Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Hepatitis E general_alomedika 2026-03-26T14:40:52+07:00 2026-03-26T14:40:52+07:00
Hepatitis E
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Hepatitis E

Oleh :
dr. Putri Kumala Sari
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan terhadap hepatitis E memegang peranan penting mengingat HEV ditransmisikan secara fekal-oral dan dapat menyebabkan wabah. Edukasi dan promosi kesehatan tentang prinsip sanitasi diharapkan dapat mencegah dan mengendalikan penyakit serta penularannya.[23]

Edukasi dan Promosi Kesehatan

Petugas kesehatan perlu melakukan penyuluhan dan konsultasi agar masyarakat memperoleh wawasan dan pemahaman yang benar tentang hepatitis E. Pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) merupakan alternatif yang baik dalam pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat guna mencegah hepatitis E.[23]

Advokasi dan Sosialisasi

Advokasi dan sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan, mengingat HEV ditransmisikan secara fekal-oral dan dapat menimbulkan wabah. Kebiasaan cuci tangan perlu disosialisasikan dengan benar untuk mencegah penularan fekal-oral.

Beberapa waktu yang disarankan untuk mencuci tangan adalah sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sebelum menyusui bayi, sebelum memberi makan bayi atau balita, sesudah buang air besar atau kecil, dan sesudah memegang hewan.[23]

Intervensi Perubahan Perilaku.

Intervensi perubahan perilaku meliputi promosi kesehatan tentang bagaimana hidup sehat, antara lain perilaku hidup bersih dan sehat, kebersihan diri dan lingkungan, serta tata cara pengelolaan pangan yang higienis. Pengelolaan pangan yang higienis dilakukan dengan memperhatikan bahan, alat, dan tempat yang digunakan.

Kebiasaan lain yang perlu dipelihara adalah buang air besar dengan cara-cara yang saniter, yaitu membuang tinja di jamban saniter.[23]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Pencegahan dan pengendalian hepatitis E dilakukan melalui intervensi perubahan perilaku dan vaksinasi. Ketersediaan air bersih juga penting karena jalur transmisi HEV bisa dari air yang terkontaminasi.[1,4,23]

Intervensi Perubahan Perilaku

Intervensi perubahan perilaku meliputi cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan pengelolaan makanan yang benar. CTPS dilakukan pada 6 saat kritis, yaitu sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sebelum menyusui, sebelum memberi makan bayi atau balita, sesudah buang air besar atau kecil, dan sesudah memegang hewan.[1,4,23]

Pengolahan Makanan

Cara pengolahan makanan yang benar, meliputi:

  • Menjaga kebersihan: mencuci tangan sebelum memasak dan keluar dari toilet; mencuci alat-alat masak dan alat-alat makan; membersihkan dapur
  • Memisahkan bahan makanan mentah dan makanan matang: menggunakan alat yang berbeda untuk keperluan dapur dan untuk makan; menyimpan bahan makanan matang dan mentah di tempat yang berbeda.
  • Memasak makanan sampai matang: memasak makanan pada suhu minimal 85 C, terutama daging dan makanan laut
  • Menyimpan makanan di suhu aman: jangan menyimpan makanan terlalu lama di suhu ruangan maupun kulkas; memasukan makanan yang ingin disimpan ke dalam lemari pendingin
  • Menggunakan air bersih dan bahan makanan yang baik: memilih bahan makanan yang segar (belum kadaluwarsa) dan menggunakan air yang bersih; mencuci buah dan sayur dengan baik; pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga[1,4,23]

Dalam rangka pengendalian hepatitis E, masyarakat dapat ikut berperan aktif untuk memutus mata rantai penularan dengan tetap memelihara kesehatan lingkungan, menganjurkan kepada keluarga dan warga di lingkungannya untuk segera berobat agar tidak menjadi sumber penularan.[23]

Vaksinasi

Vaksin rekombinan telah dikembangkan di Nepal dan Cina, dengan 95% efikasi terhadap HEV genotipe 1. Vaksin tersebut dilaporkan dapat memberikan proteksi selama 4,5 tahun dan aman untuk wanita hamil, namun efikasi dan keamanan vaksin untuk pasien dengan penyakit hepar kronik dan pasien dengan terapi imunosupresan belum dapat ditentukan.

Vaksin tersebut diketahui efektif pula terhadap HEV genotipe 4, sedangkan efikasinya terhadap HEV genotipe 2 dan 3 belum terbukti. Saat ini vaksin terhadap HEV tersebut hanya tersedia di Cina dan belum disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA).[4,5,7]

Referensi

1. World Health Organization. Hepatitis E. 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-e
4. Remy P. Hepatitis E. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/178140-overview
5. Girish V, Grant LM, Sharma B, et al. Hepatitis E. [Updated 2025 Apr 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-.
23. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Hepatitis Virus. 2015. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._53_ttg_Penanggulangan_Hepatitis_Virus_.pdf

Prognosis Hepatitis E
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 13 jam yang lalu
Penyakit Kulit di leher, mulanya seperti jerawat dan melebar sejak 1 minggu
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO DokterIzin berdiskusi dokter.Pasien anak perempuan usia 3 tahun, datang ke klinik dengan keluhan sakit kulit di leher (seperti digambar). Keluhan...
Anonymous
Dibalas 09 April 2026, 20:35
Kecukupan SKP ranah C
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, untuk kecukupan SKP ranah C pengabdian masyarakat apakah boleh misalnya melakukan penyuluhan di sekolah? Adalah format sertifikat yang harus kita...
Anonymous
Dibalas 10 April 2026, 07:45
Jamaah haji riwayat suntik kb 1 bulan dan ingin menunda haid sekaligus mempercepat haid
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Mohon izin bertanya dok, calon jamaah haji usia 41 tahun mau tidak haid full selama di Madinah Makkah. *Riwayat suntik kb 1 bulan, terakhir...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.