Praktik Berbasis Bukti untuk Mengoptimalkan Luaran Seksio Sesarea

Oleh :
dr. William Alexander Setiawan, SpOG

Berbagai praktik berbasis bukti dapat dilakukan untuk mengoptimalkan luaran klinis pasien yang menjalani seksio sesarea (SC). Tindakan SC saat ini telah menjadi prosedur bedah mayor yang paling sering dilakukan di seluruh dunia. Dalam tiga dekade terakhir, angka penggunaannya meningkat, dan proyeksi terkini mengindikasikan bahwa pada tahun 2030, hampir 30% wanita di seluruh dunia diperkirakan akan melahirkan melalui prosedur ini.[1]

Meskipun SC sering kali menjadi intervensi penyelamat nyawa pada kegawatdaruratan obstetri, prosedur ini membawa risiko morbiditas yang tidak bisa diabaikan. Dibandingkan persalinan per vaginam, SC dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi jangka pendek seperti postpartum hemorrhage, infeksi luka operasi, dan komplikasi anestesi.[2]

Selain itu, bukti terkini menyoroti dampak jangka panjang dari tindakan SC, termasuk peningkatan risiko plasenta akreta dan ruptur uteri pada kehamilan berikutnya. Beberapa bukti juga menunjukkan potensi dampak kesehatan pada anak, seperti peningkatan risiko asma dan gangguan imun akibat kurangnya paparan mikrobioma vagina ibu.[3,4]

Referensi