Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pedoman Klinis Pemeriksaan Sistem Motorik general_alomedika 2022-10-07T07:41:27+07:00 2022-10-07T07:41:27+07:00
Pemeriksaan Sistem Motorik
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pedoman Klinis Pemeriksaan Sistem Motorik

Oleh :
dr.Yeni Purnamasari
Share To Social Media:

Pedoman klinis pemeriksaan sistem motorik mencakup cara inspeksi, cara palpasi, cara memeriksa gerakan, dan cara memeriksa kekuatan otot. Dokter dianjurkan untuk selalu memeriksa sisi sehat terlebih dahulu baru memeriksa sisi sakit untuk perbandingan. Poin-poin penting yang perlu diperhatikan oleh dokter adalah sebagai berikut:

  • Inspeksi harus melihat postur, gait, massa otot, serta ada tidaknya gerakan involunter yang tidak terkendali
  • Palpasi harus menilai apakah tonus otot normal, hipotoni, atau hipertoni, serta menilai ada tidaknya nyeri saat palpasi
  • Pemeriksaan gerakan dibedakan menjadi pemeriksaan gerakan pasif dan aktif. Sebaiknya, lakukan pemeriksaan pasif terlebih dahulu baru pemeriksaan aktif
  • Penilaian kekuatan otot dilakukan dengan skala 0–5. Semakin kecil angka maka semakin lemah kekuatan otot. Sebaliknya, semakin besar angka maka semakin besar kekuatan otot[9,10]

Pemeriksaan sistem motorik dilakukan sesuai kondisi pasien, yakni hanya pada otot atau anggota gerak yang mempunyai keluhan. Pemeriksaan dilakukan dengan posisi pasien berdiri, duduk, atau berbaring bila pasien tidak dapat berdiri atau duduk.[9,10]

Referensi

9. Takakusaki K. Functional neuroanatomy for posture and gait control. Journal of Movement Disorders. 2017 Jan;10(1):1.
10. Nicholl DJ, Appleton JP. Clinical neurology: why this still matters in the 21st century. J Neurol Neurosurg Psychiatry. 2014;86(2):229–33.

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Edukasi Pasien Pemeriksaan Siste...

Artikel Terkait

  • Efektivitas Citicolin dan Piracetam untuk Stroke Iskemik dan Cedera Otak Traumatik
    Efektivitas Citicolin dan Piracetam untuk Stroke Iskemik dan Cedera Otak Traumatik
  • Anak Muntah Setelah Cedera Kepala: Perlu CT Scan atau Tidak
    Anak Muntah Setelah Cedera Kepala: Perlu CT Scan atau Tidak
  • Penggunaan Aspirin dan Clopidogrel pada Stroke Iskemik Minor
    Penggunaan Aspirin dan Clopidogrel pada Stroke Iskemik Minor
  • Membedakan Paralisis Nervus Fasialis Sentral dan Perifer
    Membedakan Paralisis Nervus Fasialis Sentral dan Perifer
  • Kriteria NIHSS untuk Menilai Keparahan Stroke
    Kriteria NIHSS untuk Menilai Keparahan Stroke

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 14:24
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Trombolitik pada Pasien Stroke Iskemik Akut
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter!Apa Dokter pernah melewatkan kesempatan emas untuk menyelamatkan nyawa pasien stroke?Penanganan cepat dan tepat dalam fase akut stroke iskemik...
Anonymous
Dibalas kemarin, 09:11
Fisioterapi pada pasien post stroke
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, saya mau bertanya untuk pasien pasca stroke, kapan sudah bisa dimulai untuk fisioterapi? kriteria apa saja yg menunjukkan pasien sudah stabil dan...
Anonymous
Dibalas 08 Agustus 2025, 16:55
Pasien Stroke ditawari TWS, apakah ada bukti ilmiahnya?
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Alo dokter.. ijin berdiskusi dok. Saya ada kerabat yg mengalami stroke, saat kontrol post MRS beliau ditawari untuk mengikuti TWS oleh spesialis saraf....

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.