Efek Samping dan Interaksi Obat Carbimazole
Efek samping ringan pada penggunaan carbimazole meliputi ruam kulit, pruritus, mual, sakit kepala, dan artralgia, yang biasanya bersifat sementara. Efek samping berat yang jarang tetapi serius termasuk agranulositosis, hepatotoksisitas, serta supresi sumsum tulang. Interaksi obat yang perlu diwaspadai antara lain dengan warfarin.[1-4]
Efek Samping
Carbimazole adalah obat untuk penyakit tiroid yang secara umum memiliki profil keamanan baik, namun efek samping tetap dapat terjadi pada sekitar 5–25% pasien.
Efek samping yang paling sering bersifat ringan, seperti ruam kulit, urtikaria, pruritus, artralgia, mual, dan sakit kepala. Reaksi ini biasanya muncul pada minggu-minggu awal terapi, bersifat sementara, dan tidak memerlukan penghentian obat. Selain itu, peningkatan berat badan juga sering terjadi seiring menurunnya kadar hormon tiroid dan perlambatan metabolisme.[10,11]
Efek Samping Berat
Di sisi lain, terdapat efek samping berat yang jarang tetapi berpotensi serius, seperti agranulositosis, hepatitis, sindrom mirip lupus, serta supresi sumsum tulang termasuk pansitopenia.
Agranulositosis merupakan komplikasi yang perlu diwaspadai dengan insidensi sekitar 0,1–1% dan biasanya terjadi mendadak dalam 3 bulan pertama terapi. Gejala awal berupa demam, nyeri tenggorokan, atau ulkus mulut. Bila terjadi agranulositosis, lakukan penghentian obat segera dan pemeriksaan darah. Faktor genetik tertentu, seperti variasi alel HLA, juga diketahui meningkatkan risiko terjadinya efek samping ini.
Hepatotoksisitas pada carbimazole umumnya lebih ringan dibandingkan obat lain dalam golongan yang sama, namun tetap perlu diwaspadai terutama pada dosis tinggi. Efek samping serius lainnya yang jarang meliputi vaskulitis ANCA-positif.
Karena onset efek samping berat sering terjadi secara tiba-tiba, pemeriksaan laboratorium rutin tidak selalu dapat memprediksi kejadian tersebut, sehingga edukasi pasien menjadi sangat penting. Pasien harus diberi informasi tertulis mengenai red flag efek samping berat dan pentingnya segera menghentikan obat serta mencari pertolongan medis bila gejala muncul.[10,11]
Interaksi Obat
Penggunaan carbimazole menyebabkan interaksi obat jika digunakan bersama dengan obat seperti warfarin,
Warfarin
Carbimazole dapat meningkatkan efek antikoagulan jika diberikan bersama warfarin. Dosis antikoagulan harus selalu dikontrol ditambah dengan pemantauan profil koagulasi, karena hipoprotrombinemia yang meningkatkan risiko perdarahan dapat terjadi.[1,2,4]
Clozapine
Penggunaan carbimazole bersama dengan antipsikotik clozapine akan meningkatkan risiko timbulnya agranulositosis.[1,2,4]
Interaksi yang Memengaruhi Kadar Obat
Penggunaan carbimazole bersama dengan prednisolone dapat meningkatkan klirens prednisolone.
Kadar serum teofilin dapat meningkat sampai ke level toksik. Dosis teofilin harus dikurangi jika akan digunakan bersama dengan carbimazole.
Penggunaan carbimazole bersama dengan eritromisin dapat menurunkan metabolisme eritromisin, sehingga klirens eritromisin akan menurun.
Iodium
Kekurangan iodium akan meningkatkan respon terhadap carbimazole, sedangkan kelebihan iodium akan menurunkan respon terhadap carbimazole.[1,2,4]