Patofisiologi Tinea Cruris
Patofisiologi tinea cruris atau kudis di selangkang paha mayoritas terjadi pada bagian stratum korneum dan sangat jarang mengenai bagian bawah epidermis. Tinea cruris disebabkan oleh pertumbuhan bagian infeksius dari jamur tersebut yaitu, arthospores atau conidia yang tumbuh pada individu yang terinfeksi.[3,4]
Kemampuan dari jamur ini untuk menginfeksi kulit bergantung pada beberapa faktor seperti sinar ultraviolet, temperatur, kelembapan, serta kemampuan flora normal kulit untuk berkompetisi dengan patogen. Patogen akan menginvasi stratum korneum, kemudian memproduksi eksoenzim keratinase yang memicu reaksi inflamasi. Infeksi akan terjadi dalam 3 langkah utama, yaitu perlekatan, penetrasi dan respon imun.
Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko tinea cruris, di antarnya individu yang banyak berkeringat, atlet olahraga kontak fisik seperti boxing, higiene buruk, menggunakan baju yang tidak menyerap keringat, serta kondisi klinis tertentu seperti diabetes mellitus dan kondisi imunokompromais lainnya.
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)