Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Carbimazole
Penggunaan carbimazole pada kehamilan tidak dianjurkan. Obat ini tidak memiliki izin edar di Amerika Serikat sehingga tidak memiliki klasifikasi kehamilan oleh FDA. Meski begitu, carbimazole diklasifikasikan TGA Australia sebagai obat kategori D. Di sisi lain, pada ibu menyusui, carbimazole diketahui dikeluarkan ke ASI, tetapi masih bisa dipilih untuk terapi hipertiroid pada ibu menyusui.[1,2,5-7]
Penggunaan pada Kehamilan
TGA memasukkan carbimazole dalam kategori D. Ini berarti bahwa obat ini telah diketahui, diduga, atau berpotensi menyebabkan peningkatan risiko kelainan bawaan (malformasi janin) atau kerusakan permanen pada janin manusia. Selain itu, obat dalam kategori ini juga dapat menimbulkan efek farmakologis yang merugikan pada janin, sehingga penggunaannya selama kehamilan membawa risiko yang signifikan.[7]
Paparan carbimazole pada trimester pertama, khususnya minggu ke-6 hingga ke-10, dikaitkan dengan risiko embriopati, yang dapat berupa kelainan kongenital seperti aplasia cutis, atresia koana atau esofagus, defek dinding abdomen, hingga kelainan jantung. Meskipun alternatif terapi seperti propylthiouracil memiliki spektrum kelainan yang cenderung lebih ringan, penggunaannya juga tetap membawa risiko, sehingga pemilihan terapi perlu mengevaluasi rasio manfaat dan risiko bagi ibu dan janin.[10]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa dosis carbimazole hingga 30 mg/hari atau 50 mg/minggu tidak memberikan efek merugikan pada bayi yang disusui. Oleh karena itu, beberapa ahli bahkan merekomendasikan obat ini pada ibu menyusui.
Rekomendasi dari American Thyroid Association menyatakan bahwa pemantauan rutin fungsi tiroid bayi tidak diperlukan, cukup observasi pertumbuhan dan perkembangan secara berkala. Data klinis mendukung keamanan ini, meskipun jumlah studi masih terbatas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi dari ibu yang mengonsumsi carbimazole 5–30 mg/hari memiliki kadar T4 dan TSH dalam batas normal sejak hari-hari awal kehidupan hingga pemantauan 18 bulan.
Meski demikian, perlu diketahui bahwa pada sebagian kecil kasus ditemukan peningkatan TSH sementara atau gejala ringan seperti iritabilitas, namun tanpa gangguan fungsi tiroid yang bermakna. Jika carbimazole diberikan pada ibu menyusui, efek samping idiosinkratik yang jarang seperti agranulositosis tetap perlu diwaspadai.[4]