Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Rocuronium annisa-meidina 2026-04-16T09:36:55+07:00 2026-04-16T09:36:55+07:00
Rocuronium
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Rocuronium

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Pengawasan klinis pada penggunaan rocuronium perlu mencakup pemantauan terhadap fungsi respirasi dan jalan napas karena obat ini menyebabkan paralisis otot rangka termasuk otot pernapasan. Pada penggunaan rocuronium, pasien harus berada di lingkungan dengan fasilitas ventilasi mekanik, oksigenasi, dan manajemen jalan napas yang memadai, serta dipantau secara kontinu terhadap saturasi oksigen, ventilasi, dan tanda vital.

Pemantauan blokade neuromuskular juga diperlukan dalam penggunaan rocuronium. Derajat relaksasi otot dan pemulihan neuromuskular dianjurkan dipantau menggunakan peripheral nerve stimulator untuk menilai kedalaman blokade, menentukan kebutuhan dosis tambahan, serta mengurangi risiko overdosis atau blokade neuromuskular residual setelah prosedur anestesi.

Secara klinis, rocuronium banyak digunakan untuk memfasilitasi intubasi endotrakeal, ventilasi mekanik, atau anestesi umum. Pasien perlu dipantau terhadap pemulihan fungsi neuromuskular yang adekuat sebelum ekstubasi, termasuk kemampuan mempertahankan ventilasi spontan dan patensi jalan napas.

Pengawasan juga perlu mencakup kemungkinan reaksi hipersensitivitas, gangguan hemodinamik, ketidakseimbangan elektrolit, atau interaksi obat yang dapat mempotensiasi atau memperpanjang efek blokade neuromuskular, sehingga intervensi seperti pemberian agen reversal dapat dilakukan bila diperlukan.

Jika reversal cepat diperlukan, misalnya pada pasien yang tidak bisa diintubasi dan ventilasi (can’t intubate can’t ventilate), maka sugammadex diperlukan.[1,3,14,16,21]

Referensi

1. Jain A, Wermuth HR, Dua A, et al. Rocuronium. StatPearls Publishing; 2025 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539888/
3. JAMP Pharma. PrRocuronium Bromide Injection. JAMP Pharma Corporation. 2026. https://pdf.hres.ca/dpd_pm/00067018.PDF
14. Electronic Medicines Compendium. Rocuronium bromide 50 mg/5 ml solution for injection/infusion vials (10 mg/ml) – Summary of Product Characteristics (SmPC). 2024. https://www.medicines.org.uk/emc/product/8841/smpc#gref
16. Medsafe. Rocuronium. Medsafe. 2024. https://www.medsafe.govt.nz/profs/datasheet/r/RocuroniumBromideMedsurgeinj.pdf
21. London Health Sciences Centre. Rocuronium (Zemuron). London Health Sciences Centre. 2024. https://www.lhsc.on.ca/critical-care-trauma-centre/rocuronium-zemuron.

Kontraindikasi dan Peringatan Ro...

Artikel Terkait

  • Penurunan Fungsi Kognitif Akibat Anestesi Pasca Operasi pada Geriatri
    Penurunan Fungsi Kognitif Akibat Anestesi Pasca Operasi pada Geriatri
  • Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
    Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
  • Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
    Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
  • Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
    Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
  • Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu
    Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 17 jam yang lalu
Vaksin RSV Sangat Penting untuk Pasien dengan Komorbiditas Pernapasan
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Saksikan video medikal ini, yuk! https://www.alomedika.com/infeksi-rsv-dan-komorbiditas-pernapasan-merupakan-kombinasi-yang-berbahayaMelalui video...
Anonymous
Dibalas 02 Juli 2026, 18:08
Herpes zoster pada anak
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Izin diskusi. Saya dapat pasien anak usia 6 tahun dengan ruam khas seperti herpes zoster. Keluhan anak hanya nyeri dibagian yang ruam, demam...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas kemarin, 07:17
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - AI dalam Peresepan Obat - Selasa, 21 Juli 2026 Jam: 14.00- 15.30 WIB
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter.Risiko medication error bisa mengintai praktik Anda!Medication error sering terjadi akibat salah hitung dosis, obat dengan nama mirip, beban kerja...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.