Pengawasan Klinis Ketotifen
Pengawasan klinis pada pasien yang mendapat ketotifen terutama difokuskan pada evaluasi efektivitas terapi, yaitu perbaikan gejala alergi seperti penurunan pruritus, hiperemia, lakrimasi, atau gejala rinitis alergi.
Selain itu, perlu dipantau kemungkinan efek samping, terutama sedasi, pusing, atau gangguan konsentrasi yang lebih sering terjadi karena sifat antihistamin generasi pertama. Efek sedasi ketotifen bisa memengaruhi konsentrasi pasien saat berkendara atau mengoperasikan mesin, sehingga efek samping ini perlu diedukasi pada pasien.
Pada penggunaan topikal tetes mata untuk konjungtivitis alergi, efek samping lokal seperti iritasi, rasa terbakar ringan, atau injeksi konjungtiva juga perlu diperhatikan, meskipun umumnya bersifat ringan dan sementara.
Pada populasi khusus, pemantauan lebih ketat diperlukan, termasuk pada anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap efek sedatif. Pada ibu hamil dan menyusui, lakukan penilaian risiko dan manfaat terapi karena penggunaan obat ini pada populasi tersebut kurang dianjurkan.[1,2,5,13,14]