Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Retinol general_alomedika 2026-03-16T14:07:45+07:00 2026-03-16T14:07:45+07:00
Retinol
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Retinol

Oleh :
dr.Bedry Qintha
Share To Social Media:

Penggunaan retinol pada kehamilan tidak disarankan jika dalam dosis tinggi karena peningkatan risiko teratogenik. Penggunaan pada ibu hamil masuk dalam kategori X oleh FDA dan kategori D oleh TGA. Sementara itu, pada ibu menyusui, retinol diketahui dikeluarkan ke ASI, tetapi penggunaan dalam dosis yang dianjurkan umumnya dianggap aman.[4,6,10,22]

Penggunaan pada Kehamilan

Menurut FDA, pemberian retinol pada wanita hamil masuk dalam kategori X. Retinol telah terbukti memiliki efek teratogenik pada janin.[4]

Menurut TGA penggunaan retinol pada kehamilan masuk kategori D untuk sediaan topikal dan kategori X untuk sediaan oral. Kategori tersebut mencakup obat-obatan yang telah terbukti menyebabkan atau diduga menyebabkan peningkatan insiden malformasi janin atau kerusakan ireversibel. Selain risiko teratogenik, obat dalam kategori ini juga dapat menimbulkan efek farmakologis merugikan pada janin.[10]

Vitamin A seperti retinol bersifat teratogenik bila dikonsumsi selama kehamilan karena retinoid dapat mengganggu ekspresi gen homeobox seperti Hoxb-1 yang berperan dalam pengaturan pola aksial embrio. Hal ini dapat meningkatkan risiko malformasi kongenital.

Kelainan yang dilaporkan meliputi cacat kraniofasial, kelainan jantung, dan malformasi sistem saraf pusat. Oleh karena itu, suplementasi vitamin A dosis tinggi harus dihindari pada ibu hamil, kecuali di wilayah dengan prevalensi defisiensi vitamin A tinggi. Dalam kondisi tersebut, dosis tidak boleh melebihi 10.000 IU/hari untuk meminimalkan risiko teratogenisitas.[4]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Vitamin A merupakan komponen fisiologis dalam ASI. Kebutuhan harian ibu menyusui lebih tinggi dibandingkan saat hamil, yaitu sekitar 1.300 µg retinol/hari. Suplementasi maternal mungkin diperlukan pada populasi dengan risiko defisiensi.

Data menunjukkan bahwa dosis tunggal maternal hingga 120.000 µg (400.000 IU) atau dosis harian hingga 1.500 µg (5.000 IU) dianggap tidak menimbulkan efek merugikan pada bayi yang disusui. Meski demikian, dosis harian di atas 3.000 µg (10.000 IU/hari) sebaiknya dihindari karena belum terdapat data keamanan yang memadai.[22]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Reren Ramanda

Referensi

4. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 445354, Retinol. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Retinol.
6. ASHP. Vitamin A ( Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/vitamin-a.html
10. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2025. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
22. Zasada M, Budzisz E. Randomized parallel control trial checking the efficacy and impact of two concentrations of retinol in the original formula on the aging skin condition: Pilot study. J Cosmet Dermatol. 2020 Feb;19(2):437-443. doi: 10.1111/jocd.13040.

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Re...

Artikel Terkait

  • Waspada dalam Suplementasi Vitamin A
    Waspada dalam Suplementasi Vitamin A
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 02 September 2025, 22:13
Apakah Vit. A 2000 IU bisa dipakai untuk pasien campak?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
Alo dokter izin bertanya, terkait anak usia 8 tahun yg menderita campak saya menyarankan utk pemberian vit A 200.000 iu utk 2 hari. Namun sedian tersedia vit...
Anonymous
Dibalas 07 November 2024, 14:25
Dosis vitamin A pada campak
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dok.Izin bertanya.Dalam hal pemberian vitamin A untuk campak pd anak usia dibawah 6 bulan. Sebanyak 50.000IU/ hari diberi 2 dosis.Sedgkan sediaan di pkm...
Anonymous
Dibalas 12 April 2023, 12:22
Pemberian vitamin A pada anak yang terkena campak
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Izin bertanyaSeornag anak usia 2 tahun terkena Campak, pasien sudah mendapatkan vitamin A 2 bulan yang lalu di posyandu,Apakah dalam terapi campak tetap...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.