Pengawasan Klinis Tamoxifen
Pengawasan klinis pada pasien yang mendapat mencakup status kehamilan, efikasi terapi, dan efek samping yang dialami pasien.[2,4,6]
Status Kehamilan
Sebelum memulai terapi, status kehamilan harus dipastikan pada perempuan yang masih memiliki potensi reproduksi, terutama karena tamoxifen berpotensi membahayakan janin. Pemeriksaan dasar yang dianjurkan meliputi pemeriksaan kehamilan dengan kadar β-hCG dan hasilnya harus negatif sebelum terapi dimulai.[4]
Pemantauan Risiko Keganasan Uterus
Tamoxifen telah dilaporkan dapat meningkatkan risiko keganasan pada uterus. Oleh sebab itu, selama terapi, pemeriksaan payudara dan mammografi dianjurkan secara berkala untuk menilai kondisi payudara, sedangkan pemeriksaan ginekologis dianjurkan setidaknya setiap tahun untuk mengevaluasi perubahan endometrium dan keganasan uterus.[4]
Pemantauan Efek Samping Lainnya
Pemantauan laboratorium juga diperlukan untuk mendeteksi efek samping sistemik. Pemeriksaan darah lengkap dilakukan untuk mengevaluasi efek hematologi seperti trombositopenia, leukopenia, neutropenia, atau pansitopenia.
Fungsi hati juga perlu dipantau karena dapat terjadi peningkatan enzim hati dan, meskipun jarang, gangguan hati berat. Pada pasien yang telah memiliki hiperlipidemia, pemeriksaan kadar trigliserida dan kolesterol secara berkala dapat dipertimbangkan karena tamoxifen dapat menyebabkan atau memperburuk peningkatan lipid darah.
Pada pasien dengan kanker payudara metastatik yang memiliki metastasis tulang, kadar kalsium juga perlu diperhatikan apabila terdapat gejala yang mengarah pada hiperkalsemia.[2,4]
Efek Samping Serius
Pasien perlu diminta untuk segera melaporkan perdarahan vagina yang tidak normal, perubahan menstruasi, perubahan keputihan, nyeri atau tekanan panggul karena dapat mengindikasikan kelainan uterus.
Gejala trombosis atau emboli, seperti pembengkakan dan nyeri tungkai atau sesak napas mendadak, juga memerlukan evaluasi segera karena tamoxifen meningkatkan risiko kejadian tromboemboli.
Perubahan penglihatan juga perlu diperiksakan karena dapat berkaitan dengan gangguan mata seperti retinopati, trombosis vena retina, atau katarak.[4]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha