Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Sarkoma Kaposi general_alomedika 2023-05-03T14:36:00+07:00 2023-05-03T14:36:00+07:00
Sarkoma Kaposi
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Sarkoma Kaposi

Oleh :
dr. Vania Azalia Gunawan, Sp.PD
Share To Social Media:

Diagnosis dari sarkoma Kaposi terdiri dari anamnesis dan pemeriksaan fisik lesi kutan yang indolent dan berkembang secara bertahap. Diagnosis banding dapat dibuat berdasarkan karakteristik dari lesi kutaneus. Namun, pemeriksaan biopsi sebaiknya tetap dilakukan bila terdapat sarana yang memadai.

Anamnesis

Gejala dari sarkoma Kaposi bervariasi tergantung pada organ yang terkena. Lesi dapat menyerang kulit, mukosa, limfonodus, dan organ viseral. Namun, gejala tersering adalah lesi kutaneus, dengan ukuran dan kecepatan pertumbuhan yang cepat hingga sangat lambat (bertahun-tahun). Sarkoma Kaposi klasik memiliki gejala lesi kutan yang secara indolent dan gradual berkembang selama 10–15 tahun.[2]

Referensi

1. Bishop BN dan Lynch DT. 2020. Kaposi Sarcoma. Treasure Island: StatPearls Publishing.
2. Katz J dan Hibbs J. Kaposi Sarcoma [Artikel di internet]. [Diakses Januari 2021]. Dapat diakses melalui URL: https://emedicine.medscape.com/article/279734-overview#a4
4. Cesarman E, Damania B, Krown SE, Martin J, Bower M, Whitby D. Kaposi sarcoma. Nature Reviews. 2019;5:1-21.
5. Radu O dan Pantanowitz L. Kaposi Sarcoma. Arch Pathol Lab Med. 2013; 137: 289-294.
6. Orem J. Cancer prevention and control: Sarkoma kaposi. Ecancermedicalscience. 2019;13:951.
10. Karakas Y, Aksoy S, Gullu HI. Sarkoma kaposi Epidemiology, Risk Factors, Staging and Treatment: AN OVERVIEW. Acta Oncologica Turcica. 2017; 50(2):148-159
12. Forrestel AK, Naujokas A, Martin JN, Maurer TA, McCalmont TH, Laker-Opwonya MO, Mulyowa G, Busakhala N, Amerson EH. Bacillary Angiomatosis Masquerading as Sarkoma kaposi in East Africa. J Int Assoc Provid AIDS Care. 2015;14(1):21-25.
13. Myers DJ dan Fillman EP. 2020. Dermatofibroma. Treasure Island: StatPearls Publishing.

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Epidemiologi Sarkoma Kaposi
Penatalaksanaan Sarkoma Kaposi
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 1 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kanker Payudara: Peran Terapi Multimodalitas Rabu , 20 Mei 2026 Jam:14.30 - 16.00 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO DokterPasien datang dengan keluhan benjolan pada payudara—apakah pemeriksaan yang dapat Anda lakukan sebagai langkah deteksi dini kanker payudara?...
Anonymous
Dibalas 09 Mei 2026, 22:33
Luka di sekitar anus
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, saya mau konsul pasien dengan keluhan perih saat BAB. Setelah diperiksa ditemukan luka seperti pada gambar. Pasien mengatakan sempat menggaruk...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 09 Mei 2026, 22:17
HantaVirus Outbreak 2026: Apakah ini Pandemi Berikutnya?
Oleh: dr.Eurena Maulidya
4 Balasan
ALO Dokter. Laporan terbaru mengenai klaster kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) di sebuah kapal pesiar pada awal tahun 2026 telah memicu alarm...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.