Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pedoman Klinis USG Abdomen general_alomedika 2023-03-03T08:25:16+07:00 2023-03-03T08:25:16+07:00
USG Abdomen
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pedoman Klinis USG Abdomen

Oleh :
dr. Meliyana
Share To Social Media:

Pedoman klinis pemeriksaan USG abdomen adalah untuk menilai gangguan pada organ-organ di area abdomen. Pedoman klinis pemeriksaan ini meliputi seluruh tahap pemeriksaan mulai dari indikasi dilakukannya pemeriksaan, persiapan, prosedural, hingga interpretasi hasil dan edukasi pasien. Hal-hal yang perlu diketahui saat hendak melakukan pemeriksaan USG abdomen adalah:

  • Pemeriksaan USG abdomen digunakan untuk menilai kelainan pada ginjal, hepar, kandung empedu, aorta abdominalis, limpa, pankreas dan organ-organ gastrointestinal
  • Sebelum melakukan prosedur, dokter perlu meminta informed consent dari pasien, menjelaskan tujuan dan langkah-langkah pemeriksaan, meminta pasien meminum air untuk mengisi kandung kemih, serta meminta pasien untuk berpuasa makanan selama 4-6 jam. Namun, suatu studi lebih lanjut menunjukkan bahwa berpuasa mungkin tidak meningkatkan kualitas USG abdomen
  • Saat melakukan prosedur, dokter perlu memperhatikan organ-organ tersebut di atas dan menilai apakah ada kelainan seperti adanya massa, perdarahan, perforasi organ, inflamasi, atau batu
  • Setelah selesai, dokter menjelaskan hasil pemeriksaan dan diagnosis pasien, serta menyarankan pemeriksaan atau tindak lanjut bila diperlukan[1-4,6]

 

 

Direvisi oleh: dr. Dizi Bellari Putri

Referensi

1. Tomizama M, Shinozaki F. Abdominal ultrasonography for patients with abdominal pain as a first-line diagnostic imaging modality. Experimental and Therapeutic Medicine. 2017;3(5):1932–1936. doi: 10.3892/etm.2017.4209
2. Nunes TF. Percutaneous biopsy of abdominal lesions: what is currently the best diagnostic strategy?. Radiol Bras. 2018;51(3):V–VI. doi: 10.1590/0100-3984.2018.51.3e1
3. Coppolino FF, Gatta G, Reginelli A, et al. Gastrointestinal perforation: ultrasonographic diagnosis. Critical Ultrasound Journal. 2013;5(Suppl 1):S4. doi: 10.1186/2036-7902-5-S1-S4
4. Thomas S, Jahangir K. Noninvasive imaging of the biliary system relevant to percutaneous interventions. Semin Intervent Radiol. 2016;33(4):277–282. doi: 10.1055/s-0036-1592328
6. Atkinson NSS, Bryant RV, Dong Y, et al. How to perform gastrointestinal ultrasound: anatomy and normal findings. World Journal of Gastroenterology. 2017;23(38):6931–6941. doi: 10.3748/wjg.v23.i38.6931

Edukasi Pasien USG Abdomen

Artikel Terkait

  • Alpha Blocker untuk Manajemen Batu Saluran Kemih
    Alpha Blocker untuk Manajemen Batu Saluran Kemih
  • Kolik Renal Mereda Bukan Tanda Hilangnya Batu Ginjal
    Kolik Renal Mereda Bukan Tanda Hilangnya Batu Ginjal
  • Red Flag Hematuria
    Red Flag Hematuria
  • Peningkatan Konsumsi Air Minum dan Pencegahan Batu Ginjal
    Peningkatan Konsumsi Air Minum dan Pencegahan Batu Ginjal
  • Penggunaan Ketorolac Intranasal vs Intravena untuk Terapi Kolik Renal Berat – Telaah Jurnal Alomedika – Artikel Terkini!
    Penggunaan Ketorolac Intranasal vs Intravena untuk Terapi Kolik Renal Berat – Telaah Jurnal Alomedika – Artikel Terkini!

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 15 Januari 2025, 06:58
Ikterik tanpa demam sudah 1 hari disertai nyeri tekan perut sebelah kanan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter sy ad pasien laki2 27 th dgn ikterik pada konjunctiva dan wajah baru 1 hari terakhir. Tidak disertai demam, mual, muntah. Ad bab cair 3x...
Anonymous
Dibalas 28 Februari 2024, 11:22
Benjolan keras di perut pasien anak disertai nyeri tekan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Saya memiliki pasien anak berumur 3 tahun datang dengan keluhan nyeri perut sejak 3 hari. Saat inspeksi tampak benjolan pada regio epigastrium dan saat saya...
Anonymous
Dibalas 22 November 2022, 14:38
Diet untuk penderita batu ginjal - Gizi Klinik Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter Kurnia Sp.GK, ada pasien yang sudah di USG ditemukan batu ginjal, sudah diberikan obat dan dinyatakan sembuh. Namun beberapa lama kemudian kambuh...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.