Indikasi dan Dosis Temazepam
Indikasi temazepam adalah untuk tata laksana jangka pendek insomnia, umumnya selama 7–10 hari, baik pada insomnia kronis maupun transien. Obat ini efektif dalam menurunkan latensi tidur, mengurangi terbangun dini hari, dan memperbaiki sleep maintenance. Dosis dewasa berkisar 7,5–30 mg, dengan dosis lazim yang direkomendasikan adalah 15 mg.[2,3]
Insomnia
Temazepam digunakan dalam praktik klinis untuk tata laksana jangka pendek insomnia. Penggunaan umumnya dibatasi selama 7–10 hari, baik pada insomnia kronis maupun transien. Efek klinis yang diharapkan berupa penurunan latensi tidur, pengurangan terbangun dini hari, dan perbaikan sleep maintenance.
Pada pasien dewasa, temazepam diberikan secara oral pada waktu tidur (at bedtime), dengan prasyarat pasien memiliki kesempatan tidur kontinu selama 7–8 jam sebelum kembali beraktivitas, guna meminimalkan sedasi residual.
Rentang dosis berkisar antara 7,5–30 mg, dengan 15 mg sebagai dosis lazim yang direkomendasikan. Pada kasus insomnia transien, dosis awal 7,5 mg seringkali sudah memadai.
Penggunaan harus dibatasi durasinya, dan penghentian obat tidak dianjurkan secara mendadak, terutama setelah penggunaan berkepanjangan atau pada dosis di atas 15 mg. Oleh sebab itu, penurunan dosis perlu dilakukan secara bertahap untuk mencegah gejala putus obat dan insomnia rebound.[3]
Penyesuaian Dosis Pada Pasien Geriatri
Geriatri diduga mengalami peningkatan sensitivitas terhadap temazepam. Oleh sebab itu, dosis yang dianjurkan pada awal terapi adalah 7,5 mg. Pengawasan terhadap efek samping perlu dilakukan karena risiko timbulnya kejadian tidak diinginkan (adverse events) meningkat pada lansia.[3]