Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Dopamin general_alomedika 2026-01-30T11:28:38+07:00 2026-01-30T11:28:38+07:00
Dopamin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Dopamin

Oleh :
dr. Queen Sugih Ariyani
Share To Social Media:

Pengawasan klinis dopamin perlu dilakukan secara ketat untuk menilai respons hemodinamik dan evaluasi efektivitas obat ini agar target terapi dapat tercapai. Pengawasan yang dilakukan mencakup pemantauan hemodinamik dan kondisi klinis pasien, yang dilakukan secara berkala.[1-3]

Pemantauan Hemodinamik

Dalam penggunaan dopamin, pemantauan hemodinamik sangatlah penting untuk dilakukan. Pemantauan dilakukan dengan memasang monitor EKG, denyut nadi, tekanan darah, dan saturasi oksigen. Dibutuhkan personil medis yang mengawasi monitor hemodinamik dan kondisi klinis pasien secara berkala.

Selain itu, pemantauan output urin juga diperlukan untuk menilai perfusi ginjal. Jika ditemukan kondisi seperti hipotensi, penurunan tekanan nadi, aritmia ventrikel, hipoksia, hiperkapnia, asidosis, maka intervensi harus dilakukan.

Hipotensi

Jika hipotensi terjadi maka pengaturan dosis harus disesuaikan dan titrasi untuk meningkatkan dosis harus dilakukan. Namun jika peningkatan dosis belum mampu untuk menaikkan tekanan darah, maka vasopressor yang lebih poten seperti norepinephrine harus dipertimbangkan untuk diberikan.

Aritmia Ventrikel

Jika pada hasil EKG ditemukan aritmia ventrikel seperti premature ventricular contraction dalam jumlah yang sering, turunkan dosis dopamin.

Penurunan Tekanan Nadi

Tekanan nadi merupakan perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik. Jika tekanan diastolik semakin tinggi diikuti dengan tekanan nadi semakin menyempit maka dosis dopamin perlu diturunkan dan dipantau untuk mencegah efek vasokonstriksi yang berlebihan.

Hipoksia, Hiperkapnia, dan Asidosis

Jika selama pemantauan, secara klinis dan dari hasil laboratorium terjadi hipoksia, hiperkapnia atau asidosis, segera lakukan koreksi karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping dopamin dan menurunkan efektivitasnya.[2,3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. MIMS. Dopamine. 2025. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/dopamine/?type=brief&mtype=generic
2. Hospira. Dopamine Hydrochloride and Dextrose 5% injection solution. FDA. 2014. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2014/018132s067,018826s045lbl.pdf
3. Dopamine (Rx). Medscape. 2025. https://reference.medscape.com/drug/intropin-dopamine-342435#10

Kontraindikasi dan Peringatan Do...
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas kemarin, 15:54
Diet yang tepat untuk hiperurisemia? - Temukan jawabannya di e-course berSKP "Hiperurisemia: Dari Diagnosis hingga Terapi Medik Gizi"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Asam urat tinggi, langsung suruh pasien pantang makanan tinggi purin? Apakah sesederhana itu?Hiperurisemia sering tidak bergejala, tetapi dapat...
Anonymous
Dibalas 15 Oktober 2026, 16:25
Konsul wanita umur 47 th keluhan menstruasi sudah lebih 1 bulan dan deras
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Siang dokterIzin konsul wanita umur 47th keluhan menstruasi sudah lebih 1bln sudah minum obat regumen , haid berenti tetapi abis obat 5hr haid nya deras...
dr.Nurh Syada
Dibalas kemarin, 14:53
Peresepan 10 Obat untuk Pasien Penyakit Jantung yang Terserang ISPA: Bisakah AI Bantu Cek Keamanannya?
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter.Seorang pasien dengan penyakit jantung rutin mengonsumsi 5 obat setiap hari. Suatu hari, pasien datang dengan keluhan batuk, pilek, dan demam,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.