Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Pes (Plague) nurh-syadawani 2026-10-09T13:25:48+07:00 2026-10-09T13:25:48+07:00
Pes (Plague)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Pes (Plague)

Oleh :
dr.Nurh Syada
Share To Social Media:

Patofisiologi wabah pes atau plague didasari oleh kemampuan bakteri Yersinia pestis, dalam menghindari sistem kekebalan bawaan (innate immune system) dan bereplikasi secara cepat. Perkembangan patologis lebih lanjut sangat bergantung pada rute inokulasi awal, patofisiologi wabah pes dibagi menjadi bubonic plague dan pneumonic plague.[2.6]

Bubonic Plague

Pasca inokulasi melalui gigitan pinjal, bakteri bermigrasi via pembuluh limfatik menuju kelenjar getah bening regional. Multiplikasi bakteri yang eksponensial memicu inflamasi supuratif akut dan nekrosis jaringan, bermanifestasi klinis sebagai pembengkakan kelenjar (bubo). Kegagalan pelokalisasian infeksi akan memicu bakteremia sekunder, mempresipitasi respons inflamasi sistemik (SIRS) berat, Disseminated Intravascular Coagulation (DIC), hingga syok sepsis.[6,7]

Pneumonic Plague

Pada transmisi inhalasi aerosol (pes paru primer) atau penyebaran hematogenik dari bubo (pes paru sekunder), bakteri mendarat dan berkolonisasi langsung di ruang alveolar paru. Pada 24 hingga 36 jam pertama pasca pajanan, respons imun lokal paru sering kali berhasil diredam oleh faktor virulensi sehingga bakteri bermultiplikasi tanpa hambatan (fase pra-inflamasi).[2.6]

Memasuki fase selanjutnya, terjadi lonjakan produksi sitokin pro-inflamasi (badai sitokin) disertai infiltrasi masif polimorfonuklear (PMN) ke dalam parenkim paru. Kaskade inflamasi hiperakut ini merusak sawar alveolar kapiler, menyebabkan edema pulmonal, nekrosis hemoragik jaringan paru (bermanifestasi sebagai hemoptisis berat), dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).[2,6]

Referensi

2. World Health Organization. Plague fact sheet. World Health Organization. Published 2023. Accessed October 8, 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/plague
6. Barbieri R, Signoli M, Chevé D, et al. Yersinia pestis: the natural history of plague. Clin Microbiol Rev. 2021;34(1):e00044-19. doi:10.1128/CMR.00044-19
7. Yang R. Plague: recognition, treatment, and prevention. J Clin Microbiol. 2018;56(1):e01519-17. doi:10.1128/jcm.01519-17

Pendahuluan Pes (Plague)
Etiologi Pes (Plague)

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
    Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 06 Oktober 2026, 10:51
Kematian Peneliti di Rusia akibat Pneumonic Plague: Seberapa Besar Risiko Epidemi?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter,The BMJ pada tanggal 5 Oktober 2026 melaporkan kematian seorang peneliti laboratorium wanita berusia 28 tahun di sebuah institut riset dekat...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.