Pendahuluan Tamoxifen
Tamoxifen berasal dari golongan selective estrogen receptor modulator (SERM) yang berfungsi sebagai antagonis estrogen dan digunakan dalam terapi kanker payudara. Sebanyak 60-70% kanker payudara mengekspresikan reseptor estrogen. Oleh sebab itu, obat ini digunakan untuk kanker payudara yang mengekspresikan reseptor estrogen sebagai adjuvan setelah pembedahan atau radiasi.
Pada kanker payudara, tamoxifen berperan sebagai sitostatik. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk profilaksis pada wanita yang memiliki risiko tinggi mengalami kanker payudara dengan mempertimbangkan risiko dan keuntungan pada masing-masing pasien.[1-3]
Efek samping umum tamoxifen meliputi hot flashes (rasa panas tiba-tiba), berkeringat terutama pada malam hari, mual, kelelahan, sakit kepala, pusing, perubahan suasana hati, serta keputihan atau gangguan menstruasi pada perempuan yang masih menstruasi. Beberapa pasien juga dapat mengalami nyeri atau kram otot dan sendi.
Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya efek samping yang jarang tetapi serius, terutama peningkatan risiko tromboemboli vena seperti deep vein thrombosis dan emboli paru. Tamoxifen juga sedikit meningkatkan risiko kanker endometrium, sehingga perdarahan vagina yang tidak normal perlu segera diperiksakan.[4]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Tamoxifen
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Antineoplastik, Imunosupresan dan Obat untuk Terapi Paliatif.[5] |
| Subkelas | Hormon dan Antihormon.[5] |
| Akses | Resep.[5] |
| Wanita hamil | Kategori FDA: D.[6] Kategori TGA: B3.[7] |
| Wanita menyusui | Tidak diketahui apakah tamoxifen diekskresikan dalam ASI atau tidak.[4] |
| Anak-anak | Keamanan dan efikasi dari obat ini belum ditetapkan.[4] |
| FDA | Approved.[4] |
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha