Pendahuluan Makrosomia
Makrosomia adalah suatu kondisi di mana bayi lahir dengan berat badan berlebih, yaitu melebihi 4.000-4.500 g. Makrosomia sering berkaitan dengan diabetes maternal, obesitas, dan kehamilan post-term. Makrosomia akan meningkatkan risiko distosia bahu, cedera lahir, perdarahan postpartum, serta kebutuhan intervensi obstetri seperti seksio sesarea.
Bayi makrosomia berisiko mengalami trauma lahir pada area mulut akibat persalinan yang sulit dan hipoglikemia neonatal yang dapat mengganggu pertumbuhan gigi dan rahang. Dalam jangka panjang, anak dengan riwayat makrosomia lebih rentan terhadap obesitas, maloklusi. bad habit seperti bernapas lewat mulut, dan gangguan pertumbuhan kraniofasial.[1]
Patofisiologi makrosomia terutama diakibatkan oleh diabetes gestasional yang meningkatkan risiko transfer glukosa melalui plasenta, sehingga memicu kondisi hiperinsulinemia janin. Hiperinsulinemia ini akan merangsang pertumbuhan jaringan lemak dan otot secara berlebih. Proses ini, yang sering disebut dengan Pedersen Hypothesis, akan membuat penumpukan lemak di bahu dan tubuh bagian atas bayi.[1-6]
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)