Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pedoman Klinis Pemeriksaan Fungsi Luhur general_alomedika 2023-08-03T10:22:25+07:00 2023-08-03T10:22:25+07:00
Pemeriksaan Fungsi Luhur
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pedoman Klinis Pemeriksaan Fungsi Luhur

Oleh :
dr. Ayu Wulansari
Share To Social Media:

Pedoman klinis terkait pemeriksaan penilaian fungsi luhur yang penting adalah bahwa pemeriksaan ini tidak berdiri sendiri, tetapi bersifat menunjang/melengkapi pemeriksaan klinis dan neurologis lainnya. Hasil positif dan menunjukkan adanya gangguan kognitif tidak selalu mengindikasikan adanya gangguan di otak, begitupun hasil yang negatif tidak langsung menyingkirkan kemungkinan adanya defisit struktural dan fungsional lainnya.[8, 10,14]

Pedoman klinis lain yang harus diperhatikan adalah:

  • Pemeriksaan fungsi luhur tidak hanya bernilai diagnostik, namun bisa juga untuk perencanaan terapi, evaluasi dan monitoring, dan sebagai prediktor kemampuan fungsional pasien sehari-hari
  • Pemeriksaan fungsi luhur bisa dilakukan dengan metode skrining, yang dapat dilakukan tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan primer. Sedangkan pemeriksaan yang lebih lengkap dan menyeluruh dilakukan oleh ahli di pusat rujukan
  • Terdapat banyak jenis tes status neuropsikologis. Pemilihan tes yang sesuai didasarkan pada karakteristik pasien, kondisi fungsional premorbid, dan tujuan pemeriksaan
  • Interpretasi hasil pemeriksaan didapat dari membandingkan scoring dengan kelompok kontrol/normatif yang paling mendekati karakteristik pasien. Tahap ini berpotensi menimbulkan bias karena tidak semua tes dapat mencakup kondisi pasien dengan berbagai variasi latar belakang sosial
  • Follow-up setelah pemeriksaan dilakukan dengan tujuan utama sebagai edukasi hasil pemeriksaan, dan perencanaan tindakan selanjutnya termasuk pemeriksaan ulangan/serial dalam periode waktu tertentu[10,14]

Referensi

8. Sanders KM. Part I – The Distinct Worlds of Neuropsychology and Medicine. In: Physician’s Field Guide to Neuropsychology – Collaboration through Case Example. 2019. Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4939-8722-1
10. Braun M, Tupper D, Kaufmann P, McCrea M, et al. Neuropsychological Assessment: A Valuable Tool in the Diagnosis and Management of Neurological, Neurodevelopmental, Medical, and Psychiatric Disorders. Cogn Behav Neurol. 2011;24(3):107-14.
14. Harvey P. Clinical applications of neuropsychological assessment. Dialogues Clin Neurosci. 2012;14(1)91-99. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3341654/

Edukasi Pasien Pemeriksaan Fungs...

Artikel Terkait

  • Efektivitas Citicolin dan Piracetam untuk Stroke Iskemik dan Cedera Otak Traumatik
    Efektivitas Citicolin dan Piracetam untuk Stroke Iskemik dan Cedera Otak Traumatik
  • Penggunaan Aspirin dan Clopidogrel pada Stroke Iskemik Minor
    Penggunaan Aspirin dan Clopidogrel pada Stroke Iskemik Minor
  • Membedakan Paralisis Nervus Fasialis Sentral dan Perifer
    Membedakan Paralisis Nervus Fasialis Sentral dan Perifer
  • Serba-serbi Glasgow Coma Scale (GCS)
    Serba-serbi Glasgow Coma Scale (GCS)
  • Kriteria NIHSS untuk Menilai Keparahan Stroke
    Kriteria NIHSS untuk Menilai Keparahan Stroke

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 14:24
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Trombolitik pada Pasien Stroke Iskemik Akut
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter!Apa Dokter pernah melewatkan kesempatan emas untuk menyelamatkan nyawa pasien stroke?Penanganan cepat dan tepat dalam fase akut stroke iskemik...
Anonymous
Dibalas kemarin, 09:11
Fisioterapi pada pasien post stroke
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, saya mau bertanya untuk pasien pasca stroke, kapan sudah bisa dimulai untuk fisioterapi? kriteria apa saja yg menunjukkan pasien sudah stabil dan...
Anonymous
Dibalas 08 Agustus 2025, 16:55
Pasien Stroke ditawari TWS, apakah ada bukti ilmiahnya?
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Alo dokter.. ijin berdiskusi dok. Saya ada kerabat yg mengalami stroke, saat kontrol post MRS beliau ditawari untuk mengikuti TWS oleh spesialis saraf....

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.