Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Apixaban general_alomedika 2025-05-07T14:18:55+07:00 2025-05-07T14:18:55+07:00
Apixaban
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Apixaban

Oleh :
dr. Audrey Amily
Share To Social Media:

Efek samping apixaban yang perlu diperhatikan adalah perdarahan, sedangkan interaksi obat dengan antikoagulan lain dapat meningkatkan risiko efek samping perdarahan ini.

Efek Samping

Secara umum, efek samping apixaban dilaporkan dapat ditoleransi dengan baik. Akan tetapi, terdapat studi yang melaporkan 6,3% pasien menghentikan terapi karena mengalami perdarahan. Selain itu, 7% pasien dilaporkan mengeluhkan efek samping mual.[8]

Apixaban juga memiliki efek samping pada berbagai organ, yaitu:

  • Hematologi, yang meliputi anemia, trombositopenia

  • Gastrointestinal, yaitu mual, perdarahan mulut atau gingiva, perdarahan gastrointestinal dan rektal
  • Urologi, yaitu hematuria

  • Ginekologi, yaitu perdarahan pervaginam dan urogenital
  • Vaskular, yaitu hematoma, epistaksis

  • Lainnya, seperti kontusio setelah trauma, hematoma spinal atau epidural yang dapat menyebabkan paralisis, kejadian tromboembolisme jika konsumsi dihentikan secara dini[4,5,9]

Apixaban memiliki efek samping hepatotoksik, dimana dapat menyebabkan peningkatan aminotransferase serum >3 kali batas atas nilai normal. Akan tetapi, hal ini hanya terjadi pada 1–2% pasien.[13]

Penghentian apixaban secara dini meningkatkan risiko pasien mengalami kejadian tromboemboli. Oleh karenanya, pasien harus di edukasi untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan tidak menghentikan obat semaunya kecuali pasien mengalami perdarahan.[8]

Interaksi Obat

Interaksi apixaban dengan dengan beberapa obat berikut ini dapat meningkatkan risiko perdarahan, yaitu:

  • Antikoagulan parenteral seperti enoxaparin dan fondaparinux
  • Antikoagulan oral seperti warfarin, rivaroxaban, dan dabigatran

  • Antiplatelet, seperti clopidogrel, dipyridamole, dan sulfinpyrazone
  • Aspirin
  • Obat antiinflamasi nonsteroid seperti diklofenak dan ibuprofen

  • Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti citalopram, fluoxetine, paroxetine, dan sertraline

  • Serotonin norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI), seperti duloxetine dan venlafaxine[12,14]

Interaksi berupa peningkatan paparan apixaban jika digunakan bersama dengan inhibitor kuat CYP3A4 dan P-gp, misalnya ketoconazole, itraconazole, dan ritonavir.

Penurunan kadar plasma jika apixaban diberikan dengan obat yang menginduksi CYP3A4 dan P-gp  misalnya rifampicin, phenytoin, carbamazepine, dan phenobarbital.

Peningkatan kadar plasma apixaban jika diberikan dengan diltiazem, verapamil, amiodarone, clarithromycin, dan naproxen.[1,4,5]

 

 

Direvisi oleh: dr. Felicia Sutarli

Referensi

1. Byon W, Garonzik S, Boyd RA, Frost CE. Apixaban: A Clinical Pharmacokinetic and Pharmacodynamic Review. Clinical Pharmacokinetics, 2019. 58 (10): 1265–1279.
4. FDA. Highlights of prescribing information: Eliquis. 2012. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2012/202155s000lbl.pdf
5. MIMS. Eliquis. 2020. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/eliquis
8. Beck RA. Apixaban (Eliquis) for Stroke Prevention in Atrial Fibrillation. Am Fam Physician. 2014 Apr 15;89(8):672-675.
9. BPOM RI. Apiksaban. 2015. http://pionas.pom.go.id/monografi/apiksaban
12. Agrawal A, Kerndt CC, Manna B. Apixaban. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507910/
13. LiverTox: Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury. Bethesda (MD): National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; 2012-. Apixaban. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK548281/
14. Chang KH, Chen CM, Wang CL, Tu HT, Huang YT, Wu HC, Chang CH, Chang SH. Major Bleeding Risk in Patients With Non-valvular Atrial Fibrillation Concurrently Taking Direct Oral Anticoagulants and Antidepressants. Front Aging Neurosci. 2022 Feb 4;14:791285. doi: 10.3389/fnagi.2022.791285. PMID: 35185526; PMCID: PMC8855103.

Indikasi dan Dosis Apixaban
Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Pencegahan Stroke pada Atrial Fibrilasi: Warfarin vs Antikoagulan Oral Baru
    Pencegahan Stroke pada Atrial Fibrilasi: Warfarin vs Antikoagulan Oral Baru
  • Efektivitas Stoking Kompresi untuk Deep Vein Thrombosis
    Efektivitas Stoking Kompresi untuk Deep Vein Thrombosis
  • Red Flag Bengkak pada Tungkai Bawah
    Red Flag Bengkak pada Tungkai Bawah
  • Red Flag Keluhan Kaki Merah
    Red Flag Keluhan Kaki Merah
  • Penggunaan Digoxin Pada Gagal Jantung: Keamanan dan Manfaat
    Penggunaan Digoxin Pada Gagal Jantung: Keamanan dan Manfaat

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Gabriela
Dibalas 01 Maret 2024, 10:05
Efikasi Stoking Kompresi pada Lansia dengan Insufisiensi Vena Kronik untuk Mencegah Deep Vein Thrombosis dan Ulkus Kaki – Artikel SKP Alomedika
Oleh: dr. Gabriela
1 Balasan
ALO Dokter!Risiko terjadi insufisiensi vena kronik meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Penggunaan stoking kompresi medis oleh lansia adalah untuk...
Anonymous
Dibalas 01 Januari 2024, 15:22
Interpretasi hasil EKG
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Dok, ini pasien 37 thn dtg dengan tidak sadarkan diri, pasien riwayat sakit jantung, baru keluar RS 5hari lalu. TD tidak terukur, nadi 125x/m lemah, SpO2 :...
dr.Peter Fernando
Dibuat 07 Agustus 2023, 13:15
Mnemonic #27 : Gejala Deep Vein Thrombosis
Oleh: dr.Peter Fernando
0 Balasan
V - Vascular engorgement (Pembengkakan pembuluh darah) E - Edema (Bengkak) N - Numbness (Kebas) A - Aching pain (Nyeri berdenyut)Catatan :Mnemonic adalah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.