Alo dokter.Ijin bertanya ada pasien dengan CKD stage 3 ec autoimun yang sudah konsumsi imunosupresan >1 tahun positif TB paru.Saat minum MDT mengalami nausea...
Pasien TB dengan riwayat ckd saat minum MDT mengalami nausea hebat dan mengalami nefrotoksisitas. - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Pasien TB dengan riwayat ckd saat minum MDT mengalami nausea hebat dan mengalami nefrotoksisitas.
Dibalas 2 jam yang lalu
Anonymous
Dokter Spesialis Kulit
Alo dokter.
Ijin bertanya ada pasien dengan CKD stage 3 ec autoimun yang sudah konsumsi imunosupresan >1 tahun positif TB paru.
Saat minum MDT mengalami nausea hebat sampai tidak bisa makan dan ureum kreatinin meningkat. Regimen sudah disesuaikan dengan ckd stage 3 oleh SpP tapi efek samping masih terjadi.
Apakah ada saran dari TS untuk pilihan regimen MDT yang paling sesuai?
Dibuat 8 jam yang lalu
2 jam yang lalu
dr. Albert Edo Rahmadi, CNIH.MSc, AIFO-K
Dokter Umum
Alo dokter.
Mohon ijin memberikan pendapat terkait kasus ini.Mengingat pasien mengalami nausea hebat dan perburukan fungsi ginjal, strategi desensitisasi serta modifikasi regiman sangat dianjurkan.
Beberapa strategi yang bisa dilakukan yaitu:
- Hentikan sementara OAT hingga fungsi ginjal stabil dan mual mereda
- Hindari etambutol jika memungkinkan, atau gunakan dengan pengawasan ketat dosis yang disesuaikan (15-25 mg/kgBB, 3x seminggu)
- Regimen utama 2HRZ/4HR. Karena CKD stage 3, pirazinamid nya diberikan 25 mg/kgBB 3x seminggu.
- Regimen Alternatif lainnya dengan tanpa Pirazinamid. 2HRE/7HR dengan pemantauan ketat etambutol nya. Regimen ini digunakan bila mual/fungsi ginjal menurun persisten.Perlu diketahui dok, bahwa Rifampisin juga dapat berinteraksi dengan obat imunosupresan terkait cara kerja obat. Jadi perlu di evaluasi dengan TS yang ahli di bidang nya.Lalu untuk Isoniazid dan Rifampisin masih dengan dosis tetap karena di ekskresikan lewat empedu/feses, tidak seperti Etambutol dan Pirazinamid yang di ekskresikan lewat ginjal.Sumber: PNPK Tatalaksana Tuberkulosis 2020, WHO Guidelines: Treatment of Drug-Susceptible Tuberculosis
Mohon ijin memberikan pendapat terkait kasus ini.Mengingat pasien mengalami nausea hebat dan perburukan fungsi ginjal, strategi desensitisasi serta modifikasi regiman sangat dianjurkan.
Beberapa strategi yang bisa dilakukan yaitu:
- Hentikan sementara OAT hingga fungsi ginjal stabil dan mual mereda
- Hindari etambutol jika memungkinkan, atau gunakan dengan pengawasan ketat dosis yang disesuaikan (15-25 mg/kgBB, 3x seminggu)
- Regimen utama 2HRZ/4HR. Karena CKD stage 3, pirazinamid nya diberikan 25 mg/kgBB 3x seminggu.
- Regimen Alternatif lainnya dengan tanpa Pirazinamid. 2HRE/7HR dengan pemantauan ketat etambutol nya. Regimen ini digunakan bila mual/fungsi ginjal menurun persisten.Perlu diketahui dok, bahwa Rifampisin juga dapat berinteraksi dengan obat imunosupresan terkait cara kerja obat. Jadi perlu di evaluasi dengan TS yang ahli di bidang nya.Lalu untuk Isoniazid dan Rifampisin masih dengan dosis tetap karena di ekskresikan lewat empedu/feses, tidak seperti Etambutol dan Pirazinamid yang di ekskresikan lewat ginjal.Sumber: PNPK Tatalaksana Tuberkulosis 2020, WHO Guidelines: Treatment of Drug-Susceptible Tuberculosis