Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Ketotifen annisa-meidina 2026-06-10T11:31:01+07:00 2026-06-10T11:31:01+07:00
Ketotifen
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Ketotifen

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Indikasi penggunaan ketotifen adalah untuk menangani gejala alergi, seperti konjungtivitis alergi, serta dapat digunakan sebagai profilaksis asma bronkial. Meski begitu, penggunaan antihistamin pada asma tidak didukung oleh pedoman klinis yang ada. Rentang dosis ketotifen adalah 1-2 mg.[1,2,8]

Konjungtivitis Alergi

Ketotifen digunakan untuk mengatasi rasa gatal pada mata akibat konjungtivitis alergi. Dosis ketotifen sediaan larutan tetes mata 0,025% atau 0,25 mg/ml pada pasien dewasa dan anak-anak usia ≥3 tahun adalah 1 tetes pada mata yang sakit sebanyak 2 kali sehari.[1,2,9,10]

Dosis ketotifen sediaan oral pada dewasa yang direkomendasikan adalah 1 mg sebanyak 2 kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 mg sebanyak 2 kali sehari. Sebagai alternatif, penggunaan ketotifen dapat dimulai dengan dosis 0,5-1 mg pada malam hari selama beberapa hari pertama terapi untuk meminimalkan efek samping mengantuk.[1]

Rinitis Alergi

Ketotifen diindikasikan untuk tata laksana rinitis alergi, seperti bersin-bersin, pilek atau hidung tersumbat. Dosis ketotifen sediaan oral pada dewasa yang direkomendasikan adalah 1 mg sebanyak 2 kali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 mg sebanyak 2 kali sehari.

Dosis ketotifen sediaan oral untuk anak-anak usia ≥3 tahun adalah 1 mg sebanyak 2 kali sehari. Efikasi dan keamanan penggunaan ketotifen pada anak-anak usia di bawah 3 tahun belum ditetapkan.[1]

Asma Bronkial (Off Label)

Ketotifen bekerja sebagai penstabil sel mast yang mencegah pelepasan mediator inflamasi (histamin) sehingga dapat digunakan sebagai profilaksis terhadap asma bronkial. Beberapa peran ketotifen pada asma, antara lain mengurangi frekuensi serangan, mengurangi keparahan gejala, menurunkan durasi serangan, serta mengurangi kebutuhan akan obat asma lain. Meski demikian, penggunaan ketotifen ini tidak didukung pedoman klinis.[1,8,11,12]

Rekomendasi dosis ketotifen sediaan oral pada dewasa dan anak-anak usia ≥3 tahun adalah 1 mg sebanyak 2 kali sehari. Sebagai alternatif, penggunaan ketotifen dapat dimulai dengan dosis 0,5 mg pada malam hari selama beberapa hari pertama terapi untuk meminimalkan efek samping mengantuk.[1,11,12]

Penggunaan pada Populasi Khusus

Penggunaan ketotifen memerlukan penyesuaian dosis pada populasi tertentu, seperti lansia, sensitif terhadap sedasi, serta gangguan hepar atau renal.

Lansia (Usia >65 Tahun)

Secara umum, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa lansia memerlukan dosis yang berbeda dari populasi dewasa muda. Namun, karena populasi lansia cenderung lebih sensitif terhadap efek samping seperti kantuk atau pusing, sehingga dosis dapat dimulai dengan dosis terendah yang efektif.[1]

Populasi yang Sensitif Terhadap Sedasi

Beberapa individu sangat mudah mengantuk setelah konsumsi obat golongan antihistamin, maka dapat dilakukan penyesuaian dosis dengan dosis awal 0,5 mg sampai 1 mg hanya pada malam hari selama beberapa hari pertama sebelum meningkatkan dosis secara bertahap hingga mencapai dosis terapi penuh.[1]

Gangguan Renal atau Hepar

Berdasarkan farmakokinetiknya, ketotifen dimetabolisme di hepar, sehingga klirens obat ketotifen mungkin berkurang pada populasi dengan gangguan hepar berat. Belum ada studi klinis yang spesifik, namun pengawasan sangat diperlukan.[1,3]

Selain itu, sekitar 60–70% dari obat ketotifen dikeluarkan melalui urin. Meskipun belum terdapat panduan penyesuaian dosis, akumulasi zat sisa (metabolit) mungkin terjadi pada pasien dengan gangguan renal, sehingga pengawasan juga diperlukan.[1,3]

Referensi

1. MIMS. Ketotifen. 2026. https://www.mims.com/singapore/drug/info/ketotifen?mtype=generic
2. ASHP. Ketotifen (Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/ketotifen.html
3. Drugbank. Ketotifen. 2026. https://go.drugbank.com/drugs/DB00920
8. GINA. Global Strategy for Asthma Management and Prevention. 2025. https://ginasthma.org/wp-content/uploads/2025/11/GINA-2025-Update-25_11_08-WMS.pdf
9. Drugs.com. Ketotifen Ophthalmic. 2026. https://www.drugs.com/mtm/ketotifen-ophthalmic.html
10. Drugs.com. Ketotifen Dosage Ophthalmic. 2025. https://www.drugs.com/dosage/ketotifen-ophthalmic.html
11. Kabra SK, Pandey RM, Singh R, Seth V. Ketotifen for asthma in children aged 5 to 15 years: a randomized placebo-controlled trial. Ann Allergy Asthma Immunol. 2000; 85(1): 46-52.
12. Mayo Clinic. Ketotifen (oral route). 2026. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ketotifen-oral-route/description/drg-20064435

Formulasi Ketotifen
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Memilih Sediaan Topikal Mata yang Sesuai untuk Pasien
    Memilih Sediaan Topikal Mata yang Sesuai untuk Pasien
  • Edukasi Cara Penggunaan Obat Tetes Mata dengan Benar
    Edukasi Cara Penggunaan Obat Tetes Mata dengan Benar
  • Penggunaan Obat Mata Topikal pada Anak-Anak
    Penggunaan Obat Mata Topikal pada Anak-Anak
  • Pemeriksaan Klinis Konjungtivitis Viral vs Bakterial
    Pemeriksaan Klinis Konjungtivitis Viral vs Bakterial
  • Profilaksis Oftalmia Neonatorum: Apakah Masih Relevan?
    Profilaksis Oftalmia Neonatorum: Apakah Masih Relevan?

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Wilda Veramita
Dibalas 27 November 2025, 20:18
Penggunaan steroid tetes mata pada anak
Oleh: dr. Wilda Veramita
4 Balasan
ALO Dokter izin bertanya. Ada anak usia 2 tahun dengan keluhan mata merah sudah 3 hari dan banyak kotoran mata. Pada kasus seperti ini apakah diperbolehkan...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 30 Mei 2025, 14:29
Mata gatal dan mengganjal - ALOPALOOZA Mata
Oleh: dr.Eurena Maulidya
8 Balasan
ALO Dokter, pada kasus ini, pasien mengeluhkan matanya sangat gatal dan terasa mengganjal. Pasien juga mengeluhkan adanya sekret bening. Apa ya diagnosis...
Anonymous
Dibalas 04 April 2025, 08:41
Obat apa yang tepat untuk tatalaksana konjungtivitis pada ibu hamil?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter. Obat tetes mata untuk konjungtivitis pd ibu hamil apa ya?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.