Prognosis Toxic Nodular Goiter
Prognosis pada toxic nodular goiter (TNG) atau Plummer disease dipengaruhi oleh derajat hipertiroidisme saat diagnosis, usia pasien, keberadaan komorbid, serta ketepatan waktu intervensi. Komplikasi mencakup fibrilasi atrium, gagal jantung, dan kardiomiopati.[1,7,11,15]
Komplikasi
Komplikasi pada toxic nodular goiter dapat terjadi karena keterlambatan penatalaksanaan ataupun akibat efek samping tata laksana.
Keterlambatan Penatalaksanaan
Komplikasi sistem kardiovaskular meliputi takiaritmia terutama fibrilasi atrium, hipertensi, gagal jantung, dan peningkatan risiko tromboemboli, terutama pada pasien usia lanjut. Keadaan hipermetabolik berkepanjangan juga dapat menyebabkan penurunan berat badan, intoleransi panas, gangguan neuropsikiatrik, osteoporosis, serta peningkatan risiko fraktur. Pada kondisi berat atau tidak terkontrol, dapat pula terjadi thyroid storm.[1,11,15,16]
Komplikasi Pasca Radioiodine
Komplikasi pasca terapi radioiodine tersering adalah hipotiroidisme akibat destruksi jaringan tiroid residual, yang dapat muncul secara bertahap dan memerlukan terapi pengganti hormon jangka panjang. Perburukan sementara tirotoksikosis pascaterapi juga dapat terjadi akibat pelepasan hormon tiroid dari jaringan yang mengalami destruksi, terutama pada pasien dengan beban hormon tinggi sebelum terapi.[1,11,15,16,20,21,29,30]
Komplikasi Pasca Pembedahan
Pada pembedahan, komplikasi yang dapat timbul meliputi hipokalsemia sementara atau permanen akibat cedera kelenjar paratiroid, cedera nervus laringeus rekuren yang menyebabkan disfonia, perdarahan pascaoperasi, serta infeksi luka operasi. Dari aspek onkologi, meskipun nodul hiperfungsi umumnya bersifat jinak, keganasan tiroid tetap dapat ditemukan pada sebagian kecil pasien, sehingga evaluasi praoperatif dan histopatologis tetap diperlukan.[1,11,15,16,20,21,29,30]
Prognosis
Secara umum, prognosis toxic nodular goiter tergolong baik apabila ditegakkan diagnosis secara tepat dan diberikan terapi definitif yang sesuai, seperti radioiodine atau pembedahan. Kedua modalitas ini efektif dalam mengendalikan hipertiroidisme dan menurunkan risiko komplikasi sistemik jangka panjang. Namun, hipotiroidisme pasca terapi merupakan konsekuensi yang relatif sering dan memerlukan pemantauan serta terapi pengganti hormon seumur hidup.[1,11,16,29,30]
Prognosis jangka panjang dipengaruhi oleh usia pasien, adanya komorbid kardiovaskular, derajat hipertiroidisme saat diagnosis, serta ketepatan dan waktu intervensi. Dengan tindak lanjut yang terstruktur dan kesinambungan asuhan antara fasilitas rujukan dan FKTP, sebagian besar pasien dapat mencapai kualitas hidup yang baik dan stabilitas klinis jangka panjang.[1,11,16,29,30]