Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Remdesivir general_alomedika 2023-04-27T08:33:28+07:00 2023-04-27T08:33:28+07:00
Remdesivir
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Remdesivir

Oleh :
dr.Reni Widyastuti, Sp.FK
Share To Social Media:

Pengawasan klinis saat pemberian remdesivir harus mencakup infusion-related reaction. Gejalanya antara lain berupa mual, muntah, diaforesis, menggigil, dan hipotensi. Jika gejala dan tanda ini terjadi, segera hentikan pemberian remdesivir.

Perlu diketahui bahwa WHO sudah tidak merekomendasikan penggunaan remdesivir sebagai pilihan utama dalam penanganan COVID-19. Uji klinis menunjukkan bahwa remdesivir tidak memberikan efek yang signifikan pada pasien.

Pemeriksaan fungsi hati harus dilakukan sebelum memulai pemberian remdesivir dan setiap hari selama mendapat remdesivir. Pemberian remdesivir sebaiknya tidak dilakukan pada pasien dengan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) ≥5 kali di atas normal. Remdesivir sebaiknya dihentikan jika terjadi peningkatan SGPT≥5 kali di atas normal. Pemberian remdesivir dapat dimulai kembali ketika SGPT <5 kali normal.

Referensi

11. FDA. Fact Sheet For Health Care Providers EUA of Remdesivir. 2022. https://www.fda.gov/media/137566/download
12. BPOM. Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia. Jakarta: 2020.
14. EMA. Summary on compassionate use. 2020. https://www.ema.europa.eu/en/documents/other/summary-compassionate-use-remdesivir-gilead_en.pdf
24. WHO Solidarity Trial Consortium. Remdesivir and three other drugs for hospitalised patients with COVID-19: final results of the WHO Solidarity randomised trial and updated meta-analyses. Lancet. 2022;399:1941-53

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Kontraindikasi dan Peringatan Re...

Artikel Terkait

  • Remdesivir Tidak Bermanfaat sebagai Terapi COVID-19
    Remdesivir Tidak Bermanfaat sebagai Terapi COVID-19
  • Evaluasi Efek Remdesivir dan Hydroxychloroquine terhadap Viral Clearance COVID-19 – Telaah Jurnal Alomedika
    Evaluasi Efek Remdesivir dan Hydroxychloroquine terhadap Viral Clearance COVID-19 – Telaah Jurnal Alomedika
  • Klorokuin Fosfat dan Remdesivir Sebagai Terapi COVID- 19
    Klorokuin Fosfat dan Remdesivir Sebagai Terapi COVID- 19
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 19 jam yang lalu
Pengurusan SIP pertama kali
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter. Izin bertanya pada ts sekalian. Jika akan praktik dan belum ada sip sebelumnya, kita perlu mengurus sipnya kemana ya dok? Saya berencana praktik...
Anonymous
Dibalas 23 jam yang lalu
Ruam muncul setelah berenang, apakah ini herpes atau bukan?
Oleh: Anonymous
4 Balasan
ALO Dokter, Mohon maaf dok, izin berdiskusi.. keluhan pasien sudah dirasakan kurang lebih 1 minggu, setelah berenang. sebelumnya ada gejala demam, tdk enak...
dr.Enos Tri Utomo Halawa
Dibalas 10 Januari 2026, 17:55
Kerjasama bpjs di 3 tempat praktik
Oleh: dr.Enos Tri Utomo Halawa
1 Balasan
Alo dokter, Izin bertanya.Saya baru lulus pns tahun lalu di salah satu rs pemerintah. Di mana jam kerjanya pakai shift pagi, sore dan malam setiap hari....

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.