Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Amebiasis general_alomedika 2026-07-10T14:00:54+07:00 2026-07-10T14:00:54+07:00
Amebiasis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan E-Prescription Alomedika

Edukasi dan Promosi Kesehatan Amebiasis

Oleh :
dr.Shofa Nisrina Luthfiyani
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan utama untuk mencegah amebiasis adalah meningkatkan sanitasi dan menghindari perilaku seksual oro-anal. Upaya ini untuk mencegah transmisi protozoa Entamoeba histolytica.[9,14]

Edukasi Pasien

Pasien amebiasis harus diberikan edukasi penyebab penyakit, yaitu protozoa E. histolytica. Mikroorganisme ini bukan bakteri atau virus, dan menular melalui jalur oral-fekal. Pasien harus menghabiskan obat sesuai dosis untuk menghindari komplikasi. Oleh karena itu, pasien harus mengetahui juga berbagai risiko komplikasi amebiasis.

Kista dan trofozoit E. histolytica dapat ditemukan di dalam feses. Kista terlindungi oleh dinding sehingga dapat bertahan sampai hitungan minggu di lingkungan luar. Dinding ini juga tidak hancur oleh asam lambung, sehingga pasien harus menjaga sanitasi dan higienitas agar dapat memutus transmisi.

Pasien yang tidak memiliki gejala tetapi menunjukkan adanya kista atau trofozoit pada pemeriksaan feses, dapat diberikan paromomisin atau iodoquinol untuk mencegah perkembangan dan penyebaran penyakit.[2,3,9,14]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Amebiasis dapat dicegah dengan cara meningkatkan sanitasi. Penularan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi dapat dicegah dengan cara:

  • memasak makanan sampai matang
  • menghindari konsumsi makanan mentah yang tidak dicuci bersih
  • meminum air dalam kemasan, memasak air yang akan dikonsumsi, atau menambahkan iodin pada air minum[9,14]

Aspek peningkatan sanitasi termasuk kebersihan tangan dan toilet. Pembangunan MCK umum dan edukasi pasien untuk buang air besar di WC sangat penting untuk mencegah penularan penyakit yang ditransmisi melalui rute fekal-oral. Kebersihan tangan dengan kebiasaan mencuci tangan dengan benar juga penting, terutama setelah menggunakan toilet.[18]

Penularan lain adalah melalui kontak fekal-oral secara langsung pada kontak seksual. Oleh karena itu, perlu dipromosikan untuk menghindari perilaku seksual yang meningkatkan transmisi fekal-oral.[18]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

2. Zulfiqar H, Mathew G, Horrall S. Amebiasis(Archived) [Updated 2023 Jun 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-.
3. Carrero JC, Reyes-López M, et al.. Intestinal amoebiasis: 160 years of its first detection and still remains as a health problem in developing countries. Int J Med Microbiol. 2020 Jan;310(1):151358. doi: 10.1016/j.ijmm.2019.151358. Epub 2019 Sep 19. PMID: 31587966.
9. Centers for Disease Control and Prevention. Amebiasis. 2022. https://www.cdc.gov/dpdx/amebiasis/index.html
14. Anosital, Andayasari L. Kajian epidemiologi penyakit infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh amuba di Indonesia. Media Litbang Kesehatan. 2011;21(1):1-9
18. Shirley DT, Farr L, Watanabe K, Moonah S. A review of the global burden, New current therapeutics for amebiases. Amebiases Review.2018:1-9

Prognosis Amebiasis
Panduan E-Prescription Alomedika...

Artikel Terkait

  • Pedoman Penanganan Gastroenteritis dari IDSA 2017 dan Penerapannya di Indonesia
    Pedoman Penanganan Gastroenteritis dari IDSA 2017 dan Penerapannya di Indonesia
  • Gastroenteritis Akut pada Anak – Panduan E-Prescription Alomedika
    Gastroenteritis Akut pada Anak – Panduan E-Prescription Alomedika
Diskusi Terbaru
dr.Nurh Syada
Dibalas 9 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kasus Saraf di Era AI: Memecahkan Dilema Akut hingga Kronis - Kamis, 19 November 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftarnya:https://www.alomedika.com/webinar/navigasi-kasus-saraf-di-era-ai-memecahkan-dilema-akut-hingga-kronis?type=singleLink...
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 12 jam yang lalu
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 9 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.