetrexate, tetapi dosis kalsium folinat dinaikkan menjadi 40 mg/m2 setiap 6 jam. |
| 3 | 500–749 | 25,000–49,999 | Turunkan dosis trimetrexate menjadi 22 mg/m2 sekali sehari. Dosis kalsium folinat dinaikkan menjadi 40 mg/m2 setiap 6 jam. |
| 4 | <500 | <25,000 | Hari 1–9: Hentikan trimetrexate; naikkan dosis kalsium folinat menjadi 40 mg/m2 setiap 6 jam selama tambahan 72 jam. |
| Hari 10–21: Hentikan trimetrexate; naikkan dosis kalsium folinat menjadi 40 mg/m2 setiap 6 jam selama tambahan 72 jam. Jika toksisitas hematologi membaik dalam 96 jam ke derajat 2 atau 3, trimetrexate dapat diberikan kembali dalam dosis 45 mg/m2 (derajat 2) atau 22 mg/m2 (derajat 3), sekali sehati. Kalsium folinat dilanjutkan selama 72 jam dari dosis trimetrexate terakhir. |
Sumber: dr. Bedry Qintha, Alomedika, 2026.[1]
Terapi dan Pencegahan Toksisitas Akibat Pyrimethamine dan Trimethoprim
Pada toksisitas atau overdosis pyrimethamine maupun trimethoprim, kalsium folinat diberikan untuk mengurangi efek antagonisme asam folat yang dapat menyebabkan toksisitas hematologis. Beberapa klinisi merekomendasikan:
- Kalsium folinat 5–15 mg per hari secara oral pada kondisi overdosis pyrimethamine maupun trimethoprim.
Sementara itu, untuk pencegahan toksisitas pyrimethamine, dosis disesuaikan dengan dosis pyrimethamine yang digunakan.
- Jika pyrimethamine digunakan dalam dosis25–100 mg/hari atau 1–2 mg/kg/hari untuk terapi toxoplasmosis, kalsium folinat dosis pencegahan diberikan 10–25 mg bersamaan dengan setiap dosis pyrimethamine.
- Jika pyrimethamine diberikan 25–50 mg sekali sehari untuk profilaksis sekunder toxoplasmosis bersama clindamycin atau sulfadiazine, kalsium folinat dosis pencegahan diberikan 10–25 mg sekali sehari.
- Jika pyrimethamine diberikan 25 mg sekali sehari yang digunakan bersama atovakuon untuk profilaksis toxoplasmosis pada pasien HIV, kalsium folinat dosis pencegahan adalah 10 mg sekali sehari, diberikan bersamaan dengan pyrimethamine.
- Jika pyrimethamine diberikan 50–75 mg sekali seminggu yang diberikan bersama dapson, kalsium folinat diberikan 25 mg sekali seminggu bersamaan dengan pyrimethamine.[1]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha