Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Prochlorperazine annisa-meidina 2026-07-21T11:57:00+07:00 2026-07-21T11:57:00+07:00
Prochlorperazine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Prochlorperazine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Pengawasan klinis pada penggunaan mencakup pemantauan efektivitas terapi dan munculnya efek samping neurologis, terutama gejala ekstrapiramidal seperti distonia akut, akatisia, parkinsonisme, dan tardive dyskinesia. Pada penggunaan jangka panjang, pasien perlu dievaluasi secara berkala untuk mendeteksi gerakan involunter abnormal yang dapat mengindikasikan tardive dyskinesia.

Selain itu, tenaga kesehatan perlu mewaspadai tanda-tanda sindrom neuroleptik maligna, seperti demam tinggi, rigiditas otot, perubahan status mental, dan ketidakstabilan otonom, karena kondisi ini memerlukan penghentian terapi dan penanganan segera.

Pemantauan parameter hematologi dan kardiovaskular juga penting selama terapi. Hitung darah lengkap dianjurkan terutama pada pasien dengan riwayat leukopenia, neutropenia, atau faktor risiko gangguan hematologis lainnya, karena prochlorperazine dapat menyebabkan leukopenia, neutropenia, hingga agranulositosis.

Selain itu, tekanan darah perlu dievaluasi secara berkala, terutama setelah pemberian parenteral atau pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, karena obat ini dapat menyebabkan hipotensi dan hipotensi ortostatik. Pada pasien yang berisiko mengalami gangguan irama jantung, pemantauan elektrokardiografi (EKG) dapat dipertimbangkan untuk mendeteksi pemanjangan interval QT atau gangguan konduksi jantung lainnya.

Pasien juga perlu dipantau terhadap efek antikolinergik, gangguan endokrin, dan depresi sistem saraf pusat. Evaluasi gejala seperti mulut kering, konstipasi, retensi urin, dan penglihatan kabur diperlukan, terutama pada pasien lanjut. Tanda-tanda hiperprolaktinemia juga perlu diperhatikan selama penggunaan jangka panjang.

Karena prochlorperazine dapat menyebabkan sedasi dan menurunkan kewaspadaan, pasien harus dinilai terhadap kantuk berlebihan, pusing, atau gangguan fungsi kognitif yang dapat memengaruhi kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin.[1,2,5]

Referensi

1. MIMS. Prochlorperazine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/prochlorperazine?mtype=generic
2. ASHP. Prochlorperazine. 2025. https://www.drugs.com/monograph/prochlorperazine-systemic-sedative.html
5. Din L, Preuss CV. Prochlorperazine. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537083/

Kontraindikasi dan Peringatan Pr...

Artikel Terkait

  • Antibodi Monoklonal CGRP untuk Mencegah Migren
    Antibodi Monoklonal CGRP untuk Mencegah Migren
  • Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
    Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
  • Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
    Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
  • Aspirin Dosis Tinggi sebagai Terapi Migraine Akut
    Aspirin Dosis Tinggi sebagai Terapi Migraine Akut
  • Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 19 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - AI untuk Dunia Bedah Masa Kini - Selasa, 18 Agustus 2026 Jam: 14.00- 15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Tugas seorang dokter tidak hanya berlangsung di ruang operasi! Dokter juga harus melakukan penilaian kondisi pasien sebelum dan sesudah operasi,...
Anonymous
Dibalas 1 jam yang lalu
Gatal-gatal di tangan dan kaki
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien usia 26 th datang dengan keluhan bintil2 berair disertai keropeng di sepanjang tangan dan kaki pasien. Keluhan sdh 4 hari ini. Pasien tinggal di mes,...
Anonymous
Dibalas kemarin, 09:37
Anti diare untuk anak
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Izin bertanya dan berdiskusi dok. Untuk anak < 6 tahun dengan GEA, apa boleh diberikan kaolin pektin dok? Sepahaman saya untuk terapi gea anak...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.