Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Pentoxifylline general_alomedika 2026-08-29T17:03:02+07:00 2026-08-29T17:03:02+07:00
Pentoxifylline
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Pentoxifylline

Oleh :
dr.Dina Fauziah
Share To Social Media:

Indikasi pentoxifilin atau pentoxifylline adalah untuk penanganan klaudikasio intermiten akibat penyakit arteri perifer oklusif kronis. Obat ini juga telah digunakan secara off-label pada insufisiensi serebrovaskular dan gangguan fertilitas pria. Dosis yang umum digunakan adalah 400 mg tiga kali sehari setelah makan.[1,4]

Selain itu, telah ada uji klinis yang mengevaluasi manfaat pentoxifylline untuk gangguan depresi mayor pada dewasa. Uji klinis ini menunjukkan efikasi pentoxifylline, tetapi secara klinis obat ini belum dianjurkan digunakan secara rutin untuk tujuan terapi depresi.[11]

Penyakit Arteri Perifer dan Klaudikasio Intermiten

Pentoxifylline digunakan sebagai terapi simtomatik pada pasien dengan klaudikasio intermiten akibat penyakit arteri perifer oklusif kronis, terutama untuk meningkatkan jarak berjalan dan mengurangi gejala iskemia tungkai seperti parestesia atau ulkus trofik. Meski kadang masih digunakan, pedoman American College of Chest Physicians (ACCP) tidak menganjurkan penggunaan rutin pentoxifylline untuk klaudikasio intermiten.

Obat ini tidak memperbaiki penyebab dasar penyakit dan tidak boleh menggantikan intervensi yang lebih definitif seperti berhenti merokok, program latihan berjalan, penurunan berat badan, atau revaskularisasi bila diindikasikan.

Pentoxifylline diberikan secara oral, 400 mg tiga kali sehari setelah makan, dengan perbaikan gejala biasanya mulai terlihat setelah 2–4 minggu. Terapi dianjurkan dilanjutkan setidaknya 8 minggu sebelum efektivitasnya dinilai.

Jika timbul efek samping gastrointestinal atau neurologis, dosis dapat diturunkan menjadi 400 mg dua kali sehari, dan obat dihentikan bila keluhan tetap berlanjut.

Pada pasien dengan gangguan ginjal berat (klirens kreatinin <30 mL/menit), dosis umumnya dikurangi menjadi 400 mg sekali sehari.[1,4]

Insufisiensi Serebrovaskular (Off Label)

Pentoxifylline juga telah digunakan secara off-label pada insufisiensi serebrovaskular akut maupun kronis, termasuk pada pasien pascastroke atau riwayat transient ischemic attack (TIA). Dasar penggunaannya adalah kemampuan obat untuk memperbaiki perfusi mikrosirkulasi serebral dan mengurangi viskositas darah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan fungsi neurologis dan kognitif.

Beberapa studi melaporkan perbaikan gejala seperti gangguan memori, disorientasi, apraxia konstruksional, gangguan penalaran praktis, gangguan motorik, dan pusing, serta kemungkinan penurunan risiko kekambuhan TIA. Namun, indikasi ini belum menjadi penggunaan standar dalam pedoman klinis karena bukti manfaatnya masih terbatas dan tidak konsisten.[1]

Infertilitas Pria

Pentoxifylline juga pernah digunakan secara off-label untuk infertilitas pria, terutama asthenospermia (motilitas sperma rendah) dan oligospermia idiopatik. Mekanisme yang diduga berperan adalah peningkatan kadar cAMP intraseluler pada spermatozoa sehingga meningkatkan motilitas, memperpanjang durasi aktivitas sperma setelah ejakulasi, dan memperbaiki kualitas sperma secara keseluruhan.

Meskipun terdapat beberapa hasil yang menjanjikan, bukti klinis masih terbatas dan belum cukup kuat untuk menjadikan pentoxifylline sebagai terapi standar infertilitas pria. Lebih lanjut, belum terdapat dosis baku yang disepakati secara universal untuk indikasi ini.[1]

Penyesuaian Dosis

Pentoxifylline diberikan secara oral dan sebaiknya bersama makanan untuk meningkatkan tolerabilitas gastrointestinal. Bila pasien mengalami mual atau dispepsia yang mengganggu, antasida yang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida dapat diberikan bersamaan.

Pada pasien dengan gangguan ginjal berat (klirens kreatinin <30 mL/menit), dosis dianjurkan diturunkan menjadi 400 mg sekali sehari karena akumulasi metabolit dapat terjadi.

Hingga saat ini tidak terdapat rekomendasi penyesuaian dosis yang jelas pada gangguan fungsi hati, meskipun pemantauan yang lebih ketat umumnya dianjurkan mengingat metabolisme obat sebagian besar berlangsung di hati.[1,4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. ASHP. Pentoxifylline. 2025. https://www.drugs.com/monograph/pentoxifylline.html
4. Pentoxifilin (Rx). Medscape. 2026. https://reference.medscape.com/drug/trental-pentoxil-Pentoxifilin-342179.
11. Merza Mohammad TA, Merza Mohammad TA, Salman DM, Jaafar HM. Pentoxifylline as a Novel Add-on Therapy for Major Depressive Disorder in Adult Patients: A Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial. Pharmacopsychiatry. 2024 Jul;57(4):205-214. doi: 10.1055/a-2291-7204.

Formulasi Pentoxifylline
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Perbandingan Revaskularisasi Endovaskular dan Latihan Fisik untuk Penanganan Klaudikasio Intermiten
    Perbandingan Revaskularisasi Endovaskular dan Latihan Fisik untuk Penanganan Klaudikasio Intermiten
  • Efikasi dan Keselamatan Penggunaan Kolkisin Dosis Rendah Setelah Infark Miokardium: Colchicine Cardiovascular Outcomes Trial – Telaah Jurnal
    Efikasi dan Keselamatan Penggunaan Kolkisin Dosis Rendah Setelah Infark Miokardium: Colchicine Cardiovascular Outcomes Trial – Telaah Jurnal
  • Kadar HDL Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
    Kadar HDL Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
  • Regresi Plak Aterosklerosis: Mungkinkah?
    Regresi Plak Aterosklerosis: Mungkinkah?
  • Apakah Semua Pasien Hiperkolesterolemia Perlu Mendapat Statin?
    Apakah Semua Pasien Hiperkolesterolemia Perlu Mendapat Statin?

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Bakry R.S., Sp.JP FIHA
Dibuat 10 Agustus 2025, 14:38
Pemberian Acetyl Cysteine (antioksidan) dapat menurunkan progresivitas aterosklerosis
Oleh: dr. Bakry R.S., Sp.JP FIHA
0 Balasan
ALO Dokter. Berikut saya lampirkan hasil penelitian saya terkait pemberian antioksidan (acetyl cysteine) terhadap kelompok tikus...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 29 Desember 2022, 16:17
Manfaat suplemen omega untuk pasien dengan skor kalsium tidak nol - Jantung Ask the Expert
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO dr. Farhanah SpJP(K), apakah ada manfaat suplemen omega dalam mencegah perburukan atherosklorosis koroner?Terimakasih
Anonymous
Dibalas 09 Oktober 2022, 22:26
Pasien usia 48 tahun dengan tidak nyaman ketika berdiri maupun berjalan, kaki jadi dingin bila berdiri lama
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo dokter, konsul pasien usia 48 tahun dengan keluhan rasa tidak nyaman bila berdiri, membaik bila duduk dan istirahat, memberat bila berjalan. Kaki pasien...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.