Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Grover Disease annisa-meidina 2026-03-06T14:17:06+07:00 2026-03-06T14:17:06+07:00
Grover Disease
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Grover Disease

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan untuk Grover disease (GD) adalah bahwa penyakit ini bersifat jinak dan bisa swasirna pada kebanyakan kasus. Jelaskan pula bahwa rekurensi dan kronisitas bisa terjadi pada beberapa kasus.[1-3]

Edukasi Pasien

Jelaskan bahwa penyakit ini bersifat jinak namun bisa kronik-rekuren. Jelaskan pula bahwa penyakit ini tidak menular dan tidak berhubungan dengan keganasan kulit.

Sampaikan bahwa tujuan utama terapi adalah mengendalikan gejala, khususnya pruritus, serta mencegah kekambuhan. Pasien harus memahami pentingnya menghindari faktor pencetus, seperti panas berlebih, keringat, aktivitas yang meningkatkan suhu tubuh, serta pakaian ketat atau bahan yang tidak menyerap keringat.

Edukasi terkait terapi mandiri mencakup penggunaan perawatan kulit yang lembut, termasuk tidak menggunakan bahan iritatif pada kulit, serta penggunaan emolien secara rutin. Untuk pruritus, ingatkan pasien untuk menghindari garukan agar tidak terjadi ekskoriasi atau infeksi sekunder.[1-3]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Upaya pencegahan berfokus pada pengendalian faktor pencetus dan faktor risiko, terutama dengan menghindari paparan panas berlebih, keringat, dan imobilisasi berkepanjangan. Menjaga lingkungan tetap sejuk dan menggunakan pakaian longgar yang menyerap keringat juga bisa dilakukan.

Optimalisasi perawatan kulit dasar dengan emolien untuk mempertahankan fungsi sawar kulit, identifikasi serta penghentian obat-obatan yang dicurigai memicu lesi, dan pengelolaan kondisi komorbid seperti dermatitis atopik atau penyakit sistemik juga dapat disarankan untuk menurunkan frekuensi kekambuhan.[1-3,16]

Referensi

1. Aldana PC., Khachemoune A. Grover disease: review of subtypes with a focus on management options. International Journal of Dermatology. Blackwell Publishing Ltd; 2020. pp. 543–550.
2. Bellinato F., Maurelli M., Gisondi P., Girolomoni G. Clinical features and treatments of transient acantholytic dermatosis (Grover’s disease): a systematic review. JDDG - Journal of the German Society of Dermatology. Wiley-VCH Verlag; 2020. pp. 826–833.
3. Lacarruba F., Boscaglia S., Nasca MR., Caltabiano R., Micali G. Grover’s disease: dermoscopy, reflectance confocal microscopy and histopathological correlation. Dermatology Practical & Conceptual. Mattioli1885; 2017; 7(3): 51–54.
16. Zabawski EJ. Transient Acantholytic Dermatosis (Grover Disease) Treatment & Management. Medscape, 2024. https://emedicine.medscape.com/article/1124347-treatment#d1

Prognosis Grover Disease

Artikel Terkait

  • 5 Lesi Kulit pada Neonatus
    5 Lesi Kulit pada Neonatus
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 23 Mei 2025, 13:39
Apa diagnosis gatal kulit pada anak yang tepat?
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo Dokter. Selamat siang dok, terdapat pasien usia 5 tahun keluhan gatal dan pada kulit sejak 2 minggu. Pasien sering makan sosis. Gatal bertambah saat...
dr.Simon Andri Sihombing
Dibalas 03 April 2025, 16:50
Apakah ada tatalaksana lain untuk miliaria crystalina yang hilang timbul selama 3 bulan selain antihistamin, dexa, dan krim antibiotik?
Oleh: dr.Simon Andri Sihombing
6 Balasan
Alo dokter, saya ada pasien anak laki-laki usia 6 tahun dengan diagnosa miliaria crystallina di bagian dada kanan dan lutut kanan sudah 3 bulan hilang...
dr.Risa
Dibalas 16 Juli 2024, 07:23
Bercak putih seluruh wajah pada pasien 70 tahun
Oleh: dr.Risa
2 Balasan
Alo dokter. Izin berdikusi pasien saya wanita usia 70 th muncul bercak putih di wajahnya. Pasien mengatakan keluhan ini timbul sudah lama (tidak mengingat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.