Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Ketotifen annisa-meidina 2026-06-10T11:29:34+07:00 2026-06-10T11:29:34+07:00
Ketotifen
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Ketotifen

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Secara farmakologi, ketotifen merupakan antihistamin generasi pertama yang bekerja sebagai antagonis reseptor H1 sekaligus menstabilkan membran sel mast sehingga mencegah pelepasan mediator inflamasi. Ketotifen diabsorpsi baik secara oral, mengalami metabolisme di hati, dan diekskresikan terutama melalui urin.[1-5]

Farmakodinamik

Ketotifen bekerja terutama sebagai antagonis reseptor histamin H1, sehingga menghambat efek histamin yang dilepaskan selama reaksi alergi. Dengan menghambat ikatan histamin pada reseptor H1, ketotifen mengurangi gejala seperti vasodilatasi, peningkatan permeabilitas kapiler, pruritus, dan kontraksi otot polos yang umumnya terjadi pada kondisi alergi.

Selain itu, ketotifen memiliki efek sebagai stabilisator sel mast, yaitu mencegah degranulasi sel mast dan pelepasan mediator inflamasi seperti histamin, leukotrien, dan faktor kemotaktik eosinofil. Mekanisme ini berperan penting dalam pencegahan reaksi alergi yang bersifat kronis, karena tidak hanya menghambat efek mediator tetapi juga mencegah pelepasannya sejak awal.

Dari aspek farmakodinamik, ketotifen menunjukkan efek antiinflamasi tambahan melalui penghambatan migrasi dan aktivasi sel-sel inflamasi, khususnya eosinofil. Obat ini juga dapat menurunkan hiperresponsivitas saluran napas pada kondisi alergi seperti asma, meskipun efek ini lebih bersifat profilaksis dan tidak efektif untuk meredakan serangan akut.[1-4]

Farmakokinetik

Secara farmakokinetik, ketotifen diabsorpsi dengan baik pada pemberian oral. Obat ini juga memiliki distribusi yang luas, termasuk dapat menembus sawar darah-otak.[4]

Absorbsi

Setelah dikonsumsi secara oral, ketotifen diabsorbsi hampir sepenuhnya dari saluran pencernaan (>90%). Namun, karena adanya efek lintas pertama (first-pass metabolism) di hati, hanya sekitar 50% obat yang mencapai sirkulasi sistemik dalam bentuk aktif. Waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi puncak, umumnya tercapai dalam waktu 2-4 jam setelah pemberian oral.[1,3,4]

Distribusi

Ketotifen bersifat lipofilik (larut lemak), yang memungkinkannya menembus sawar darah otak secara efektif, menembus plasenta, serta dan terdistribusi ke dalam air susu ibu (ASI). Sekitar 75-80% ketotifen terikat pada protein plasma (terutama albumin).[1,4]

Metabolisme

Metabolisme ketotifen terjadi di hati melalui N-demetilasi menjadi nor-ketotifen (metabolit aktif) dan melalui N-glukuronidasi menjadi ketotifen N-glukuronida (metabolit tidak aktif).[1,3,4]

Eliminasi

Rute eliminasi utama dari melalui ginjal (urin). Sekitar 60-70% dari dosis yang diberikan diekskresikan dalam urin, terutama dalam bentuk metabolit tidak aktif, sementara sebagian kecil (sekitar 1%) dikeluarkan dalam bentuk utuh, serta sisanya dikeluarkan melalui feses.

Waktu paruh dari ketotifen memiliki pola eliminasi bifasik, yakni pada fase awal (sekitar 3-5 jam) dan fase akhir (sekitar 21 jam).[1,3,4]

Referensi

1. MIMS. Ketotifen. 2026. https://www.mims.com/singapore/drug/info/ketotifen?mtype=generic
2. ASHP. Ketotifen (Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/ketotifen.html
3. Drugbank. Ketotifen. 2026. https://go.drugbank.com/drugs/DB00920
4. PubChem. Ketotifen. 2026. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Ketotifen
5. Drugs.com. Ketotifen (oral). 2025. https://www.drugs.com/cons/ketotifen-oral.html

Pendahuluan Ketotifen
Formulasi Ketotifen

Artikel Terkait

  • Memilih Sediaan Topikal Mata yang Sesuai untuk Pasien
    Memilih Sediaan Topikal Mata yang Sesuai untuk Pasien
  • Edukasi Cara Penggunaan Obat Tetes Mata dengan Benar
    Edukasi Cara Penggunaan Obat Tetes Mata dengan Benar
  • Penggunaan Obat Mata Topikal pada Anak-Anak
    Penggunaan Obat Mata Topikal pada Anak-Anak
  • Pemeriksaan Klinis Konjungtivitis Viral vs Bakterial
    Pemeriksaan Klinis Konjungtivitis Viral vs Bakterial
  • Profilaksis Oftalmia Neonatorum: Apakah Masih Relevan?
    Profilaksis Oftalmia Neonatorum: Apakah Masih Relevan?

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Wilda Veramita
Dibalas 27 November 2025, 20:18
Penggunaan steroid tetes mata pada anak
Oleh: dr. Wilda Veramita
4 Balasan
ALO Dokter izin bertanya. Ada anakĀ usia 2 tahun dengan keluhan mata merah sudah 3 hari dan banyak kotoran mata. Pada kasus seperti ini apakah diperbolehkan...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 30 Mei 2025, 14:29
Mata gatal dan mengganjal - ALOPALOOZA Mata
Oleh: dr.Eurena Maulidya
8 Balasan
ALO Dokter, pada kasus ini, pasien mengeluhkan matanya sangat gatal dan terasa mengganjal. Pasien juga mengeluhkan adanya sekret bening. Apa ya diagnosis...
Anonymous
Dibalas 04 April 2025, 08:41
Obat apa yang tepat untuk tatalaksana konjungtivitis pada ibu hamil?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter. Obat tetes mata untuk konjungtivitis pd ibu hamil apa ya?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.