Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Epididimitis general_alomedika 2025-12-05T14:30:16+07:00 2025-12-05T14:30:16+07:00
Epididimitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Epididimitis

Oleh :
Audric Albertus
Share To Social Media:

Etiologi epididimitis paling banyak adalah infeksi bakteri, yang umumnya berhubungan dengan infeksi menular seksual. Selain itu, epididimitis juga dapat disebabkan oleh kondisi noninfeksi, misalnya penggunaan obat amiodarone, penyakit Behcet, atau purpura Henoch-Schonlein.

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Infeksi menular seksual paling sering ditemukan pada pasien laki-laki usia 14–35 tahun, dan laki-laki usia tua yang melakukan hubungan seksual sesama jenis. Bakteri yang paling sering ditemukan adalah Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae. Bakteri lainnya adalah Escherichia coli dan Haemophilus influenzae.[1,5,7]

Infeksi Bukan Menular Seksual

Etiologi infeksi yang tidak berhubungan dengan infeksi menular seksual umumnya berhubungan dengan obstruksi saluran kemih atau tindakan pada traktus urinarius. Patogen penyebab epididimitis bukan menular seksual ini umumnya adalah bakteri gram negatif enterik, yang sering terjadi pada laki-laki usia <14 tahun.

Beberapa patogen bukan menular infeksi yang dapat menyebabkan epididimitis adalah:

  • Sindrom pasca infeksi: Mycoplasma pneumoniae, enterovirus, adenovirus
  • Bakteri gram negatif enterik: Enterococcus, Pseudomonas spp., Klebsiella spp.
  • Infeksi concomitant: cytomegalovirus, salmonellosis, toxoplasmosis, Ureaplasma urealyticum, corynebacterium, mycoplasma, mycobacteria (termasuk Mycobacterium tuberculosis)
  • Paramyxovirus
  • Brucella spp.
  • Candida spp.[2,8]

Noninfeksi

Epididimitis noninfeksi jarang dilaporkan. Beberapa etiologi noninfeksi adalah penggunaan obat amiodarone, penyakit Behcet, atau purpura Henoch-Schonlein.[6,9,10]

Faktor Risiko

Faktor risiko epididimitis adalah hubungan seksual tidak terproteksi atau riwayat infeksi menular seksual. Selain itu, penyakit traktus urinarius, seperti infeksi saluran kemih atau obstruksi saluran kemih, juga berisiko komplikasi epididimitis.

Faktor risiko lainnya adalah operasi/instrumentasi traktus urinarius atau prostat, duduk terlalu lama, bersepeda, trauma, kondisi imunosupresi, vaskulitis, mumps, tuberkulosis, dan penggunaan amiodarone.[2,3]

 

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Taylor SN. Epididymitis. Clin Infect Dis. 2015;61:S770–3.
2. McConaghy JR, Panchal B. Epididymitis: An overview. Am Fam Physician. 2016;94(9):723–6.
3. Acute epididymitis - Epocrates Online. Online.epocrates.com. 2018
5. Rupp TJ, Leslie SW. Epididymitis. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430814/
6. Cicek T, Cicek Demir C, Coban G, Coner A. Amiodarone Induced Epididymitis: A Case Report. Iran Red Crescent Med J. 2014;16(1):e13929.
7. Workowski KA, Bolan GA. Sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2015. CDC - MMWR Recommendations and Reports. 2015.
8. Man J, Cao L, Dong Z, Tian J, Wang Z, Yang L. Diagnosis and treatment of epididymal tuberculosis: a review of 47 cases. PeerJ. 2020 Jan 6;8:e8291. doi: 10.7717/peerj.8291. PMID: 31934504; PMCID: PMC6951293
9. Kanakis MA, Vaiopoulos AG, Vaiopoulos GA, Kaklamanis PG. Epididymo-Orchitis in Bechet's Disease: A Review of the Wide Spectrum of the Disease. Acta Med Iran. 2017 Aug;55(8):482-485. PMID: 29034643.
10. Riazat MI, Rai B, Sharif FP92 Epididymitis in henoch-schonlein purpura, an unusual presentation of a common vasculitic condition in childrenArchives of Disease in Childhood 2019;104:A193.

Patofisiologi Epididimitis
Epidemiologi Epididimitis
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 27 menit yang lalu
Penyakit Kulit di leher, mulanya seperti jerawat dan melebar sejak 1 minggu
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO DokterIzin berdiskusi dokter.Pasien anak perempuan usia 3 tahun, datang ke klinik dengan keluhan sakit kulit di leher (seperti digambar). Keluhan...
Anonymous
Dibalas 09 April 2026, 20:35
Kecukupan SKP ranah C
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, untuk kecukupan SKP ranah C pengabdian masyarakat apakah boleh misalnya melakukan penyuluhan di sekolah? Adalah format sertifikat yang harus kita...
Anonymous
Dibalas kemarin, 07:45
Jamaah haji riwayat suntik kb 1 bulan dan ingin menunda haid sekaligus mempercepat haid
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Mohon izin bertanya dok, calon jamaah haji usia 41 tahun mau tidak haid full selama di Madinah Makkah. *Riwayat suntik kb 1 bulan, terakhir...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.